
Keesokan paginya, Mereka masih tertidur lelap. Bella yang biasanya sudah bangun di jam 7 kini dia masih terlelap dalam tidurnya. Sedangkan pelayan dan Jhon mengetuk pintu kamar sean, aktivitas ini sudah menjadi kebiasaan mereka.
Jhon dan pelayan tidak tahu kalau Bella ada didalam. Karena tidak ada tanda-tanda pintu di buka membuat pelayan panik dan menyuruh Jhon untuk membuka pintu kamar sean.
Setelah berhasil membuka pintu, kini pelayan dan Jhon terkejut. Melihat pemandangan yang sangat romantis di pagi hari. Bella dan Sean masih saling berpelukan, melihat pemandangan yang begitu indah membuat dia terdiam. Setelah cukup lama melihat Sean dan Bella yang masih berpelukan, kini mereka saling menatap paham. Mereka berniat akan keluar dari kamar Sean secara diam-diam. Namun langkah mereka, kalah jauh dari pergerakan Bella yang tiba-tiba bangun dan melihat mereka. Bella terlihat sangat malu ketika melihat mereka berdua, kini dia melepaskan pelukan Sean dengan kasar sehingga Sean bangun dari tidurnya.
Tanpa membuang waktu Bella langsung lari, seperti pencuri yang ketahuan oleh pemiliknya. Jhon dan pelayan yang melihat Bella lari hanya tersenyum geli.
Ekspresi Bella yang sangat malu dan lari begitu cepat seperti drama yang manis di pagi hari. Sedangkan Sean tampak biasa-biasa saja tanpa merasa bersalah atau malu karena menjebak istrinya tidur bersama.
" Kau sangat berani tuan" Kata John yang kagum dengan kelicikan tuannya.
" Terimakasih Jhon atas pujiannya." Kata Sean yang duduk bersandar di kepala kasurnya. Sedangkan pelayan yang mendengar percakapan mereka, mulai paham kalau tuannya sedang berjuang untuk mendapatkan cinta nyonya Bella. Dia akan membantu tuannya untuk mendapatkan cinta nyonya nya.
Semua pelayan yang ada di rumah Sean sangat menyukai Bella. Jadi mereka sangat senang jika tuannya bisa bahagia bersama orang yang baik seperti Bella.
" Tapi anda tidak memikirkan resikonya tuan." Kata Jhon yang masih heran dengan pikiran tuannya.
" Jika kita takut dengan resiko, kita tidak akan bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. karena hidup penuh dengan resiko." Kata Sean dengan sombong nya.
" Anda sangat licik tuan, bahkan lebih licik di bandingkan saat menghadapi rekan bisnis." Kata Jhon.
" Ini baru permulaan, suatu hari nanti kau akan lihat betapa liciknya aku demi mendapatkan cinta istriku." Kata Sean
" Aku sudah tidak sabar menunggu waktu itu, tuan." Sean yang mendengar perkataan Jhon hanya tertawa kecil tanpa merasa bersalah sama sekali, bahkan dia senang karena bisa memanfaatkan kepolosan istrinya.
" Apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?" Tanya Sean karena dia melihat wajah ragu-ragu dari jhon.
" Iya tuan. Kemarin malam, aku mendapatkan informasi kalau nyonya bertemu dengan keluarga Glover. Mereka berencana mempermalukan nyonya di depan banyak orang tetapi mereka gagal karena nyonya melawan. Bahkan mereka yang menanggung malu akibat permainan nyonya."
Sean yang mendengar kata-kata Jhon kesal karena keluarga Glover lagi-lagi mengganggu istrinya. Tidak bisakah mereka tidak membuat masalah? atau mengusik ketenangan istrinya? Ini sangat menyebalkan bagi Sean. Apalagi kalau mengingat perlakuan mereka yang sangat kejam kepada istrinya, di masa lalu.
__ADS_1
Sebelum mereka menikah keluarga Glover datang kerumah keluarga Anderson. Tuan dan nyonya Glover meminta uang balas jasa karena telah membesarkan Bella.
Bahkan mereka meminta uang dengan jumlah yang sangat besar. Walaupun keluarga Anderson tidak mempermasalahkannya tetapi ini seperti mereka sedang menjual putrinya sendiri. Mereka juga menuntut uang perawatan Bella selama dia masi kecil. Bagi Sean ini sangat memalukan.
" Sepertinya urat malu mereka sudah tidak ada, mereka tidak merasa bersalah setelah menjual putrinya dengan harga yang sangat mahal." Sean tidak keberatan uang yang dia berikan kepada keluarga Glover. Dia juga melakukan itu agar keluarga Glover yang tidak tahu malu itu, tidak lagi mengganggu istrinya tetapi sekarang apa yang terjadi, mereka masih mengganggu istrinya. Belum lagi kalau nanti istrinya tahu kalau keluarga Anderson memberikan uang balas jasa kepada keluarga Glover pasti hati Bella akan semakin terluka.
" Aku juga mendengar kalau putri tertua mereka sangat terobsesi ingin menjadi nyonya Anderson, bahkan mereka ingin menghancurkan kehidupan nyonya Bella, tuan."
" Wah, mereka sangat berani?" kata Sean dan tersenyum sinis.
Sebenarnya Sean bisa menghancurkan keluarga itu, tapi dia tahu kalau Bella ingin membalas dendamnya dengan tangannya sendiri.
" Apa yang akan anda lakukan, tuan?" Jhon menunggu perintah tuannya untuk membalas keluarga Glover yang tidak tahu malu.
" Kita tidak perlu ikut campur, biarkan istri ku yang membalas dendamnya dengan tangannya sendiri. Kau hanya perlu menjaganya dari kejauhan." Kata Sean dia tidak mau istinya tersinggung, dan membiarkan istrinya sendiri yang membalas.
" Baik tuan."
Sean yang baru sampai di kantor nya di sambut oleh sekretarisnya.
" Tuan, ada nona Clara yang mencari anda?" Kata sekretaris Sean
" Abaikan saja dia, aku tidak ingin melihatnya." Kata Sean yang sangat kesal.
Sepertinya keluarga Glover itu tidak mengenal kata mundur membuat Sean hilang kesabaran.
" Tapi tuan, ini bukan pertama kalinya dia mencari anda, beberapa kali dia datang kesini untuk menemui anda. Tapi kami tidak melaporkan nya kepada anda."
Kini Sean melihat sekretarisnya dan mendapatkan ide untuk memberikan pelajaran kepada Clara.
" Baiklah, biarkan dia masuk. Dan kau kirimkan rekaman cctv, buat dia berkunjung kesini. Buat dia seperti perempuan yang merayu suami adik perempuannya." Bukankah memberi pelajaran kepada clara sangat menyenangkan. Dia juga sedikit membantu Bella membalaskan dendamnya.
__ADS_1
" Baik tuan." Semua berjalan dengan cepat, tidak lupa sekretarisnya mengambil rekaman hari ini.
Setelah Clara di izinkan masuk keruangan Sean, dia mengubah sikapnya menjadi seorang penggoda. Dia tidak tahu kalau dia sedang di awasi cctv.
" Selamat pagi, tuan Sean." Kata Bella penuh semangat dengan senyuman yang sangat ramah.
" apa mau mu?" Tanya Sean singkat karena malas melihat wajah wanita munafik yan ada di depannya.
" Saya mau melamar pekerjaan, aku dengar kau butuh sekretaris baru. Aku mau melamar sebagai sekretaris mu, aku sangat pandai dan bisa di andalkan, aku juga akan memberi mu pijatan yang hangat jika kau lelah bekerja." suara Clara begitu lembut dan manja.
Sean yang mendengar suara Clara sangat jijik bahkan baginya itu sangat memalukan membuat Sean ingin muntah.
Perusahaan Sean sembilan puluh lima persen kebanyakan laki-laki. Bahkan dua sekretaris nya adalah seorang laki-laki. Bukannya dia tidak suka dengan perempuan. Tapi dia tidak mau mempekerjakan wanita muda yang hanya terobsesi ingin menjadi nyonya Anderson.
" Apa kau tidak tahu kalau karyawan saya kebanyakan seorang laki-laki? Saya tidak butuh karyawan wanita. Bahkan kau sangat sombong di hadapan ku. Kau memintaku menjadikanmu sekretaris dan menjadi pelayan untuk ku. Maaf aku adalah laki-laki beristri, ayahku selalu mengajariku untuk selalu menghormati istriku dan menolak segala jenis wanita ******." Kata Sean yang menyinggung Clara.
Clara sangat terpana, dia merasa malu dengan ucapan Sean karena dia sudah di hina dan di sebut wanita ******.
" Anda sangat keterlaluan tuan, apa Bella yang meminta mu melakukan ini hal ini kepada ku? Anda sudah menghinaku, bagaimana bisa anda melakukan ini kepada kakak ipar mu?" Kini Clara menangis didepan sean. Tetapi air mata itu tidak berguna bagi Sean.
" Kau tahu aku sangat kejam! seharusnya kau bersikap sopan ke padaku. Bukankah sebagai seorang kakak ipar kau seharusnya tidak datang sendirian ke kantor adik ipar mu, dan menjadi wanita penghibur?"
" T-tidak seperti itu."
" Sudah, sekarang kau keluar dari ruangan ku. Jangan pernah kau datang kemari apalagi memperlihatkan wajah mu yang menjijikan itu. Ingat aku tidak pernah menganggap kalian keluarga, meskipun aku adalah suami adik perempuan mu. Ingat posisi mu sekarang dan berhenti bermimpi untuk menggantikan posisi Bella. Karena dia adalah istri ku dan selamanya akan menjadi istriku." Sean sudah tidak bisa menahan rasa kekesalannya kepada Clara
Clara seperti batu, dia enggan pergi dari ruangan Sean meskipun dia dihina mentah-mentah olehnya. Namun Sean tidak kehilangan akal untuk mengusir Clara. Dia meminta seorang petugas untuk membawa Clara keluar dari ruangan Sean sampai di depan gerbang pintu masuk perusahaan nya.
Belum hilang rasa malunya karena di usir dengan sangat kejam. Para netizen mulai menghinanya di sosial media karena rekaman cctv yang sudah tersebar di internet. Video yang memperlihatkan dia berusaha menggoda adik iparnya. Bahkan netizen mencaci maki Clara dan keluarga Glover di sosial media.
Sedangkan aku anonim, tidak ada hentinya menyebarkan rekaman cctv itu dengan judul 'seorang kakak perempuan merayu dan berniat merebut suami adik perempuannya.' Kini reputasi Clara sudah hancur.
__ADS_1