Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Penyamaran


__ADS_3

Sean yang baru saja selesai mengatur banyak hal di rumah tengah hutan ikut bergabung mandi saat melihat istrinya.


Bella masih menggunakannya pakaian yang menutupi tubuh polosnya, meskipun hal tersebut membuat beberapa tempat semakin diperjelas termasuk perut buncitnya.


Sean yang hanya memakai celana boxer, masuk kedalam bathtub tanpa izin istrinya. Membuat Bella terkejut namun tidak memiliki niat untuk mengusirnya.


Duduk dipangkuan sang suami. Bella menikmati pijatan lembut dari Sean dh pundaknya. Perjalanan kali ini memang sangat melelahkan untuknya mengingat dirinya sedang hamil dan secara otomatis mendapatkan beban tambahan.


sesekali pria itu memberikan kecupan di pipi, pundak, dan mengigit pelan sang istri karena terlalu gemas.


" Apa yang kalian bicarakan? Aku mendengar istri ku marah saat berbicara." kini tangan pria itu berada diperut buncit istrinya, dia memang suka menyapa calon bayinya dengan mengelus-elus lembut perut sang istri.


" Mereka menargetkan Ara. tapi kak Chelsea sudah mempersiapkan tindakan pertolongan langsung untuknya."


" Bukankah itu bagus? Lalu kenapa istri ku marah?"


" Mereka menargetkan Ara. Dia bahkan masih kecil dan tidak pernah melakukan kesalahan apapun, apalagi menyinggung mereka."


" Maka dari itulah mereka di sebut gila dan kejam. Mereka menargetkan anak-anak yang tidak berdosa demi kepuasan pribadi mereka."


" Hmm, suami ku benar. Setelah anak kita lahir nanti, kita juga harus mempersiapkan perlindungan ekstra untuk mereka. Aku tidak ingin mereka ditargetkan oleh siapapun."


" Tenanglah aku sudah mempersiapkannya. Jadi, istri ku tidak perlu khawatir."


" Suamiku sangat bijaksana."


Sean tertawa kecil dan dia memberikan kecupan panjang di bibir sang istri. Bibir yang selalu memberikan banyak rasa manis yang ekslusif untuknya.


" I really love you, honey." Sean berbisik di telinga sang istri disela-sela ciuman mereka yang mulai panas.


Bukannya menjawab Bella membalas ciuman sang suami dengan semangat, hal yang membangkitkan sesuatu yang tidak bisa diabaikan oleh Sean.


" Mari kita sudahi acara mandinya." Suara Sean mulai terdengar seksi didengar oleh Bella. Dia senang karena masih bisa membuat suaminya nyaman meskipun dia sedang hamil.

__ADS_1


" Oke."


Dengan profesional Sean mengeringkan tumbuh istrinya lalu membalutnya dengan handuk besar.


Sore ini , mereka kembali mengenang momen honeymoon dikamar. Tempat tidur dan Susana penuh cinta yang sama.


***


" Kau harus berhati-hati. Jangan sampai dia terbangun."


" Baik, terimakasih atas bantuan mu. Aku tidak akan melupakan kebaikan mu hari ini."


" Anggap saja kebaikan ku demi menjaga wanita ini. Jangan pernah buat dia menangis, aku akan membunuhmu mu jika hal itu terjadi."


" Tenang saja aku tidak akan melukai wanita yang kucintai."


Li takbirnya bisa masuk kekamar Chelsea. wanita yang selama ini dia awasi menggunakan identitas lain.


Ya, dia adalah pria yang membuat Chelsea curiga sejak dirinya masuk ke dalam markas wanita itu. Li Wei memutuskan menjaga Chelsea dari jarak dekat sekaligus mengusir para pesaing yang berpotensi mencuri hati Chelsea.


Karena tahu bahwa Li Wei sangat mencintai Chelsea. Akhirnya Devon memutuskan untuk membantu pria yang merupakan saingan cintanya untuk mendapatkan hati Chelsea. Tentu saja semua ide untuk mendekati Chelsea berasal dari Devon.


masuk kedalam kamar, hari Li Wei sakit sekaligus senang saat melihat sosok wanita yang masih keras kepala dan tidak memperlihatkan tanda-tanda terluka ketika mereka tidak lagi berinteraksi bersama. Atau, Li Wei yang sangat berlebihan. Dia hanya menganggap rasa rindunya sangat besar dan Chelsea harus merasakan hal yang sama.


" Aku benar-benar tidak tahu kenapa aku harus jatuh cinta pada wanita seperti mu." Li Wei berbisik kecil. " Jika di pikir cantik. Ya, kau memang wanita paling cantik yang pernah aku temui. Tapi tentang sikap, ada banyak wanita cantik di masa lalu yang mengemis cinta ke pada ku. Katakan ke pada ku apa itu karma untuk ku karena sudah menyakiti mereka di masa lalu?"


Li Wei merasa aneh pada dirinya sendiri. dia bertanya lalu menjawab pertanyaannya sendiri. Sungguh menggelikan, namun apa yang bisa dia lakukan.


" Tidak masalah, karena sudah terlanjur maka aku hanya harus melanjutkannya."


Lalu Li pergi meninggalkan kamar Chelsea, tidak ingin membangunkan wanita itu. Karena itu akan menghancurkan penyamarannya, tidak sekarang Li Wei masih ingin terus bersama Chelsea meskipun harus menggunakan identitas lain.


Malam harinya, Chelsea yang tidak menyadari Li Wei berdiri dekat dengan dirinya mulai makan dengan makanan yang cukup buruk bagi Li Wei yang selalu memberikan makan sehat pada wanita itu.

__ADS_1


" Apa kau yakin malam ini, kau akan melakukannya?" Sengaja Devon bertanya agar Li Wei tahu kemana Chelsea akan pergi. Dia juga berencana membuat Li Wei menjadi penjaga saat Chelsea sedang bereaksi.


" Ya, mereka sudah menculik anak kecil itu. Jika akg terlambat maka dia akan bernasib sama seperti ku."


Saa ini Ara berada di tangan kelompok gila itu dan keluarga Brian sangat panik. Sean yang sudah tahu berita tersebut langsung membawa istrinya pulang dari tempat liburan.


" Bersama siapa?"


" Aku sudah menyiapkan beberapa orang. Kau tetap disini untuk menjaga markas, aku takut jika mereka membuat jebakan untuk kita. Meskipun aku yakin kalau mereka tidak tahu lokasi kita, tapi tetap saja kita harus berjaga-jaga."


" Baik, aku mengerti. bagaimana jika kau membawa satu Anggita tambahan." Tentu saja Devon ingin Li Wei ikut.


" Tidak, aku sudah mempersiapkan semuanya dan tambahan akan menghancurkan rencana ku."


" Dia tidak akan mengganggu dan mendengarkan semua perintah mu."


" Aku pergi." Bukannya menjawab, Chelsea memilih pergi meninggalkan markas setelah maka malamnya selesai.


ditinggalkan begitu saja, Devon hanya bisa menatap Li Wei. Memohon pengertian pada pria itu atas sikap Chelsea.


" Tidak masalah aku akan membawa beberapa bawahan ku." jawab Li Wei yang sudah paham pada tatapan Devon.


" Oke, tolong jaga dia dan jangan sampai dia terluka.


" Hmm, pasti."


Lalu Li Wei juga pergi meninggalkan markas, sedangkan Devon mengumpulkan beberapa anggota untuk berjaga-jaga seperti yang di takutkan Chelsea tadi.


Malam yang sunyi tiba-tiba Mejadi mencekam setelah Chelsea dan kelompoknya pergi menuju tempat Ara di sekap. Begitu juga denga Li Wei dan Sean yang juga ingin menyelamatkan gadis kecil itu.


Kelompok Chelsea mulai melancarkan aksinya. Begitu juga denga Li Wei dan Sean yang tidak sengaja mendengar percakapan Chelsea dengan salah satu bawahannya.


" Ayo, kita harus melindungi mereka. kalian harus fokus pada wanita ku." Ucap Li Wei.

__ADS_1


" Baik, tuan " jawab kelompok pria yang berpakaian serba hitam dan memilki ekspresi datar nan dingin, segera menjawab dengan nada suara yang tegas.


Tenang saja, Li Wei tidak membawa bawahannya yang sering menggodanya. kali ini dia sudah mempersiapkan segalanya dengan sangat rapi sehingga rencana Chelsea akan berhasil.


__ADS_2