
" Beraninya wanita itu membuat keributan di tempat ku!" Johan Cruyff marah ketika mendengar laporan dari salah satu bawahannya tentang keributan yang dilakukan Bella di markasnya.
" Tapi dia cukup cantik, bos. Dia juga wanita kesayangan pria itu. Jika anda bisa menjadikannya boneka anda, dendam lama dan baru dengan pria itu pasti akan selesai."
" Apa kau pikir aku pria seperti itu?! Meskipun aku memiliki dendam kepadanya. Aku tidak akan merusak wanita lain."
Johan memang kejam, tapi dia masih menghargai wanita dan tahu kepada siapa dendam harus di balaskan. Dia juga bukan tipe pria yang mudah jatuh cinta dan bukan tipe pria brengsek seperti kebanyakan ketua mafia yang tergila-gila dengan s*sk bebas.
" Maafkan kebodohan ku, bos."
" Bawa mereka, masuk!"
Lalu sang bawahan pergi memanggil Bella dan kelompoknya.
Ketika melihat sosok Bella, tiba-tiba Johan merasakan sesuatu yang aneh bergejolak di dadanya
Wanita itu cantik tanpa menggunakan riasan atau memakai pakaian yang mewah. Kepercayaan diri yang dia miliki membuat Johan terpesona pada Bella. Seumur hidupnya, hanya Bella yang berani memasang wajah arogan di hadapannya. Bahkan, tidak ada ketakutan atau rasa khawatir. Bukan karena ada pengawal bersamanya, Johan merasa kepercayaan wanita itu berasal dari dirinya sendiri.
Dan, kini dia mulai merasa kalau tipe wanita yang dia cari selama 33 tahun hidupnya adalah tipe yang sama dengan Bella. Bukan, karena kecantikannya tapi karena rasa percaya dirinya. Johan juga menghormati kejeniusan Bella.
Tiba-tiba saja Johan iri pada keberuntungan Sean yang berhasil menikahi wanita secantik dan tangguh seperti Bella.
Kini perasaan untuk merebut Bella dari Sean muncul meskipun belum kuat. Namun, dia yakin kalau dia bisa menjaga Bella jauh lebih baik dari Sean.
Namun, pemikirannya salah. Dia tidak tahu kalau Sean suda mengerahkan banyak penjaga untuk menjaga istrinya, bahkan jauh lebih kuat dari kelompok mafia yang dia miliki.
Tiba-tiba saja Johan menggelengkan kepalanya untuk menghapus pemikiran tidak tahu malu yang ada di kepalanya.
" Sepertinya, kami tidak perlu repot-repot mencari Nyonya Sean untuk membalaskan dendam keluarga Parker." Johan kembali serius.
" Itu juga, alasan datangan ku hari ini. Aku juga tidak suka membiarkan dendam lama merusak hari ku ketika aku memutuskan untuk mengabaikan mereka."
__ADS_1
" Rupanya nyonya Sean sangat percaya diri."
" Bukankah, seharusnya begitu seorang juara?" Johan tertawa ketika mendengar ucapan Bella yang cukup luar biasa untuknya.
" Jadi, kau ingin beberapa luka dan patah tulang?"
" Aku tidak mengatakan kalau aku akan terluka hari ini."
" Tapi, sayangnya. Kau sudah datang ke wilayah ku. Jadi, kau tidak bisa menentukan apakah kau boleh pergi Tanpa luka atau tidak."
" Kita belum mencoba, tapi kau sudah sangat percaya diri untuk mengalahkan ku."
" Maka kita bisa melakukannya sekarang. Daripada membuang waktu." Entah kenapa Johan jadi sangat penasaran dengan kemampuan bertarung Bella. Melihat wanita itu sangat percaya diri, hari ini dia akan bersenang-senang
" Sesuai keinginan mu." Bella langsung menyerang Johan. Perkelahian tidak bisa di hindari dan ruangan mulai ricuh.
Robby dan kelompoknya ikut menyerang kelompok Johan.
Awalnya Johan memang beberapa kali pukulan. Namun, ketika Bella sudah sangat fokus dan serius. Dia hampir tidak bisa mengimbangi pukulan Bella.
Ketika Johan mengerahkan semua kekuatannya dan memukul secara acak, seperti biasanya dia membunuh para musuhnya. Maka Bella hanya menekan titik-titik Meridian yang Johan miliki untuk melumpuhkannya. Hal itu tidak adil jika Johan mengetahuinya, tapi Bella tidak peduli dengan hal itu, apalagi memikirkan lawannya.
Betapa malangnya Johan. Dia harus melawan musuh yang paling sulit setelah bertahun-tahun bekerja sebagai ketua mafia.
Kini tangannya mulai mati rasa dan tidak bisa digerakkan. Punggungnya pun kesakitan setelan Bella menekan di daerah tertentu milik punggungnya.
Pada akhirnya Johan mengalami kekalahan total. Bella hanya mengalami luka di bagian lengan putihnya. Selebihnya baik-baik saja.
" Hubungi keluarga Parker sekarang juga." Setelah berhasil melumpuhkan dan kemenangan ada di pihak Bella. Dia menyuruh Johan menghubungi keluarga Parker untuk memberitahu kalau nyonya Sean bukan sesuatu yang mereka bisa singgung bahkan jika mereka bisa menggerakkan seluruh kelompok mafia di ibukota.
Bukan sombong, Bella seorang Dokter dan dia bisa saja membuat banyak virus untuk mengalahkan mereka.
__ADS_1
Tidak berapa lama, sambungan telepon tersambung dan Bella mengambil alih.
" Apa kalian sudah menyelesaikan tugas yang sudah ku beri?" Tanya tuan Parker.
" Sayangnya mereka gagal, tuan. Jika anda masih berani menyinggung ku atau keluarga Mark. Maka, lawan anda selanjutnya adalah suamiku. Anda harus tahu bahwa suamiku sangat protektif padaku, dan luka seujung kuku pun akan dia balas berlipat ganda." Lalu, Bella memutuskan sambungan telepon secara sepihak dan menatap Johan yang menahan sakit namun tubuhnya tidak bisa bergerak.
Karena kasihan, dan berpikir tidak ada yang bisa membantu Johan dari mati rasa yang dia alami. Bella mengembalikan semuanya ke keadaan normal dan Johan mulai paham bahwa Bella bukan lawan yang bisa dianggap remeh.
" Ingatlah, kalau aku bukan orang yang baik. Aku seorang Dokter dan aku tahu dimana titik Meridian orang lain. Ketika aku menggunakannya untuk menyelamatkan diri, maka musuhku tidak akan bisa menang melawanku."
Robby dan kelompoknya menatap kagum pada sang nyonya. Bahkan berpikir di benak mereka untuk belajar hal yang baru saja nyonya mereka gunakan untuk melumpuhkan Johan yang terkenal kuat.
Meskipun Robby dan kelompoknya kuat, tapi melawan Johan tidak segampang melawan bawahannya. Pria itu lebih kuat dari kelompok pengawal Sean yang berekspresi datar. Jadi, ketika tahu, bahwa nyonya mereka bisa melumpuhkannya dengan mudah. Maka mereka ingin merayu Bella untuk menerima mereka sebagai muridnya.
" Bukankah, sangat di sayangkan bahwa kau harus menikahi pria seperti Sean? Bukan hanya lumpuh dia juga tidak bisa melindungi mu." Johan semakin iri kepada Sean. Keinginan yang awalnya dia buang jauh-jauh tentang menjadikan Bella miliknya, kini datang kembali dan tumbuh semakin kuat.
" Sepertinya, mata mu mulai buta. Suamiku baik-baik saja, dia hanya sedang beristirahat diatas sofa setelah seharian bekerja. Jadi, tidak ada kata lumpuh untuknya.
Johan tertawa, dia benar-benar meremehkan kelumpuhan Sean. Kalau saja dia kalau menjadi cacat bisa mendapatkan wanita sehebat Bella, mungkin dia bisa mencoba berpura-pura.
Sayangnya, itu hanya ada dalam cerita milik Sean. Bella hanya untuknya, dan tidak ada yang bisa memilikinya selain dirinya.
" Bagaimana jika aku menjadikan mu milik ku?" Robby dan kelompoknya menjadi marah mendengar ucapan tidak tahu malu dari Johan.
" Beraninya kau, memimpikan hal yang tidak tahu malu seperti itu! Nyonya kami hanya bisa menjadi milik tuan kami. Tidak ada kesempatan untuk pria seperti mu. Kami akan maju di garis terdepan dari pria tidak tahu malu seperti mu.
Kini Johan semakin tertarik, tidak hanya suaminya yang protektif tapi juga pengawalnya yang rela memasang badan di garda terdepan untuk melindungi istri tuan mereka.
" Berhenti berhalusinasi. Aku tidak pernah tertarik dengan cinta pria lain, hanya Sean yang akan menjadi suami ku." Di mata Bella hanya Sean yang paling luar biasa, tidak ada terbesit sedikit pun niat Bella untuk menduakan apalagi meninggalkan suaminya.
" Bukankah aku tampan dan juga kaya? Aku juga pria normal. jadi, kau tidak akan menyesal menjadi wanita ku."
__ADS_1
" Terimakasih, di mata ku hanya suamiku yang paling tampan dan kaya." Lalu, Bella meninggalkan Johan yang tertawa.
Johan merasa kalau hari ini adalah hari terbaik. Selain dikalahkan oleh wanita muda yang tubuhnya jauh lebih kecil darinya. Dia juga mulai tertarik pada seorang wanita, meskipun wanita itu sudah memiliki suami.