
" Jadi, bagaimana kita akan menangani pria ini?" Li Wei yang kesal akibat penolakan Chelsea melampiaskannya pada Gio.
" Aku berencana menghancurkannya bersama keluarganya." Sean menjawab dengan mudah, membuat Gio di rugikan.
" Bukankah kau sudah berjanji akan melepaskan aku dan kekayaan ku? Lalu kenapa sekarang kau menarik kata-kata mu? Aku benar-benar merasa dirugikan."
" Apa kau mendengar bahwa aku berjanji akan melakukannya saat berbicara pada mu?"
" Kau!!!" Gio sangat marah. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa selain berteriak.
" Tahan dia dan lepaskan setelah misi ini selesai." Chelsea tiba-tiba bersuara membuat Li Wei tidak percaya dan semakin cemburu. sedangkan Bella dan Sean terlihat biasa-biasa saja seolah mereka sudah tahu bahwa Chelsea akan mengatakan itu.
" Kenapa? Apa karena dia pernah menjadi pengagum mu? Jadi kau ingin melepaskannya, padahal jelas-jelas dia hampir membuat mu terbunuh di masa lalu." Li Wei kehilangan kesabaran.
" Apa yang terjadi kepada mu? kenapa kau terlihat marah? Dan apa hubungan mu dengan masa lalu ku?" Chelsea yang masih belum peka menjawab dengan santai, dia tidak tahu bahwa Li Wei sudah dalam mood yang sangat cemburu.
" Baiklah, hentikan perdebatan kalian berdua. istri ku lelah dan membutuhkan banyak istirahat. Kalian berdua bisa melanjutkannya ditempat tinggal kalian."
Tanpa menjawab Li Wei menarik tangan Chelsea. Meninggalkan Bella dan yang lainnya mematung. Gio yang menyadari bahwa sudah ada pria lain yang mencintai Chelsea tiba-tiba merasa sedih. Andai rencana berjalan lancar, mungkin dia bisa menyembunyikan Chelsea disisinya selamanya agar tidak ada yang memiliki wanita itu selain dirinya.
***
" Lepaskan tangan ku! Kenapa kau menjadi marah seperti ini?" Chelsea menatap bingung pada Li Wei.
" Apa kau tidak melihat sesuatu yang berbeda dari ku? Apa masih belum jelas semua tindakanku selama ini kepada mu?" Li Wei benar-benar akan segera gila jika Chelsea belum menyadari cintanya.
" Tidak, kau terlihat sama seperti biasanya."
Karena terlalu kesal Li Wei mengambil tindakan yang sangat berbahaya namun akan menyadarkan Chelsea bahwa tida ada persahabatan antara pria dan wanita, hanya ada cinta di antara salah satu pihak.
Ciuman yang tiba-tiba itu membuat Chelsea terkejut, dan secara refleks mendorong tubuh Li Wei. Sayangnya, kekuatan Li Wei terlalu sulit untuk dikalahkan. Maka Chelsea hanya bisa pasrah, meskipun matanya mulai basah karena itu pertama kalinya dia mengalami sentuhan yang tidak biasa.
Meskipun ada seribu penyesalan dalam hatinya, Li Wei tetap melanjutkan ciuman itu hingga Chelsea berhasil mengigit bibirnya sampai berdarah lalu ciuman tersebut terhenti.
" Maafkan aku." Li Wei tidak minta maaf atas kelancangannya, dia merasa tindakannya itu benar karena dia mencintai Chelsea. Dia hanya minta karena dia tidak bisa lembut hingga Chelsea menangis.
__ADS_1
" Kau keterlaluan!" Suara Chelsea terdengar serak karena dia menahan tangisnya.
" Aku mencinta mu, dan aku tidak akan pernah menyesali perbuatan ku. Percaya atau tidak, ketika aku sudah menandai seseorang maka dia harus menjadi milikku entah dia suka atau tidak."
Mendengar perkataan jujur Li Wei yang terkesan arogan membuat Chelsea merasa aneh pada dirinya. Dia tidak benci atau jijik, namun juga dia tidak tahu apakah itu perasaan senang atau yang lainnya.
" Chelsea Anastasya, kau milik ku dan akan ku pastikan kau mati menggunakan nama keluarga ku." Setelah itu, Li Wei pergi meninggalkan Chelsea yang masih tidak percaya bahwa dia akan berurusan dengan pria yang cintanya sangat tidak biasa.
Li Wei yang berhasil kabur menghentikan mobilnya di dekat lapangan untuk menenangkan dirinya. Dia tahu bahwa dirinya memang salah karena telah terburu-buru. Namun jika dia terus menunggu maka semuanya akan sia-sia.
" Halo, aku pikir kau sudah melupakan temanmu ini?"
Karena tidak kunjung mendapatkan ketenangan. Li Wei memutuskan menghubungi salah satu temannya yang ada di Negara C yang terkenal playboy. Mungkin pria itu bisa membantunya mendapatkan hati Chelsea.
" Aku sangat sibuk akhir-akhir ini, jadi tidak ada waktu untuk menyapa mu."
" Baiklah, kau akan selalu menggunakan alasan seperti itu saat kau sibuk dengan seorang wanita."
" Dari mana kau tahu tentang hal itu?"
Li Wei tertawa kecil. Menertawakan dirinya yang seperti pria konyol karena menyebut Chelsea sebagai calon istrinya yang jelas-jelas wanita itu enggan dekat dengannya.
" Apa kau bisa membantuku?"
" Bantuan apa yang kau inginkan dari seorang playboy seperti ku? Jangan bilang wanita itu menolak mu."
" Tidak, aku bahkan kabur sebelum mendengar jawabannya."
" Apa maksud mu?! Bicaralah dengan jelas."
" Aku menciumnya dan aku menyatakan cinta kepadanya."
" Lalu, kenapa kau tidak menunggu jawabannya? Mungkin saja dia menerima cinta mu?"
" Masalahnya adalah, aku terlalu cemburu dan tidak mempertimbangkan bahwa dia mungkin belum pernah di cium oleh seorang pria."
__ADS_1
" Apa kau bercanda? Tidak ada wanita yang belum pernah melakukan first kiss."
" Tentu saja ada, muridku dari Negara A tidak pernah melakukannya dan aku percaya itu."
" Hmm, Baiklah. kalau begitu aku yang salah."
"Jadi, bagaimana pendapat mu tentang kisah ku ini?"
" Cari wanita lain yan sudah pasti akan jatuh cinta kepada mu."
" Tidak semudah itu, aku benar-benar sangat mencintainya."
" Kalau begitu, buat dia mengakui perasaannya pada mu."
" Bisakah kau serius saat berbicara?" Li Wei merasa sekuat saran temannya tidak masuk akal.
" Maksudku, buat jarak antara kau dan dirinya. Jika dia sudah mulai jatuh cinta dan bergantung pada mu, maka dia akan mendekati mu dengan kemauannya sendiri."
" Dan jika dia malah semakin menjauhi ku? Apa yang harus ku lakukan? Kenapa ide mu sangat berisiko?"
" Kau harus mencobanya. Jika dia semakin jauh, maka buat dia mengandung anak mu dan kau pasti akan menikah dengannya."
" Lalu, keesokan harinya kau mendengar berita kematian ku."
Suara gelak tawa terdengar di seberang telepon, membuat Li Wei ingin memukul temannya tersebut.
" Jangan pernah takut mengambil resiko. Jika selama ini kau sudah memanjakannya dan selalu ada untuknya. Maka semuanya akan mudah, ditambah lagi tentang perkataan mu tentang wanita itu. Aku yakin dia wanita baik-baik, dan biasanya akan mudah tersentuh pada pria yang tulus.
Akhirnya Li Wei mendapatkan kepercayaan diri lagi setelah mendengar perkataan temannya.
" Kau benar, terima kasih atas ide mu. aku pasti akan mengundang mu saat kami resmi menikah."
" Tentu, aku tunggu kabar baik itu."
Setelah itu Li Wei memutuskan sambungan teleponnya. Lalu, dia melanjutkan perjalannya untuk kembali ke apartemennya.
__ADS_1