Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Pertama Datang Ke Klinik


__ADS_3

" Bagian mana yang lebih dominan?"


" Senang, bagaimanapun aku cukup menyukai Ara dan brenda."


" Lalu, kenapa tidak mencobanya?"


" Aku takut menyesal, belum lagi aku memiliki dendam pada keluarga mereka. Dan maafkan aku, aku tidak bisa memaafkan atau melupakan balas dendam ku."


" Tidak ada yang melarang mu berhenti balas dendam. Lagi pula, hubungan keluarga William dengan mereka tidak sebaik yang kau bayangkan."


" Apa maksud mu?" Bella memang belum tahu tentang kehidupan Brian dan Mark di keluarga William.


" Keluarga itu sangat bodoh. Mereka sangat memanjakan putri yang tidak berguna dan mengabaikan kedua putranya yang berbakat.


" Kau pasti bercanda" Bella sedikit tidak percaya.


" Tidak, sayang. Bukan hanya kau, Brian dan Mark mengalami hal yang menyedihkan di keluarga William." Pelukan Sean semakin erat, dia menikmati setiap momen kebersamaan mereka. Seperti yang di pesankan ayahnya beberapa hari yang lalu.


" Kenapa mereka bisa segila itu?"


" Entahlah, hanya saja nyonya William yang tergila-gila pada putrinya dan perubahannya cukup tiba-tiba. Di masa lalu, saat kau lahir. Nyonya William sangat mencintai mu, namun hanya beberapa hari sebab perubahan sangat mencolok terjadi pada nyonya William. Jarak usia putri kesayangan mereka dan Mark cukup dekat, seolah-olah mereka tidak dilahirkan oleh satu wanita."


Setelah tahu bahwa keluarga William punya hubungan dengan istrinya. Sean langsung melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan dia terkejut ketika mendapati informasi yang cukup mengganjal, namun di lewatkan oleh tuan Wiliam.


Entah dia terlalu mencintai istrinya, atau pria itu terlalu mudah di manipulasi. Sean masih mencari tahu.


" Apakah wanita itu bukan ibuku?" Entah kenapa Bella memiliki pemikiran yang sama dengan suaminya.


" Awalnya aku juga menebak hal itu. Tapi mereka sudah melakukan tes DNA berulang kali, dan nyonya William benar-benar ibu kalian." Itu juga yang membuat Sean kesulitan dan tidak bisa menebak misteri di balik kehidupan keluarga William.


Bella pun terdiam, namun hatinya belum sepenuhnya bisa menerima penjelasan Sean tadi.


" Aku akan menyelidikinya. Jangan merasa tertekan atau menyulitkan diri sendiri. Tugas mu hanya bahagia dan menikmati hidup. Jangan lupa belanjakan kartu kredit yang ku berikan pada mu. Meskipun kau memiliki kekayaan sendiri. Uang belanja keperluan mu dan bersenang-senang mu harus berasal dari ku."


Mendengar ucapan suaminya membuat Bella tersenyum senang. Dia tahu bahwa suaminya tidak pelit dan selalu memanjakannya.


" Aku tahu." Sean puas ketika mendengar ucapan istrinya, sekali lagi Sean mengecup puncak kepala istrinya.


Dua hari lagi, dia akan segera memiliki istrinya seutuhnya.

__ADS_1


***


" Kemana anda akan pergi, tuan?"


" Tentu saja bertemu Bella ku! Kenapa kau sangat cerewet?"


" Tapi, nona Bella sudah menikah dan reputasinya akan hancur kalau anda mendekatinya lagi. Apa anda ingin membuat orang-orang yang membenci nona Bella senang dengan scandal itu?"


" Hah! Aku tidak menduga memiliki bawahan yang sangat cerewet seperti mu." Li Wei kesal dengan bawahannya. Namun juga tidak menyerah untuk bertemu Bella.


" Tuan, saya hanya tidak ingin reputasi anda dan nona Bella hancur."


" Aku tahu apa yang ingin aku lakukan beserta akibatnya, jangan terlalu cerewet." Lalu, Li Wei pergi dari apartemennya tanpa di kawal oleh siapapun.


Dia menguasai ilmu bela diri, dia selalu membawa jarum akupuntur kemana dia pergi. Jadi, tidak ada yang perlu dia takuti. Terlebih sekarang dia berada di Negara orang lain dan bukan Negaranya yang keluarga Li memiliki banyak musuh.


Saat mobil yang di kendarainya menuju ke klinik Bella. Tiba-tiba saja Li Wei mengerem mendadak setela melihat wanita yang tidak asing di matanya melintas cepat dengan kondisi tubuh yang lemah.


Setelah mobil itu berhenti, Li Wei keluar dan melihat bahwa wanita itu jatuh pingsan. Tanpa membuang waktu dia langsung membawa wanita itu masuk kedalam mobil dan rencananya bertemu dengan Bella-nya harus di tunda lagi.


Saat sampai di apartemen, bawahan yang melihat kepulangan tuan mereka sambil membawa seseorang dalam gendongannya menjadi terpana.


Ini pertama kalinya mereka melihat Tuannya menurunkan harga diri dengan membawa tubuh orang lain secara sukarela. Bahkan keluarga Li tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu.


" Baik, tuan."


***


" Anda sebaiknya, tidak minum alkohol jika ingin tetap hidup." Bella memberikan nasehat pada pria berusia 40 tahun yang baru saja sembuh dari penyakitnya. Dia salah satu pasien Bella.


" Tapi aku sangat menyukainya." Seolah tidak rela meninggalkan kebiasaannya yang dia gemari. Pria tersebut protes.


" Maka lakukanlah, tapi ingat untuk menyiapkan makam sebagai jaga-jaga dan tidak menyusahkan orang lain ketika nyawa mu melayang." Bella tidak seperti Dokter pada umumnya yang memberikan nasehat dengan bahasa yang halus.


Baginya, pasien yang tidak mendengar saran Dokter tidak layak di beri perhatian. Dan hal tersebut bukan pertama kalinya, banyak yang mengalaminya namun tidak pernah keberatan.


Pertama, Bella selalu benar. Dan kadang menggunakan bahasa halus tidak akan merubah pola hidup mereka.


Kedua, meskipun kasar. Tidak ada yang keberatan, sebab itu jauh lebih baik daripada memberikan harapan palsu. Dan yang paling penting, mereka tidak perlu membuang-buang uang karena harus bolak-balik masuk rumah sakit.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan melakukannya." Meskipun dia masih terlihat enggan. tapi dia harus melakukannya jika masih ingin menikmati hidup tanpa rasa sakit.


Setelah puas mendengar jawaban pasiennya, Bella pergi keruang kerjanya. Tubuhnya terasa lelah jika klinik sedang ramai.


Dia harus menjadi penanggung jawab operasi berskala besar. Dan kadang memakan waktu berjam-jam.


Untungnya peralatan klinik sangat lengkap, sama seperti rumah sakit besar pada umumnya.


" Dok, bagaimana kalau kita merubah klinik ini menjadi sebuah rumah sakit?" Penanggung jawab operasional klinik mengajak Bella berdiskusi. Mengingat peralatan klinik semakin ramai dan peralatan membutuhkan banyak ruang. Mereka harus memperbesar bangunan dan rumah sakit merupakan saran yang tepat.


" Aku juga memikirkan hal seperti itu. Bagaimanapun suamiku begitu terobsesi membelikan peralatan canggih untuk klinik ini. Sayang jika peralatan itu hanya di timpuk di gudang karena kekurangan ruang."


Semenjak keluarga Anderson tahu kalau Bella memiliki klinik. Sean yang sudah tahu sejak awal langsung membelikannya alat-alat canggih yang bahkan hanya beberapa rumah sakit besar yang memilikinya.


" Anda benar, tuan Sean sangat murah hati. Jadi, dimana anda ingin membangun rumah sakit?" Marcello, pria yang berusia 38 tahun adalah kepala penanggung jawab operasional klinik yang sudah di bantu Bella beberapa tahun yang lalu perekonomiannya sangat senang dengan kebaikan Sean.


Ketika Bella akan menjawab tiba-tiba pintu terbuka. Sean masih menggunakan kursi rodanya masuk dengan santai. Ini pertama kalinya pria itu datang ke klinik dan membuat banyak orang termasuk perawat wanita menahan nafas karena terpesona dengan ketampanannya.


Marcel yang mendengar bagaimana posesifnya Sean segera menjauh dari Bella. Tidak ingin membuat pria itu tidak senang atau menargetkannya.


" Selamat sore, tuan Sean." Marcel memberikan hormat meskipun umurnya lebih tua.


" selamat sore, apa aku mengganggu diskusi kalian?" Sean mengenal Marcel, semua orang yang bekerja dengan istrinya sudah dia selidiki. Jika ada yang membuatnya tidak senang maka dia akan mengeluarkan mereka tanpa sepengetahuan sang istri.


" Tidak, saya bisa menundanya tuan. Ini hanya tentang klinik yang ingin di rubah menjadi rumah sakit."


" Rumah sakit? Apa kau ingin memperbesar klinik mu?" Sean menatap Bella penuh tanda tanya.


" Ya, klinik ini cukup kecil dan alat-alat yang kau kirimkan baru-baru ini membutuhkan ruangan. Ditambah lagi akan sangat merepotkan jika selalu di pindahkan dari satu tempat ketempat lain."


" Kalian begitu, dimana kau akan membangun rumah sakit?"


" Aku masih belum tahu." Untuk membuka rumah sakit, butuh banyak biaya dan dia harus melapor pada pihak atas seperti pertama kali dia mendirikan klinik. Ini cukup merepotkan mengingat dia memiliki tanggung jawab lain seperti Mejadi istri yang baik untuk suaminya.


Jika itu di masa lalu, langkah Bella sangat mudah. Namun, sekarang dia harus meminta izin pada Sean sebelum keluar rumah, belum lagi pria itu sangat posesif. Semua hampir menguras tenaga.


" Kalau begitu gunakan saja, bangunan lama milik Anderson yang sudah tidak beroperasi. Aku akan membantu mu untuk merenovasi, mengurusnya di pusat. Kau hanya tinggal memerintahkan apa saja yang ingin di ganti."


Marcel langsung bersemangat mendengar ucapan Sean. Ini yang dia tunggu-tunggu dan tidak boleh di sia-siakan.

__ADS_1


" Aku tidak ingin merepotkan mu, dan biarkan aku mengurusnya." Bella merasa tidak enak.


" Tidak ada kata merepotkan dalam pernikahan. Jadi, jangan menolak. Kebetulan lokasinya ada di pusat kota dan bersebelahan dengan perusahaan Anderson yang baru." Jadi, niat Sean tidak sepenuhnya ingin membantu istrinya. Dia juga ingin lebih dekat dengan istrinya. Jika jarak rumah sakit dan perusahaan dekat, maka dia akan sering mampir untuk menemui istrinya.


__ADS_2