
Hari ini, Bella memutuskan belajar memasak untuk pertama kalinya selama 22 tahu hidupnya.
Di masa lalu, dia akan memakan nasi sisa dari keluarga Glover dan membeli makanan cepat saji yang cukup membahayakan kesehatan jika di konsumsi berkelanjutan.
Lalu, seiring berjalannya waktu. Dia tidak memiliki waktu luang hingga memutuskan makan dimana saja. Entah di cafe, restauran kecil atau gerai di pinggir jalan.
Namun, entah kenapa dia ingin mencoba hal yang lain. setelah melihat video tentang proses memasak. Dia mulai penasaran, dan para chef yang bekerja di rumah panik melihat kehadiran sang nyonya.
" Aku mau belajar memasak. Hari ini, suami ku sedang bekerja, dan aku berencana membawakan makan siang untuknya." Jika itu nyonya kaya yang biasa, mungkin tidak ada yang akan melarangnya. Namun, wanita glamor yang di kelilingi banyak bodyguard tidak peduli.
Namun, ini berbeda. Sean sangat memanjakan istrinya, dan semua orang di rumah tahu itu.
Bagaimana kalau dalam proses memasak, tangan nyonya mereka terluka atau tersiram air panas. Sudah pasti mereka akan kehilangan kesempatan hidup.
" Biarkan kami saja yang melakukannya, nyonya. Anda bisa memberitahu kami resepnya." kepala chef berusaha membujuk Bella agar tidak melakukan apa yang sedang dia rencanakan.
" Aku ingin menggunakan tangan ku. Jangan khawatir, kalian tidak akan mendapatkan masalah."
" Tapi, nyonya."
" Begini saja, kau berdiri di sisi ku. Mengawasi dan mengajari ku memasak, aku benar-benar buta tentang dapur. Jadi, kau adalah orang yang tepat untuk membantu ku."
Melihat sang nyonya tidak akan mundur dan memintanya untuk membantu. Kepala Cher di rumah Sean akhirnya menuruti permintaan Bella.
Dia mulai memberikan instruksi apa dan bagaimana cara memasak. Semua pelayan mengawasi nyonya dari jarak dekat. Berjaga-jaga jika sesuatu terjadi pada nyonya mereka.
Nyawa mereka ada di tangan Bella. Jika masih ingin melihat matahari pagi, maka mereka harus menjaganya secara protektif.
Awalnya, Bella ingin menyerah. Ini lebih sulit dari belajar dan menjadi seorang Dokter. Bella mulai paham, menjadi ibu rumah tangga tidak seindah yang dia bayangkan.
Tidak hanya mereka harus melayani suami, mendidik anak-anaknya. Dia juga harus memasak untuk mereka, membersihkan rumah, sehingga pekerjaan itu tidak akan berhenti sampai malam.
Dia hanya sebagian dari banyaknya wanita yang beruntung, menikahi pria kaya raya dan diperlakukan layaknya seperti seorang ratu.
Lalu, bagaiman dengan mereka yang ikut menjadi tulang punggung mereka. Bella sangat menghormati wanita-wanita yang kuat seperti itu.
Hari ini, Bella ingin membuat tongseng dari daging yang masih melekat dengan tulangnya. Seperti tulang iga dan tulang belakang, bahan-bahan ini dicampur dengan sayuran seperti kol, bawang putih, tomat dan kecap manis. kombinasi dari rasa gurih, manis dan asin dari tongseng.
Lalu masakan yang kedua sup udang yang di campur dengan sayuran seperti wortel dan kentang.
__ADS_1
Aromanya membuat semua orang tiba-tiba menjadi kelaparan. Kalau saj kepala chef tidak membantunya, mungkin Bella tidak akan bisa menyelesaikan semuanya dengan benar.
Puas melihat masakannya yang berkolaborasi dengan kepala chef. Lalu membungkus semuanya, dan membawanya pergi keperusahaan.
Dia juga sengaja tidak memberitahu Sean. Dia ingin memberikan kejutan pada sang suami. Bagaimanapun ini kunjungan pertamanya atas dasar keinginannya sendiri.
Saat sampai di perusahaan. Bella yang biasanya naik lift CEO terhenti saat mendengar suara dengan nada penuh hinaan dari seorang wanita cantik yang memakai gaun mewah. Bahkan mata Bella menyipit akibat terlalu berkilau melihat aksesoris yang dipakai wanita tersebut.
Bella yang datang dengan gaun sederhana berwarna merah muda untuk pertama kalinya juga sangat menarik perhatian.
Karyawan yang kebanyakan pria, langsung menatap kagum pada Bella. Tidak hanya cantik, dengan gaun yang sederhana dan riasan yang tipis di wajah membuatnya seperti seorang remaja wanita yang berusia 18 tahun.
Sedangkan wanita yang mengukurnya, terlihat cukup tua dari usianya yang sebenarnya.
Ketika Bella ingin menekan tombol lift wanita itu langsung memberikan komentar yang menghentikan segala macam jenis aktivitas yang ada di ruangan.
Mereka mengenal Bella dengan baik, istri CEO mereka sekaligus permata di mata suaminya.
Tidak ada yang berani menyinggungnya karena itu sama saja menyerahkan diri pada kematian yang mengerikan.
Bagaimanapun, dia putri dari pejabat tinggi di ibukota. Semua orang memberikan hormat padanya kemana pun dia pergi.
Maklum, Atara Chelsea Xavier. Baru pulang dari luar negri setelah bertahun-tahun belajar. Dia belum mendengar kalau semua sudah menikah dan sangat memanjakan istrinya.
Pertemuan mereka sewaktu kecil, di tambah hubungan kakeknya dan kakek Sean cukup dekat. Atara atau biasa di panggil Tara jatuh cinta hingga dia memutuskan untuk mengejar cinta Sean saat mereka bertemu ketika sudah dewasa.
" Apa perusahaan kak Sean benar-benar mengizinkan orang kampungan datang dan dengan sombongnya ingin menggunakan lift CEO? Apa tidak ada yang berani mengusir wanita kampungan tidak tahu malu ini?
" Kau orang kampungan, pasti seluruh keluarga mu juga kampungan."
Orang-orang mengumpat dalam hati, tidak lama perusahaan akan diterpa awan hitam karena ada yang berani menghina istri CEO mereka.
" Hei! Apa kau tidak di ajari sopan santun? Bagaimana bisa kau membawa kotak nasi di perusahaan yang bernilai triliunan! Sangat kampungan. Siapa suami dari wanita ini? Suruh dia mendisiplinkan istrinya yang kampungan ini."
Para bodyguard Tara menghentikan langkah Bella yang ingin masuk kedalam lift. Bella tidak terganggu sama sekali, namun tidak ada yang menyadari kalau itu kediaman sebelum badai.
" Nona, sebaiknya anda sopan. Dia bukan seseorang yang bisa anda singgung." karyawan resepsionis segera mengambil tindakan, dia dan teman-temannya tidak ingin kehilangan pekerjaannya dan menjadi pusat kemarahan CEO mereka.
" Hei! Beraninya kau mengajari ku. Apa kau tidak tahu kalau aku putri keluarga Xavier? Aku bisa membuat mu hancur hanya dengan menjentikkan jari."
__ADS_1
Betapa sombongnya. Para karyawan yang melihatnya tidak suka.
Dari awal sampai akhir Bella hanya diam. Dia merasa tidak senang ketika Tara menyebut nama suaminya dengan panggilan akrab seolah-olah mereka pernah menjalin sebuah hubungan.
Entah dia sadari atau tidak. Bella sudah cemburu pada wanita sombong yang masi belum dia ketahui identitasnya di mata suaminya.
'Dari caranya memanggil Sean, mereka sepertinya sangat akrab. Tapi kenapa aku tidak pernah tahu? Atau jangan-jangan pria itu sengaja menyembunyikannya.'
Wajah Bella semakin tidak senang ketika memikirkan hal tersebut.
Karena suasana hatinya sudah tidak baik, Bella memutuskan untuk kembali dengan bekal makan siang di tangannya. ingin rasanya dia memukul Sean jika bertemu hari ini setelah melihat sosok Tara.
Namun, ketika mulai melangkahkan kakinya. Tiba-tiba sekretaris Sean yang mendapatkan laporan dari karyawan resepsionis tentang kehadiran istri CEO mereka. Langsung turun dan menghentikan Bella.
" Nyonya, tunggu!" Teriakan sekretaris Sean Membuat Tara tidak senang. Apalagi mendengar panggilan yang digunakan sekretaris Sean pada Bella.
" Nyonya? Apa dia wanita simpanan kak Sean?" Suaranya cukup jelas dan bisa didengar oleh semua orang termasuk sekretaris Sean yang kini kakinya hampir berubah seutuhnya menjadi jeli.
Beraninya dia menghina nyonya Sean yang sangat luar biasa.
Diabaikan begitu saja, Tara semakin tidak suka.
" Mari, nyonya. Bos pasti senang kalau tahu anda datang dengan bekal makan siang. Kebetulan Bos belum makan dan fokus berkerja hingga melupakan waktu." Sebisa mungkin sekretaris Sean membujuk Bella yang sudah kesal.
Sesaat, Bella menatap kearah Tara. Entah kenapa dia merasa senang ketika mendapati wajah Tara yang tidak terlihat senang ketika melihat perlakuan sekretaris Sean padanya.
Dan ini membuatnya ingin melakukan lebih. pada akhirnya dia akan mengikuti sekretaris Sean dan menantikan kehebohan yang Tara lakukan di perusahaan suaminya.
Keduanya berjalan tanpa melihat kearah Tara yang sudah memasang wajah yang sangat kesal.
" Hei! tunggu aku juga ingin bertemu dengan kak Sean. Kenapa kau tidak membawaku juga?"
" Maaf lift ini hanya di peruntukkan untuk CEO dan orang-orang penting. Sekretaris Sean memberikan jawaban yang membuat Tara malu dan semakin marah.
" Lalu, kenapa wanita kampungan ini bisa? Aku jadi lebih baik darinya?"
Sekretaris Sean tidak menjawab karena merasa itu hanya membuang-buang waktu.
Sebelum Bella masuk kedalam lift, dia membisikkan seseorang pada Tara.
__ADS_1
" Jadi bagaiman? Nona hebat, kau bahkan kalah dengan wanita kampungan seperti ku." ucapan Bella membuat emosi Tara naik. Namun, dia tidak bisa menjangkau Bella karena sudah menghilang oleh lift.