
Setelah menikah dengan Sean, kehidupan Bella banyak berubah. Mama mertuanya sering datang mengunjunginya atau memberi kabar lewat telepon. Nyonya Rosalina begitu perhatian dan memanjakan Bella seperti anak kandungnya sendiri.
Bahkan nyonya Rosalina bisa menempati posisi ibu yang selama ini Bella idam-idamkan. Kehadiran nyonya Rosalina menyembuhkan luka hati Bella yang selama ini di perlakukan tidak adil oleh kedua orangtuanya di masa lalu.
Sedangkan suaminya tidak pernah melanggar privasinya. Bahkan sangat menghargai istrinya, dan jarang bertemu. Biasanya, Sean berangkat kerja lebih dulu dan pulang sore. sedangkan Bella selalu pulang larut malam dari kliniknya.
Mereka akan terlihat bersama, saat pertemuan keluarga. Bahkan Bella dan Sean harus membuat drama sebelum pertemuan keluarga, agar mama dan papanya menganggap Mereka keluarga bahagia.
Hari ini, Bella dan Sean mengunjungi mansion orangtuanya. Sean di panggil oleh tuan Julian untuk membahas beberapa pekerjaannya. sedangkan Bella di suruh ikut berkumpul bersama keluarga Anderson.
Sean menghampiri mama dan papanya, sedangkan Bella duduk di taman belakang mansion milik mertuanya. Pemandangan yang sangat indah membuat hati Bella merasa sejuk dan nyaman.
Tiba-tiba, Adrian duduk di sampingnya." Hai, kakak ipar. Apa kau sudah lama di sini?" Tanya Adrian heran, karena dia tidak melihat kedatangan Bella dan Sean.
" Tidak, aku baru saja duduk di sini" Kata Bella.
" Btw, keluarga mu benar-benar seperti lintah darat." Kata Adrian, dia tahu kalau Clara selalu Ingin ikut ketika Bella ada pertemuan dengan keluarga suaminya.
" Aku setuju dengan pendapat mu." Bella menyetujui pendapat Adrian, karena memang keluarganya seperti lintah darat yang selalu meminta dipertemukan oleh keluarga Anderson.
" Kau itu benar-benar wanita yang aneh."
" Kenapa kau menganggap aku aneh?"
" Iya, karena kau tidak keberatan aku menghina keluarga mu."
" Bukannya aku tidak keberatan, cuman aku berpikir realistis. Mereka memang seperti itu, dan jika aku membela mereka apa yang aku dapatkan? Dan jika aku membiarkan mereka, apa yang akan terjadi padaku?"
Perbuatan keluarga Glover di masa lalu, membuat Bella menjadi pribadi yang dingin. Bahkan dia enggan memberikan kasih sayangnya kepada orang-orang yang tidak peduli kepadanya. Dan selalu berpikir realistis.
" Kau benar, aku sangat suka punya kakak ipar yang berhati dingin dan berpikir realistis."
__ADS_1
" Terimakasih atas pujian mu adik ipar."
" Terus, setelah kau selesai kuliah apa rencana mu?" Tanya Adrian penasaran.
" Mencari uang dan menjadi wanita kaya yang sukses dan terhormat." Ini adalah cita-cita Bella dari dulu, dia yang di besarkan tanpa keadilan. membuatnya berpikir bahwa kekayaan akan membuat dia lebih dihormati dan tidak di pandang sebelah mata.
" Kau sama anehnya dengan pikiran mu yang realistis." Kata Adrian yang takjub kepada Bella karena selalu berkata apa adanya.
" Kau tidak percaya? Aku akan membuktikannya kepada mu."
" Bukannya aku tidak percaya, sebenarnya kau sudah menjadi wanita kaya. Kau kan istri dari anak pertama keluarga Anderson. Bahkan tidur pun kau bisa mendapatkan uang, jika kau mau "
" Itu bukan kekayaan ku, dan bukan milikku. Aku ingin memiliki kekayaan dari hasil kerja keras dan kemampuan ku. Aku ingin membalas dendam pada orang yang telah menghina dulu, aku mau menunjukkan pada mereka bahwa nyawanya pun aku bisa beli."
Adrian yang mendengar ucapan Bella, membuatnya terpana. Bahkan baginya Bella sangat menarik.
" Iya, kau harus wujudkan itu. Tapi jika kau menjadi orang kaya, jangan lupakan aku."
Adrian merasa senang. kehadiran Bella membuat pertemuan keluarga menjadi berbeda dan membosankan, jika dulu dia harus bersaing dengan papanya untuk mendapatkan perhatian ibunya. Sekarang menjadi menyenangkan setelah kakak iparnya hadir.
Adrian yang menganggap Bella adalah wanita yang dia anggap orang yang sombong dan sangat sulit untuk di dekati ternyata cukup menyenangkan ketika diajak berbicara. Tidak seperti kakaknya yang membosankan jika ditemani berbicara.
Nyonya Rosalina yang melihat Adrian tertawa bersama Bella menarik perhatiannya. Dia pun menghampiri Bella dan Adrian.
" Kalian sedang membicarakan apa? Mama juga mau dengar." Kini nyonya Rosalina berkumpul dengan Adrin dan Bella sedangkan Sean dan suaminya duduk sedikit jauh. Mereka kalau bertemu hanya membahas pekerjaan. Bagi Adrian dan nyonya Rosalina itu sangat membosankan.
" Kami hanya membicarakan keluarga Glover yang tidak tahu malu." Adrian selalu jujur kepada ibunya. " mama kenapa berkumpul dengan kami? kemana pria posesif itu, apa dia membiarkan mu pergi?" sambung Adrian yang heran dengan kedatangan mamanya.
" Nak, seharusnya kau tidak boleh bicara seperti itu jika papa mu tidak ada. Kau harus membicarakannya dengan baik jika kau kesal."
" Siap, Baginda ratu."
__ADS_1
" Kau membuat mama malu!" Ucapan nyonya Rosalina membuat Adrian tertawa kecil. " papamu bersama suami kakak ipar mu, mereka terus saja membahas tentang bisnis. Mama sampai bosen dan telinga ku terasa tuli." Sambung nyonya Rosalina.
Adrian tertawa melihat mamanya. " Bisa-bisanya mama mengatakan hal itu."
" Kenapa tidak bisa!" ekspresi nyonya Rosalina membuat Adrian gemas kepada mamanya. Dia langsung mencium pipi mamanya saking gemasnya.
Kapan lagi dia bisa mencium mamanya. Bahkan untuk menemaninya saja, papanya tidak memberikan diskon. Sampai-sampai Adrian pasrah dengan sifat posesif papanya kepada mamanya.
Bella yang melihat interaksi antara Adrian dan nyonya Rosalina membuatnya iri. Andaikan dia lahir dari seorang ibu sebaik nyonya Rosalina, mungkin dia akan merasakan kehangatan seorang ibu. Dan memiliki kehidupan yang bahagia dan normal.
" Sayang, bagaimana kabarmu dengan Sean? Apa dia sering berlaku kasar dan mengabaikan mu?" Kini nyonya Rosalina, fokus kepada Bella karena selama dia bergabung dengannya dan Adrian, Bella hanya diam.
" Kami baik-baik saja, ma. Bahkan dia adalah suami yang baik, mama tidak perlu khawatir." Kata Bella, agar nyonya Rosalina tidak berfikiran aneh tentang hubungannya dengan Sean.
" Kau tidak bohong kan sama mama, sayang?" Kata nyonya Rosalina yang sedikit tidak percaya.
" Tidak ma, mana mungkin aku berani membohongi mama. Memang benar ma, Sean sangat baik kepada ku dan menghargai ku, ma." Baginya, Sean yang tidak menggangu privasinya dan sikapnya yang acuh adalah kebaikan Sean yang harus di puji didepan mertuanya.
" Baiklah sayang, mama harap kau selalu bahagia. Meskipun putra mama lumpuh, tapi dia pria yang sangat baik." Ada nada sedih di ucapan nyonya Rosalina. Orang tua mana yang tidak sedih melihat kondisi anaknya yang cacat.
" Aku tidak pernah mempermasalahkan kondisi suamiku, ma. Bahkan aku sangat bersyukur dia sangat menghargai ku sebagai seorang wanita. Dan mempunyai mertua sebaik mama. Ini saja bagaikan mimpi bagiku, ma.
Adrian dan nyonya Rosalina bisa merasakan ketulusan Bella, yang sangatlah bersyukur telah menikahi pria yang lumpuh dan menjadi anggota keluarga Anderson.
" Apa kau tidak beruntung memiliki adik ipar yang tampan seperti diriku?" Goda Adrian kepada kakak iparnya.
" Tentu, aku sangat beruntung, dan bersyukur memiliki papa mertua yang baik dan sangat kaya Raya." Canda Bella, agar suasana yang kaku sedikit cair, akibat kata-katanya tadi.
" Kau sangat benar kakak ipar, aku pun bersyukur memiliki papa yang sangat kaya raya." Candaan Adrian membuat mereka tertawa.
" Terimakasih sayang, mama sangat beruntung memiliki menantu sebaik dirimu." Kini pelukan hangat nyonya Rosalina menghampiri Bella yang telah lama kesepian.
__ADS_1
Betapa bahagianya Bella. Merasakan pelukan hangat dari seorang ibu yang sangat baik dan perhatian padanya. ' ma, aku akan selalu melindungi mu. Sekuat tenaga ku!" Batin Bella. Dia berjanji akan selalu melindungi keluarga Anderson .