Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Menebus Kesalahan


__ADS_3

" Anda tahu, hidup ku tidak mudah berada dikeluarga Glover. Mereka menyiksa ku, mereka memperlakukan aku tidak manusiawi. Ketika usia ku masih menginjak sepuluh tahun, mereka sudah menyiksa ku secara membabi buta. Aku bahkan koma beberapa bulan, hanya karena putrinya tidak senang karena aku terlahir istimewa." Bella tidak menangis, baginya cerita itu bukan lagi hal yang memilukan ketika diceritakan atau di kenang. Berulang kali nyawaku menjadi taruhannya,


" Maafkan ayah." hanya kata-kata itu yang bisa Jordan ucapakan, karena dia tahu luka putrinya sangat dalam


" Bahkan para pelayan pun menyiksa ku, mereka memberikan aku sisa makanan dan basi. tidak ada satu orang pun yang bisa membela ku. Dunia ku begitu menyedihkan, bahkan hingga aku berusia 21 tahun, mereka masih berniat menghancurkan ku. Andai nyonya Rosalina tidak ada, mungkin aku akan berakhir menjadi wanita simpanan atau istri kesekian kali dari pria tua yang bernafsu. Hidup ku sangat sulit waktu itu."


kini giliran Sean yang sakit hati. Ternyata, kisah istrinya masih saja membuatnya sedih dan merasa dirinya tidak berguna karena tidak ada bersamanya dengan cepat.


" Lalu, anda membesarkan anak dari wanita lain. Memanjakannya, memberikannya berbagai kasih sayang yang tidak bisa kumiliki. Apa menurut anda, kata maaf bisa mengobati luka ku?" Entah karena dia sudah masih rasa atau kisahnya sudah tidak menyediakan lagi. Bella tidak menangis seperti Jordan.


" Lebih lucunya lagi, dia merencanakan sesuatu yang buruk pada ku. Ketika aku sudah tidak memperdulikan lagi keberadaan kedua orangtua kandungku. Jika bukan karena suami ku yang sangat menjaga ku, mungkin saat ini aku sudah hancur dan anda tidak akan menyadari satu hal, bahwa putri uang anda cintai bukan anak kandung anda."


Brian yang tidak sengaja mendengar semua perkataan Bella langsung menangis dari balik pintu.


Bukannya dia cengeng tapi dia lebih menyesali dirinya yang tidak bisa menjadi kakak yang baik untuk kedua adik perempuannya.


Belum lagi kisah Chelsea yang lebih menyedihkan. Brian semakin merasa bahwa dia tidak pantas dipanggil kakak oleh mereka.


" Ayah menyesalinya." Jordan menangis dan masih bersujud dihadapan putrinya yang masih duduk dilantai sambil menatapnya dengan Ekspresi datar.


Jordan semakin menangis saat melihat ekspresi wajah putrinya, dia benar-benar ayah yang paling buruk.


" Kenapa kau berdiri didepan pintu? Apa kau tidak tahu bahwa kau menghalangi jalanku?" tiba-tiba saja suara Chelsea terdengar dari belakang. Membuat Brian secara otomatis membalikkan tubuhnya, langsung menatap sosok Chelsea dengan ekspresi dingin dan Mark, adik laki-lakinya yang berdiri di belakang Chelsea dengan tanda tanya.


" Kenapa kakak tidak masuk? Apa kakak ipar melarang mu masuk?" Mark yang tidak sengaja bertemu dengan Chelsea didepan pintu gerbang langsung Mejadi ekor wanita itu.


Sejak dia berlatih bela diri dengan Chelsea. Mark mulai paham dengan sifat dan pola pikir kakak perempuannya. Dia juga tidak terlalu takut lagi padanya.


" Tidak, aku baru saja tiba dan baru akan masuk."

__ADS_1


Lalu, Chelsea meninggalkan mereka. Dia penasaran apa yang telah terjadi didalam, dan tidak percaya dengan kebohongan Brian barusan.


" Oke, ayo masuk. Aku juga sangat merindukan kak Bella." Lalu, Mark ikut masuk dan matanya langsung terbuka lebar saat melihat keadaan yang dia lihat diruang tamu.


Bella yang sedang duduk dengan ayah mereka yang setengah bersujud dihadapan Bella.


" Apa kau tidak bis membawa pergi pria itu? dia akan membuat adikku emosional dan itu tidak baik untuk wanita hamil." Chelsea menatap benci pada Jordan. Sebenarnya Chelsea menatap seperti itu pada semua orang kecuali pada Bella.


" Dia ayah kita juga, kak." Mark tidak marah, dengan sikap Chelsea dan Bella. karena dia tahu kisah hidup keduanya jauh lebih menyedihkan di bandingkan dirinya.


" Aku sudah menganggapnya mati semenjak dia membuang kami." Chelsea masih keras kepala seperti biasanya.


Brian yang sudah masuk memutuskan untuk meminta ayahnya duduk di sofa, dia tidak memperdulikan pembicaraan Chelsea dan Mark.


" Ayah, ayo duduk di sofa, kasian Bella yang harus duduk dilantai bersama mu." Meskipun Brian sering di kecewakan oleh ayahnya. Tapi, Brian tidak pernah membenci sang ayah karena dia tidak pernah berlaku kasar padanya.


" Kau di sini?" Jordan terkejut saat melihat Brian yang duduk disampingnya.


Mendengar perkataan Brian, Jordan langsung melihat keluar pintu masuk dan melihat Chelsea dan Mark yang berdiri tidak jauh darinya.


Sean yang sejak awal melihat kedatangan tamu tambahan dirumahnya benar-benar tidak berdaya namun juga tidak berencana menyambut kedatangan mereka.


" Tolong jangan salah paham pada adik mu. Ayah ingin menebus kesalahan ayah pada kalian semua." Takut Brian berpikir buruk pada Bella. Jordan langsung menjelaskan alasan kenapa dia bersujud dan menangis dihadapan bella.


" Jangan khawatir, ayah. Kami paham tentang niat ayah dan tidak akan salah paham pada Bella." Brian paham bahwa dia juga seperti seorang penghianat Dimata Bella dan Chelsea. Dia juga ingin membenci ayahnya, tapi Jordan tidak pernah berlebihan padanya. Hanya tidak adil karena terlalu mencintai adik perempuannya yang ternyata bukan miliknya.


suasana menjadi hening, Sean sudah membawa Bella ke sofa. Dan sengaja tidak memilih sofa yang besar agar tidak bersaing dengan Chelsea yang sering memonopoli istrinya.


Chelsea yang melihat kelicikan Sean langsung menghina adik iparnya. Dia benar-benar kalah cepat oleh pria itu saat akan merebut adik perempuannya.

__ADS_1


Jordan yang melihat kehadiran Chelsea merasa senang sekaligus sedih karena dia merasa bersalah.


Anak yang tidak dia ketahui keberadaannya sudah tumbuh besar. Menjadi wanita kuat dan dingin, Jordan paham penderitaan seperti apa yang dia alami selama ini.


" Apa kabar, Chelsea?" Meskipun dia tahu bahwa ucapannya tidak akan di balas oleh Chelsea, Jordan tetap menyapanya, air matanya mungkin sudah berhenti namun pipinya masih basah.


Chelsea hanya menatap sebentar kearah Jordan. Pria yang merupakan ayah kandungnya, namun tidak ada kata yang keluar dari mulutnya.


Ketika semua orang terdiam dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, tiba-tiba saja ponsel Brian berdering.


dia langsung mengangkatnya setelah tahu siapa yang meneleponnya.


" Halo, sayang. Tolong cepat pulang, keluarga ayah datang dan mulai menyakiti ibu." Terdengar suara Brenda yang panik, membuat Brian juga ikut panik.


" Aku akan segera kesana." Lalu Brian memutuskan sambungan teleponnya.


" Apa yang terjadi dengan ibu kalian?" Jordan ikut panik setelah mendengar percakapan putranya dan menantunya.


" Keluarga ayah yang membela wanita itu datang dan berniat menyakiti ibu, ayah."


" kurang ajar."


Keduanya langsung pergi meninggalkan Sean, Bella Chelsea dan Mark yang merasa tidak di anggap.


" Sebaiknya kita ikut juga dan melihat kondisi ibu." Bella mengkhawatirkan ibunya juga.


" setuju." Mark juga khawatir, tapi karena sudah di tinggalkan oleh Brian dan ayahnya, jadi dia akan ikut pada kedua kakak perempuannya.


" Aku akan menyiapkan mobil." Sean juga ikut bersuara, sedangkan Chelsea sejak awal hingga akhir tidak memberikan suara.

__ADS_1


" Kakak juga harus ikut, bagaimanapun dia adalah ibu kita."


" Oke." Karena Bella sudah memintanya, maka Chelsea akan melakukannya. Dia benar-benar sudah mati rasa pada hubungan keluarganya atau mungkin lukanya belum sembuh sehingga tidak merasakan apapun terhadap keluarganya kecuali Bella.


__ADS_2