
" Maksud ibu tidak begitu, sayang." Kata nyonya Viona. Yang sekuat tenaga menahan amarahnya, dan berkata lembut kepada Bella.
" Tapi maksudnya apa ibu? Orang yang mendengar kata-kata ibu, pasti berfikir saya ini kejam dan tidak menghargai kalian." kata Bella yang mulai melawan nyonya Viona. Baginya sudah tidak ada lagi ikatan keluarga dengan keluarga Glover. Setelah menjadi istri tuan Sean.
" Bella, jangan seperti itu kepada ibu. Aku sadar aku yang salah. Aku minta maaf kepada mu karena membuat mu tidak nyaman." kata Clara menahan emosinya.
" Baguslah kalau kau sudah sadar, jadi minta maaflah kepada adik iparku. Karena aku tidak ingin mereka salah paham dan berpikir kalau aku sengaja mempermalukan keluarga suami ku." kata Bella.
Clara dan ibunya sudah sangat emosi, ingin rasanya mereka menampar Bella yang sudah berani melawannya. Mereka yang berpikir akan di bantu oleh Bella malah tambah di pojokkan.
" Maafkan saya tuan Adrian." Kata Clara yang tepaksa. Andaikan dia tidak mengingat tujuannya untuk menjadi nyonya Anderson. Dia tidak akan meminta maaf.
" Tidak apa-apa. Tapi kau harus tau posisi mu. Saya hanya menganggap Bella bagian keluarga saya. Di luar dari itu saya tidak menganggapnya." ucap Adrian. Dia sudah muak dengan kelakuan Clara yang hanya mencari muka, dan sok cantik. Dan pergi meninggalkan mereka.
" Bella, ayo kita pergi menyapa mamah dan papah. Aku bosan disini." Kata Sean, yang sudah tidak nyaman berada diantara keluarga Glover.
" Baik." Jawab Bella singkat. Dia langsung mendorong kursi roda Sean dan pergi tanpa berpamitan kepada nyonya Viona dan Clara.
Nyonya Rosalina dan tuan Julian, yang dari tadi memperhatikan pertikaian kecil yang di sebabkan oleh keluarga Glover. Hanya diam, sebab mereka sudah tahu seperti apa keluarga Glover. Karena nyonya Rosalina yang jatuh cinta kepada Bella, dan menginginkannya menjadi menantu. Mungkin Tuan Julian tidak menaruh perhatian kepada keluarga Glover. Dia juga menuruti keinginan istrinya, karena dia tahu istrinya sangat pandai menilai seseorang.
" Selamat ya sayang, kalian sudah menjadi suami istri." Ucap nyonya Rosalina yang ramah kepada Bella dan Sean. Dia begitu bahagia melihat pernikahan anaknya.
__ADS_1
" Terimakasih mah." Balas Bella.
" Kalian, nanti bermalam di hotel saja. Supaya lebih dekat lagi." Kata nyonya Rosalina. Dia sangat menginginkan mereka lebih dekat lagi.
" Sepertinya, tidak ibu. Soalnya besok aku sudah mulai bekerja, sedangkan Bella ada kuliah besok." Sean tidak memberikan kesempatan kepada Bella untuk berbicara.
" Kenapa tidak? Inikan malam pertama kalian." Walau dia percaya kepada anaknya, dia tahu kalau Sean sudah mempunyai sedikit perasaan kepada Bella.
Bella yang melihat Sean yang hanya diam. Akhirnya berbicara." mah, biarlah kami melakukannya lain waktu saja."
" Tapi mamah, sudah tidak sabar ingin punya cucu, sayang. Apakah permintaan mamah, salah sayang?" Nyonya Rosalina sangat berharap mereka tinggal dulu beberapa hari di hotel.
" Tidak mah, permintaan mamah tidak salah. cuman kami harus saling mengenal dulu, baru bisa memberikan apa yang mamah minta." Sean tidak pernah menolak permintaan nyonya Rosalina. Meskipun permintaan nyonya Rosalina melanggar hukum dia akan melakukannya. Tapi saat ini dia tidak bisa. Karena sadar dirinya hanya pria cacat, dia menganggap dirinya tidak berguna sebagai seorang pria.
" Baik mah, aku akan selalu ingat pesan mamah." Begitulah Sean, dia sangat menyayangi nyonya Rosalina. Sehingga apa yang di katakan atau yang di minta nyonya Rosalina pasti dia akan menurut.
" Bagus, itu baru putra mamah." kata nyonya Rosalina, yang begitu bahagia dan wajah yang berseri-seri.
Tuan Julian yang melihat kebahagiaan istrinya dengan wajah yang berseri-seri, dia yang tahu bahwa istrinya masih menyimpan luka atas pengkhianatan ayahnya. Tuan Julian sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada putranya.
" Sayang, kalau Sean menyakiti mu dan membuat mu tidak bahagia. Kau harus lapor sama mamah. ku pastikan dia akan menyesal melakukan itu." kata nyonya Rosalina yang begitu menyayangi menantunya.
__ADS_1
" Iya mah." Bella yang merasa sangat disayangi oleh nyonya Rosalina. Sangat terharu dengan perhatian mertuanya. Bahkan perhatian yang diberikan mertuanya tidak pernah dia dapat dari ibunya sendiri, orang yang membesarkannya hanya memberikan luka, tak ada kasih sayang biar hanya sedikit pun. Bahkan Bella hanya di pandang sebelah mata oleh keluarganya sendiri.
Bella yang melihat kehangatan mertuanya. Sangat iri kepada Sean dan Adrian yang di besarkan oleh seorang ibu yang begitu menyayangi dan mencintai anak-anaknya tanpa ada yang di bedakan satu sama lain.
Acara pernikahan hanya berlangsung sampai jam 6 sore. Para tamu yang datang sudah mulai meninggal gedung pernikahan yang mewah.
Keluarga Anderson dan Bella juga sudah mulai meninggalkan gedung pernikahan. Tetapi ada saja penghalangnya.
Keluarga Glover yang tiba-tiba datang. dan mau meminta izin kepada Sean agar Clara bisa datang berkunjung dan menginap di mansion nya.
" Nak, meskipun kau sudah menikah. Ibu harap kau sering datang mengunjungi kami. Ibu Benar-benar akan sangat merindukan mu." ucap nyonya Viona lembut pada Bella. Wanita itu membuat drama baru lagi.
" Iya nak, Ibu mu benar. Bahkan kau bisa mengajak kakakmu menemani mu ketika suami mu tidak ada." Tuan Antonio juga mengambil bagiannya.
" Atau, Kalian bisa membawa kakak mu pulang lebih dulu." Ucapan nyonya Viona sedikit memaksa agar Bella tidak bisa menolaknya, dan langsung menatap Sean." Nak, istri mu itu gadis penakut, dia sulit berbaur dengan lingkungan barunya. Biarkan kakaknya menemaninya beberapa malam." Tentu saja tujuan Mereka untuk merusak malam pertama Bella dan Sean. Mereka tidak rela jika di masa depan yang menjadi nyonya di keluarga Anderson adalah Bella. Apapun mereka akan lakukan untuk menghancurkan hubungan Bella dan Sean.
Nyonya Rosalina yang pernah di khianati oleh ayahnya, melihat kelakuan keluarga Glover dia sangat kesal. Ingin rasanya dia memberi pelajaran kepada mereka. Tetapi Bella memberinya kode sehingga dia tidak perlu khawatir. Nyonya Rosalina semakin yakin kalau dia tidak salah memilih menantu.
" Istri ku apa benar kau wanita penakut dan sulit berbaur dengan lingkungan baru mu?" Tanya Sean kepada istrinya, dia tahu kalau keluarga Glover hanya bersandiwara.
" Aku baik-baik saja jika sendirian di mansion saat kau pergi bekerja. Aku juga akan berusaha berbaur dengan lingkungan hidup mu." Ucapan Bella seperti pisau yang tajam bagi keluarga Glover.
__ADS_1
Keluarga Glover begitu kesal mendengar perkataan Bella. Ingin rasanya mereka memberi pelajaran pada Bella.
Mereka tidak menyangka kalau Bella sekarang sudah berani melawannya. Bella yang dulu lemah ketika di intimidasi sekarang berubah seperti landak dengan duri yang sangat tajam.