Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Dokter jenius


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama bagi Jhon untuk mendapatkan informasi tentang Bella, mulai dari pendidikan hingga pekerjaannya.


" Anda benar tuan, nyonya bukanlah seorang mahasiswi biasa." Kata Jhon kepada Sean


" Apa dia benar seorang dokter?" Sean bukan bertanya karena tidak tahu. Tapi dia ingin memastikan kalau dugaannya tidak salah.


" Benar, bahkan dia bukan seorang dokter yang biasa. Dia adalah dokter yang selalu di cari di negara kita." John yang pertama kali melihat semua tentang Bella, sangat terkejut. Hampir dia tidak percaya dengan hasil penyelidikannya sendiri. Bahkan berpikir kalau itu semua hanya karangan. Mengingat umur Bella sangat mudah untuk menjadi seorang dokter. Dia juga seorang dokter yang mempunyai reputasi yang sangat baik. karena masih kurang percaya, akhirnya John mengawasi kegiatan Bella secara langsung. Setelah itu baru dia yakin kalau Bella benar-benar dokter yang jenius.


" Aku tidak menyangka kalau istriku sehebat itu." Sean semakin kagum dengan istrinya, bukan hanya baik dan tulus. Dia juga orang yang sangat jenius.


Bagi Sean, ini seperti hadiah dari Tuhan setelah kakinya cacat. Mungkin Bella bisa membantunya agar bisa jalan dengan normal. Walaupun dia tidak berharap banyak, tapi setidaknya dia bisa mencobanya dan menguji kehebatan Bella.


" Tapi tuan, nyonya Bella juga memiliki penggemar cinta dari keluarga yang kaya." Meskipun John enggan mengatakannya tapi dia harus memberi tahu Sean agar dia bisa cepat menyadari perasaannya kepada Bella. Dan memperjuangkan Bella agar dia jatuh cinta kepadanya, dan menjadikannya istri seutuhnya.


" Siapa?" Nada suara Sean sedikit di tekan, dia mulai tidak nyaman ketika tahu kalau ada seseorang yang mencintai istrinya.


" Putra dari keluarga Lemos. Alexander Lemos, Dia merupakan putra pewaris satu-satunya dari keluarga Lemos. Bahkan dia sudah bersama dengan nyonya Bella, waktu nyonya masih berumur 18 tahun sampai sekarang. Dia juga sering mengunjungi nyonya Bella di kliniknya." Jhon harus mengatakan itu semua agar Sean bertindak lebih cepat, atau dia akan kehilangan nyonya Bella.


" Kenapa mereka tidak menjalin hubungan kalau mereka sudah lama kenal? Apa ada sangkut pautnya dengan mama?" Kata Sean begitu penasaran dengan hubungan Bella dan Alex.


Ada rasa curiga Sean kepada mamanya. Karena tidak semua orang tahu tentang Bella. meskipun tidak mungkin mamanya akan melakukan itu, tapi tidak menutup kemungkinan karena tidak ada satupun yang tahu di keluarganya tentang Bella.


" Tidak tuan, Nyonya Bella sudah berulang kali menolak pri itu. Yang aku tahu karena nyonya Lemos yang tidak menyukai nyonya Bella."


Sean sangat lega. Karena tahu kalau sekarang Bella tidak mempunyai pria idaman, jadi dia bisa mengubah surat perjanjian pernikahan dengan mudah.


" Apa ada yang lain?" Tanya Sean yang masih penasaran tentang Bella.


" Tidak tuan, hanya saja. Banyak cerita yang kudengar kalau keluarga Glover sangat licik dengan nyonya Bella sebelum menikah dengan anda."


" Hal apa yang paling mengerikan yang mereka lakukan kepada istriku?" Sean begitu kesal dengan keluarga satu itu.


" Sebelum anda menikah dengan Yonya Bella. Keluarga Glover menjodohkan nyonya dengan seorang pria tua, untuk kepentingan perusahaan keluarga Glover. Bahkan mereka sering menyiksa nyonya Bella, baik dari fisik maupun mental."

__ADS_1


Sean yang mendengar cerita Jhon. berpikir kalau cerita kisah hidup Bella hampir sama dengan mamanya. Meskipun papanya tidak pernah memberi tahu, alasan kenapa dia menikahi mamanya. Tapi dia sudah dewasa untuk mengerti dan sudah tahu masa lalu papanya.


Sean tidak sengaja mengetahuinya. Waktu itu dia hanya menyelidiki kasus Shireen dan dia tidak sengaja mendapatkan informasi tentang keluarga mamanya di masa lalu. Siapa kakeknya dan keadaannya sekarang.


" Aku juga mendapatkan informasi tuan, kalau mereka akan merusak kehidupan Bella. Dengan cara mereka akan menghancurkan rumah tangga anda dan nyonya, Tuan."


" Mereka sangat berani ingin mengusik kehidupan ku? Apa Meraka tidak takut?" Sean buka bertanya tetapi meremehkan keluarga Glover.


" Iya tuan, sekarang anak kesayangan mereka mulai mendekati tuan Adrian."


" Apa Adrian tahu?" Tanya Sean penasaran.


" Sepertinya tuan Adrian menyadarinya tuan, karena dia memperketat pengawasannya."


" Baiklah, sekarang kau awasi terus keluarga sialan itu."


" Baik tuan."


***


Sean merasakan perasaan aneh, dia bahkan tidak bisa mengabaikan kehadiran Bella. " kau sudah pulang?" Tanya Sean membuat Bella heran dengan perubahan Sean.


" Iya, apa kau sudah makan?" Tanya Bella karena dia juga belum makan. Tapi sekarang tubuhnya sangat lelah. Ingin rasanya dia langsung istirahat.


" Belum, aku menunggumu. Apa kau sudah makan?" tanya Sean. Dia berharap bisa makan bersama dengan istrinya.


" Belum." jawab Bella singkat, Dia merasa akhir-akhir ini Sean bertingkah aneh.


" Ayo kita makan bersama."


" Tapi aku sangat kelelahan, aku ingin tidur sebentar saja." Aktivitas Bella yang sangat padat membuatnya lelah. beruntung dia tinggal di rumah yang ratunya adalah dia.


" Tapi, bagaimana kau bisa tidur dalam keadaan lapar, kau harus makan dulu. kalau kau tidak nyaman makan di ruang makan. Bagaimana kalau kita makan di balkon kamar ku saja, ada pemandangan kunang-kunang."

__ADS_1


Bella yang sangat cinta dengan alam tiba-tiba lelahnya hilang sedikit. Dia tampak senang dengan ide Sean. sedangkan Sean yang melihat raut wajah Bella mencatat kesukaan istirnya.


" Baiklah, aku akan mandi dan pergi kekamar mu." Tanpa mendengar jawaban Sean. Bella langsung menuju kamarnya. Sean hanya tersenyum dan tidak menyangka kalau mengembalikan mood istrinya semudah itu.


Sean memanggil kepala pelayan." Bawa makan malam ke balkon kamar ku." kata Sean.


" Baik Tuan." kepala pelayan langsung menuju kedapur dan menyiapkan makan malam untuk mereka dan membawa makanan ke balkon bersama beberapa pelayan lainnya.


Bella yang sudah selesai membersihkan tubuhnya kini bersiap-siap untuk pergi kekamar Sean. sekarang dia lebih segar dari sebelumnya. Lelah nya mulai berkurang setelah mandi.


Bella mengetuk pintu kamar sean sebelum masuk ke kamar. Melihat kehadiran istrinya dan melihat pakaian tidur Bella yang sangat menggemaskan. Sean merasa berhadapan dengan remaja yang berusia 15 tahun. Begitu menggemaskan dengan pola kelinci merah muda dan penutup kepala yang memiliki telinga kelinci.


Bella yang tidak nyaman di tatap oleh Sean merasa aneh. " Kenapa? Apa penampilan ku sangat buruk?"


" Tidak, kau sangat menggemaskan menggunakan pakaian itu." Bella yang terlihat begitu alami, membuatnya terpana. Mungkin jika wanita di luar sana akan memanfaatkan suasana dan memakai pakaian seksi untuk merayu Sean.


Bahkan pakaian tidur Bella bukan hanya lucu tapi menutupi seluruh tubuhnya kecuali telapak tangan dan lehernya.


" Terimakasih, ini kado dari sahabat aku. Katanya aku akan terlihat menggemaskan ketika memakainya. Dan tebakannya benar."


Sean yang terpesona kepada Bella, membuat naluri ego prianya mulai mengambil alih. Dia ingin bella memakai pakaian seperti itu setiap malam dan hanya dia yang bisa melihatnya.


" Iya, penilaian sahabatmu sangat bagus. Sekarang ayo kita makan." ajak Sean.


" Oke." Kata Bella.


Hanya keheningan yang ada di antara mereka. Bella yang sangat menikmati makan malamnya. Sedangkan Sean memikirkan, poin apa saja yang bisa di perbarui di surat perjanjian pernikahan mereka.


Selesai makan, Bella menikmati pemandangan kunang-kunang yang tidak ada di balkon kamarnya. meski merasa tidak adil tapi dia sadar kalau dia hanya numpang disini.


" Apa itu sangat indah?" Tanya Sean, dia tidak bisa mengabaikan keberadaan Bella atau perhatiannya hanya kepada istrinya.


" Iya, ini sangat indah. Aku sudah lama tidak melihat pemandangan seperti ini."

__ADS_1


" Tidak, hanya beberapa kali. Dulu, Waktu aku tidak sesibuk sekarang."


Malam ini adalah malam istimewa bagi Sean. Menikmati pemandangan kunang-kunang dan ditemani oleh sang istri. Mungkin belum paham dengan perasaannya tapi dia mulai nyaman dengan keberadaan Bella.


__ADS_2