
Akhir pekan, setelah Bella menyelesaikan pekerjaannya di klinik tanpa pengawasan Robby. Akhirnya dia bisa bersantai di rumah.
Sebenarnya, tanpa dia sadari. Saat Bella meminta Sean tidak mengawasinya saat dia pergi atau meminta supir pribadi menjemputnya. Sean sudah menyiapkan pengawal untuk Bella tanpa sepengetahuan sang istri.
Seperti, di klinik Bella. Beberapa perawat sudah dia ganti dengan orang-orangnya. Mempekerjakan pengawal dengan bawahannya dan memerintahkan beberapa Dokter wanita untuk membantu istrinya.
Tanpa Bella sadari, dia sudah berada dalam pengawasan suaminya yang sangat ketat.
Pagi hari, Brenda menghubungi Bella untuk datang kerumahnya walau hanya sebentar. putri mereka sangat merindukannya dan mungkin dengan kedatangan Bella, keadaan Ara bisa membaik.
Setelah itu, Bella menemui sang suami untuk mengajaknya pergi. Namun, Sean yang melihat tingkah istrinya yang gelisah menjadi penasaran.
" Ada apa?" Sean bertanya karena melihat gerak gerik istrinya yang gelisah.
Ini lah Sean sekarang, dia tidak akan pergi ke kantor jika sang istri tinggal di rumah. Dia tidak akan melewatkan untuk berduaan dengan istrinya.
Bahkan dia enggan pindah dari kamar sang istri, dan Bella tidak mempermasalahkan itu. Meskipun beberapa kali Bella bertanya pada suaminya, dengan santainya Sean menjawab kalau dia tidak bisa tidur tanpa kehadiran istrinya.
" Apa kau sibuk?" Tanya Bella pada sean. Sebenarnya, Bella bisa saja pergi sendirian. Tapi entah kenapa dia berinisiatif untuk mengajak sang suami ikut.
" Tidak, apa kau ingin pergi?" Melihat gerak gerik istrinya Sean bisa menebak kalau sang istri ingin pergi dan berniat untuk mengajak dirinya. Hal ini membuat dia semakin bersemangat.
" Iya, bisakah kau menemaniku untuk menjenguk seseorang?"
" apa dia temanmu?"
" iya, tapi jika kau keberatan. Aku bisa pergi bersama Robby." Tentu saja Sean tidak akan menolak, sangat jarang istrinya berinisiatif untuk mengajaknya pergi bersama.
" Aku bersedia, kemana kita akan pergi?" Tanya Sean.
" Kerumah Ara. Gadis kecil yang pernah aku selamatkan beberapa bulan lalu. Dia sangat menggemaskan dan sepertinya aku ingin memiliki bayi seperti dia." Ucapan terakhir Bella membuat senyumnya merekah.
Baiklah, Sean akan berusaha untuk mendapatkan kaki normalnya dan mereka bisa memilki bayi perempuan yang menggemaskan seperti istrinya.
" oke, kita beli buah-buahan dan mainan untuk gadis kecil itu." Sebenarnya Sean sudah tahu tentang gadis kecil itu, dan dia tidak keberatan kalau istrinya dekat dengan keluarga William.
__ADS_1
" Terimakasih."
Sekarang mereka bersiap-siap. Setelah itu, Robby menyiapkan mobil dan mereka pergi kekediaman Ara.
Saat sampai disana, pelayan Brian menyambut Bella dengan ramah. Karena mereka sudah kenal Bella sebelumnya dan membawakan hadiah yang sengaja Bella bawa untuk di berikan pada Ara.
Ada ketidaknyamanan yang di rasakan para pelayan yang melihat Sean yang dikenal sangat kejam. Namun, mereka tidak berani bersuara. Dan paham jika nyonya Bella adalah istri Tuan Sean
" Kau akhirnya tiba. Maaf, karena membuatmu harus keluar saat musim dingin." Brenda jadi tidak enak dengan Bella.
" Tidak masalah, suamiku bisa ikut jadi aku tidak akan kedinginan." Kata-kata Bella cukup normal baginya. Karena Sean selalu menyiapkan jaket dan selimut di mobilnya.
Namun, bagi orang lain. seperti, Brenda akan salah paham dan berpikir hal lain. Tapi juga tidak merasa aneh karena mereka pasangan suami istri. ditambah lagi berita akhir-akhir ini cukup menggemparkan banyak orang. Ternyata berita itu tidak di lebih-lebihkan.
Sedangkan Sean suka dengan kesalahpahaman yang di buat istrinya.
" Dimana Ara?" Tanya Bella.
" Dia ada di kamarnya, kau duduk dulu biar aku bawa dia kemari."
" Tidak. Dia sedang demam dan tidak baik membuatnya kedinginan. Aku akan menjenguknya. Apakah boleh? Aku juga ingin membawa suamiku, agar dia percaya kalau Ara adalah gadis kecil yang sangat lucu."
Brenda senang, bagaimanapun dia menyukai kepribadian Bella. Dan mendukung adanya kehamilan padanya dalam waktu yang dekat. Pasti anaknya sangat cantik atau tampan seperti ayah dan ibunya.
Karena keluarga Brian baik padanya, maka sifat acuh Bella juga berkurang. Dia mulai nyaman dan tinggal bercerita dengan Brenda.
Saat melihat Ara yang duduk diatas ranjang dan menunggu kedatangannya. Bella tersenyum senang dan memperkenalkan Sean pada gadis kecil tesebut.
Dia juga menekankan pada Sean agar memasang wajah yang bersahabat dan tidak memasang wajah datarnya ketika bertemu orang-orang luar.
" Maaf, akhir-akhir ini aku sangat sibuk dan baru bisa menjenguk mu sekarang. Apa kau tidak marah?" Kata Bella pada Ara
" Tidak, aku suka akhirnya kakak datang kesini."
" Senang mendengarnya. Oh ya, ini suamiku. Kami sudah menikah, seperti ayah dan ibu mu yang tinggal satu rumah." Bella sengaja menjelaskan lebih karena dia takut kalau Ara akan bingung dengan sebutan 'suami'.
__ADS_1
" Halo, kakak tampan. Apa kau juga akan memiliki anak sama seperti ayah dan ibu yang memiliki ku?" Ara sangat antusias dan senang jika dia bisa memiliki adik dari anak Bella.
" Belum, tapi kami akan usahakan. Kau mau adik yang seperti apa?" Ini kali pertamanya Sean berbicara dengan anak kecil dengan ekspresi bersahabat yang di buat-buat.
" Laki-laki dan perempuan baik semua. atau keduanya dalam waktu yang bersamaan, pasti sangat menyenangkan punya adik kembar."
Brenda yang mendengar celotehan sang putri hanya tertawa kecil. Melihat antusias sang putri dan wajah bersahabat Sean. Rumor tentang Sean di luar tidak bisa dia percayai sepenuhnya.
" Apa kita bisa punya anak kembar? Sepertinya menarik! Satu seperti diri mu dan satu seperti Ara. Pasti sangat lucu."
Entah Bella tidak melihat tatapan lapar suaminya. Atau dia hanya beranggapan kalau memiliki anak kembar sangat menyenangkan tanpa memikirkan prosesnya. Sehingga dia sangat bersemangat.
" Kita akan mencobanya nanti."
" Benarkah? Apa anak itu akan benar-benar kembar? Aku ingin memiliki mereka."
" Kita bisa, konsultasi dengan Dokter kandungan. Teknologi semakin canggih, pasti bisa."
Setelah mendengar ucapan Sean yang sangat menjanjikan, Bella sangat menantikan kehadiran anak diantara mereka.
Karena Bella tidak benar-benar memikirkan prosenya, dia sangat antusias. Seandainya dia memikirkannya dengan baik, mungkin wajahnya akan memerah dan merasa malu saat menatap suaminya.
" Jadi, kapan kita akan ke Dokter kandungan untuk proses bayi kembar kita?"
" Nanti, tapi kita jangan bahas hal seperti itu di depan anak kecil. Itu tidak baik nya."
Sean benar-benar tidak tahu harus bagaimana menghadapi kepolosan istrinya. Rasanya ingin tertawa tapi tidak mungkin jika dia tertawa di depan istrinya.
" Oke."
Lalu Bella menemani Ara bermain dan di awasi oleh Sean. sedangkan Brenda pergi kedapur untuk menyiapkan makan siang.
Brian sudah tahu kalau Bella dan Sean akan berkunjung kerumahnya. Sebenarnya dia tidak sabar ingin melihat wanita yang identitasnya masih sangat sulit dia dapatkan.
Brian sudah menyelidiki Bella tapi masih sulit mendapatkan informasinya. Dia hanya tahu kalau Bella tiba-tiba muncul di keluarga Glover, tapi dia tidak mendapatkan informasi kapan dan usia berapa Bella tinggal di keluarga Glover.
__ADS_1
Seolah-olah ada yang menyembunyikannya. Dan itu membuat Brian semakin yakin kalau Bella adalah adik perempuannya.
Tapi dia tidak bisa asal menebak dan mengakuinya. Harus ada bukti agar Bella bisa menerima pengakuannya.