Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Dipaksa Mundur


__ADS_3

" Apa ibu mu sudah membereskan semuanya?"


" Ya, sebentar lagi perusahaan dan segala aset keluarga William akan menjadi milikku."


" Aku semakin bangga memiliki tunangan seperti mu."


Amanda tersenyum malu, dan tidak tahu bahwa dia di kendalikan oleh David.


Keluarga David memutuskan untuk mengambil alih kekayaan keluarga William lalu membuang Amanda. Mereka malu jika sampai memiliki menantu yang memalukan seperti itu.


Scandal yang Amanda lakukan beberapa bulan lalu, telah menyadarkan mereka bahwa wanita seperti itu tidak pantas menjadi anggota keluarga mereka.


Saat keduanya sibuk berbicara. Yihan akhirnya tiba. Setelah dia tahu bahwa tunangan Amanda berasal dari keluarga kaya, dia berencana memanfaatkan pria itu. Bagaimanapun hidupnya dan ayahnya selama di Negara ini, tidak baik-baik saja. Mereka juga tidak bisa pulang ke Negaranya, karena sepertinya ada seseorang yang sengaja menghalanginya.


Melihat kecantikan yang tidak biasa Yihan. David yang merupakan seorang playboy langsung tertarik.


Bukan hanya pada kecantikan Yihan, tapi dada postur tubuhnya yang lebih menggoda dari milik Amanda. Apalagi, pakaian yang di gunakan Yihan sangat terbuka jika di bandingkan dengan Amanda, itu seperti langit dan bumi.


" Maaf, aku terlambat. Aku harus membantu ayah ku menangani beberapa pasien." Itu kebohongan pertama yang Yihan lakukan setelah tiba di meja Amanda. dia sengaja terlambat, semuanya butuh persiapan yang matang dan pemeran utama harus datang di akhir.


" Tidak masalah, ayo duduk." Amanda dengan senang hati percaya pada kebohongan teratai putih tersebut.


" Siapa dia, Amanda?" David yang sudah tidak tahan akhirnya membuka suara.


" Oh, aku hampir lupa memberi tahu mu. Dia Wang Yihan, Dokter hebat dari Negara C sekaligus sahabat ku. Dia wanita yang sangat baik." Yihan memang berpesan untuk tidak memberitahu tentang hubungannya dengan Sean dan alasannya datang ke Negara ini pada siapapun. Dan sekali lagi, Amanda setuju.


" Dokter? Tidak heran kenapa dia terlihat sangat segar." Hanya Amanda yang tidak bisa menangkap makna dibalik perkataan David. Yihan yang sudah sering perumpamaan seperti itu di Negaranya menjadi senang.


Ternyata rencananya berhasil, dan dia bisa melanjutkan langkah selanjutnya.


" Terimakasih. Anda pasti tunangan Amanda, sahabat satu-satunya yang kumiliki di Negara ini."


Ada ekspresi sedikit kesal setalah mendengar ucapan Yihan. Bukan kesal pada wanita itu, tapi kesal pada Amanda yang mengenalkannya lebih dulu sebagai tunangannya. David takut, jika rencananya mendekati Yihan gagal karena hal tersebut.


Namun, siapa yang menduga kalau Yihan menatap genit padanya. Bahkan beberapa kali tidak sengaja memperlihatkan kemolekan tubuh bagian atasnya hingga David memendam banyak nafsu padanya.


" Ya, senang bertemu dengan wanita cantik seperti anda, nona."


" Begitu juga denganku, tuan David."


Saat keduanya saling mengirim sinyal. Amanda hanya yang sangat mempercayai tunangannya dan sahabat barunya tersenyum polos. Tidak tahu bahwa sebentar lagi dia akan menyesali semua keputusannya.


***


" Maaf, anda tidak perlu datang ke perusahaan ini lagi."


" Apa maksud mu?" Brian yang baru tiba di perusahaan langsung di halangi oleh penjaga.

__ADS_1


" Mulai sekarang, nona Amanda yang akan menjadi direktur perusahaan dan atas perintahnya, anda tidak di perbolehkan masuk."


Ini membuat Brian terkejut, sekaligus marah. Dia tidak tahu kalau wanita itu sudah mulai bergerak dan sekarang putrinya mengambil alih.


" Tidak bisa, aku tidak menerima surat perintah dari ayah ku. Jadi, dia tidak berhak mengatur atau mengambil alih."


Perusahaan berkembang atas kerja kerasnya. Lalu sekarang orang yang tidak jelas identitasnya di keluarga William mengambil alih. Ini membuat Brian sangat marah.


Saat halaman depan sedang ribut. Sebuah mobil mewah tiba-tiba berhenti di hadapan Brian. Dan tidak perlu di tanya lagi siapa pemilikan.


" Kalian bisa pergi, aku harus bicara dengan kakak laki-laki ku." Dengan wajah sombong dan nada suara yang angkuh, Amanda berdiri di hadapan Brian.


Semua para penjaga segera pergi. Hanya Brian, Amanda, dan orang kepercayaan tuan william untuk menjaga putrinya yang tersisa


" Bagaimana kakak? Apakah menyenangkan menjadi bukan siapa-siapa sekarang? Kau pantas mendapatkannya."


" Hentikan permainan menjijikkan ini, Amanda!"


" Menjijikkan? Ini bukan permainan menjijikkan, kak. Ini adalah permainan siapa pintar, dia menang. Apa kau tidak tahu itu?"


Brian tertawa mendengar ucapan Amanda. " Pintar? Kau menyebut diri mu pintar?"


" Ya, aku sangat pintar sehingga kau jadi pecundang." Amanda masih merasa bahwa dirinya adalah pemenangnya.


" Benarkah? Terlahir dari wanita ****** dan merebut semua pemiliknya asli. Apa kau yakin bahwa kau pintar dan pantas berada di puncak?"


" Aku mulai ragu, bahwa kau bukan putri dari tuan William. Mungkin kau hasil dari perzinahan ibu mu. Bagaimanapun kau sangat berbeda dari kami semua." Bukannya menjawab, Brian semakin menyudutkan posisi Amanda.


" Kau! beraninya kau menghina ibu ku!"


" Ya, dia pantas di hina dan katakan padanya bahwa aku sudah mengetahui dia yang sebenarnya, dia hanya menunggu pembalasan dari ku." Karena tidak ada gunanya berada disini. Brian memutuskan pergi meninggalkan perusahaan, setidaknya sekarang dia tidak akan menghidupi dua wanita menjijikkan dalam keluarga William.


Amanda yang di tinggal sendirian menjadi sangat marah. Namun, dia harus melakukan apa yang di perintahkan ibunya. Dan tidak lupa untuk memberitahu kalimat terakhir Brian pada ibunya.


***


Berita tentang pengusiran Brian dan pengalihan kekuasaan kekayaan keluarga William tersebar luas. Banyak orang yang menyayangkan sifat tuan William yang malah memilih putri yang tidak berguna daripada mempertahankan putra yang sudah mati-matian mengabdi di keluarga William.


Brenda yang sudah mendengar cerita langsung dari suaminya merasa sedikit lega, namun juga marah pada ayah mertuanya.


" Bukankah ini bagus, sayang? Setidaknya kau bisa mengambil alih perusahaan ayahku. Ayah sudah lama ingin pensiun tapi kau selalu menolak sarannya untuk mengambil alih." Terlahir sebagai anak satu-satunya dari putra kedua keluarga Thomas. Membuatnya harus menjadi penerus, namun Brenda tidak tertarik karena ingin fokus mengurus putri mereka.


" Aku merasa tidak enak. Kau tahu, orang-orang akan berpikir kalau aku sangat tidak tahu malu."


" Siapa yang berani mengatakan hal itu? Kau satu-satunya menantu di keluarga ayahku, dan ayah juga tidak bisa mempercayai paman atau sepupu-sepupu ku. Mereka terlalu serakah, lagipula perusahaan itu bukan milik keluarga besar Thomas. ayah yang membangunnya sendiri."


" Aku bahkan tidak bisa mempertahankan perusahaan yang sudah kupegang selama bertahun-tahun."

__ADS_1


" Jangan pesimis seperti itu, kau hebat. Nyatanya perusahaan ayah mu semakin berkembang saat berada di tanganmu. Hanya saja kini jatuh ke tangan yang salah."


" Aku masih belum yakin." Bohong kalau Brian tidak kecewa dan pesimis pada dirinya sendiri."


" Kau pasti bisa! Ayo kita coba, pilihan ayah tidak pernah salah."


melihat betapa antusiasnya sang istri, Brian akan mencobanya. Dia tidak ingin mengecewakan banyak orang.


" Baik, aku akan mencobanya."


" Itu baru suamiku."


Brian merasa beruntung karena menikahi wanita sebaik Brenda. Tidak hanya tahu kapan dia harus bertindak, dia juga penuh semangat juang serta selalu berpikir positif.


***


" Kak, wanita ular itu berhasil menggeser posisi kakak di perusahaan." Mark yang baru kembali dari sekolah langsung bercerita pada Bella yang sedang duduk di ruang tamu sambil memakan cemilan.


Sudah lama rasanya dia tidak makan cemilan seperti itu. Sean sangat protektif melarangnya makan makanan cepat saji.


" Kak, ayo kita bunuh saja wanita ular itu lalu rebut kembali perusahaan yang sudah kakak laki-laki perjuangkan."


Bella masih sibuk dengan kripik kentangnya.


" Kakak-" Tiba-tiba saja kripik kentangnya masuk ke mulut Mark dan pria itu langsung mengunyah, bahkan tanpa malu-malu ikut mengambil kembali dari bungkusan yang Bella pegang.


Para pelayan yang melihat interaksi keduanya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mereka tahu bahwa Bella sudah mendengar kabar tentang kakak laki-lakinya dan yakin bahwa wanita itu sedang memikirkan sebuah rencana.


" Ambil lagi, kau malah ikut menghabiskannya."


" Dimana kakak menyimpannya?" Mark sudah terbiasa dengan sikap acuh kakak perempuannya dan dia juga mulai belajar tentang cara berpikir Bella.


" Di lemari dapur."


" Oke."


Setelah Mark pergi. Bella berbicara pada Jhon yang berdiri tidak jauh darinya dan menunggu untuk di perintah.


" Apa kakak ku akan mengambil alih perusahaan mertuanya?" Bagaimanapun Bella sudah menyelidiki keluarga Brenda dan itu juga alasannya tidak terlalu khawatir pada kakak laki-lakinya.


" Ya, nyonya. Apa anda punya rencana?"


" Selidiki semua para pemegang saham di perusahaan itu. Jika memiliki niat yang buruk maka bantu kakak ku untuk menyingkirkannya dan yang baik pertahankan. Katakan pada mereka bahwa nyonya Sean akan menjadi pemegang saham baru.


" Baik, nyonya." Jhon segera melakukan apa yang Bella perintahkan.


Jika para pemegang saham mengetahui bahwa Bella akan menjadi penanam saham pada perusahaan yang sebentar lagi Brian ambil. Maka mereka tidak akan khawatir, apalagi mudah dipengaruhi oleh Amanda. Bella yakin Amanda dan ibunya tidak akan berhenti hanya sampai Brian dipaksa mundur.

__ADS_1


Mereka terlalu sombong, dan dia harus memberi pelajaran pada keduanya. Tidak lupa keluarga Einhart juga harus segera di bereskan.


__ADS_2