Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Menggali Kuburan Sendiri


__ADS_3

" Apa kau mengenalnya sayang?" Tanya Sean kepada sang istri.


" Tidak." Bella mang tidak tahu siapa yang ada di hadapannya, sifatnya yang cuek cenderung mengabaikan sesuatu yang tidak penting. Apalagi tentang orang disekitarnya.


Amanda yang mendengar ucapan Bella merasa dirinya di permalukan oleh Sean. Meski Bella memang tidak tahu kalau Amanda adalah adiknya.


Meski begitu Amanda sangat membenci kakak perempuannya. Rasa iri yang menguasai dirinya membuat Amanda tidak bisa melewatkan kesempatan untuk menyakiti kakak perempuannya.


" Lalu, kenapa dia menatap mu penuh kebencian? Atau mungkin dia iri pada kecantikan istriku. Biasanya wanita yang merasa dirinya paling cantik akan membenci wanita yang yang lebih cantik darinya bahkan tanpa riasan." Kata Sean kepada sang istri.


" Entahlah, lagipula aku suda terbiasa dengan hal seperti ini. Bahkan primadona ibu kota pernah iri kepada ku." Jawab Bella seadanya. Primadona ibu kota jauh lebih cantik dan cerdas, Lalu siapa Amanda yang menempati posisi bawah.


Semua orang yang memandang Bella pasti sangat iri, karena parasnya yang cantik dan memiliki suami terkaya di negaranya. Semua wanita ingin menjadi Ratu keluarga Anderson. Namun, mereka sadar siapa diri mereka.


Berbeda dengan Amanda yang sangat di manja oleh kedua orangtuanya sehingga apa yang dia inginkan harus bisa dia dapat Meski harus melenyapkan orang. Dia berpikir kalau Bella mudah di intimidasi dan Sean tidak akan peduli dengan istrinya.


Sungguh, wanita itu akan menggali kuburnya sendiri. Mengganggu keluarga Anderson sama saja bunuh diri.


" Aku ingin pulang." Kata Bella kepada Sean dengan suara yang lembut.


" Baiklah, kita pulang." Tanpa merasa bersalah Sean atau menuntaskan masalah yang dia buat. Sean meminta Jhon untuk membawa mereka pergi. Sedangkan Amanda hanya terdiam tanpa mengatakan satu kata pun.


Sungguh kejadian ini membuat rasa dendam Amanda semakin kuat. Dia berjanji akan membalaskan dendamnya kepada Sean. Meski harus mempertaruhkan nyawanya.


***


Setelah sampai di rumah, Sean mengantar sang istri ke kamarnya untuk istirahat. Kemudian dia dengan Jhon keruang kerjanya.


" Anda benar-benar bersedia membuang waktu anda untuk meladeni perempuan seperti itu, Tuan." Jhon tidak menduga kalau tuannya akan meluangkan waktu dengan hal sepele seperti ini. Biasanya Sean akan langsung mengirimnya ke neraka jika ada yang mengganggunya.

__ADS_1


" Aku akan melakukan apapun, demi istri ku. Melihatnya bahagia membuatku senang meskipun aku harus menurunkan levelku menghadapi musuh-musuh ku, aku bersedia." Kata Sean yang dunianya hanya milik sang istri.


" Lalu, apa rencana anda ke depannya?" Tanya Jhon. Namun, sebenarnya dia ingin mengatakan Kalau tuannya sudah di perbudak cinta nyonya. Tapi tidak, dia masih sayang dengan nyawanya.


" Buat semua orang salah paham pada wanita itu, kau pasti paham maksudku." Perintah sean kepada Jhon.


" Ini baru gaya anda, Tuan?"


" Tidak mungkin aku hanya memberikan dia pelajaran di rumah sakit saja. Keluarga William juga harus menderita pukulan kecil sehingga mereka tahu kalau putri kesayangan mereka Sudah mengganggu orang yang salah."


" sesuai instruksi anda, Tuan."


Kini Jhon mulai melakukan tugasnya. Dia membayar banyak akun palsu untuk menyebarkan rekaman yang diambil oleh salah satu pengawal Sean. Wajah benci Amanda dan keterangan yang dilebih-lebihkan agar semua orang menggunjing sikap Amanda.


Tidak membutuhkan waktu yang lama. Keluarga William dan putri kesaksian Kini menjadi tranding topik dalam media sosial.


***


Tiba-tiba pintu rumah terbuka cukup keras dan mengagetkan semua orang yang ada di ruang tamu.


Brian Regan William. Putra sulung dari keluarga William dan kakak laki-laki yang Amanda selalu cari perhatiannya. Kini masuk kedalam rumah dengan ekspresi wajah yang sangat mengerikan. Sedangkan Amanda yang melihat kakaknya masuk langsung melemaskan tubuhnya agar bisa bersembunyi di balik kedua orangtuanya.


Kejadian lima tahun yang lalu, membuat kakak laki-laki nya berubah sangat dingin bahkan bersikap sangat tidak bersahabat.


Namun, Amanda tidak pernah mengoreksi dirinya sendiri. Bahkan dia hanya menyalahkan Bella yang tidak tahu apa-apa. Ketika sikap Brian berubah kepada nya.


" Apa kau sudah cukup puas, Amanda? Lagi-lagi kau membuat masalah dan mempermalukan keluarga." Ucapan Brian yang membentak putri kesayangannya membuat tuan William tidak suka. Entah apa yang membuat kakak beradik itu tidak akur, Tuan William tidak tahu apa permasalahan dari kedua anaknya.


" Nak, seharusnya kau tidak marah kepada adikmu. Dia baru saja di intimidasi, seharusnya kau membantu adikmu untuk membalas orang yang telah mengganggu adikmu." Kata nyonya Wiliam dengan suara yang lembut.

__ADS_1


" Iya, kak. Aku tidak salah apa-apa. Tapi kenapa kakak memarahiku tanpa tahu kesalahan apa telah aku perbuat?" Kata Amanda, dan air matanya semakin deras membuat Brian muak


" Seharusnya, kau duduk dulu dan menyapa orang tua mu. Bukan datang langsung marah-marah tidak jelas dan langsung menuduh adikmu tanpa menjelaskan apa kesalahan adikmu." Tuan William angkat bicara dan membela putri kesayangannya.


Brian semakin kecewa dengan sikap ayahnya. Pria yang di kagumi dan sangat penting di masa lalunya, bahkan pria itu sangat dia hormati sebelum kejadian beberapa puluh tahun yang lalu terjadi.


Semenjak adik perempuannya yang baru saja melihat dunia, langsung dibuang entah kemana karena pernyataan dukun palsu yang sampai sekarang Brian belum bisa melacak keberadaannya.


Ketika Brian pertama kali melihat sosok Bella, dia sangat antusias dan senang karena memiliki adik perempuan. Saat itu jarak umur Brian dan Bella cukup jauh sehingga Brian merasa bahagia. Namun kebahagiaan yang di rasakan Brian hanya sebentar sebelum kedua orangtuanya tanpa berperasaan membuang adik perempuannya.


Brian sangat membenci mereka. Tapi dia tidak bisa membalaskan rasa kekecewaannya.


" Apa kalian tahu? Apa yang dilakukan putri kesayangan kalian hari ini? Bahkan perusahaan ikut jatuh karena ulahnya dan membuat keluarga William malu." Kata Brian yang penuh dengan kemarahan.


Dari awal Brian sengaja tidak mau terlalu dekat dengan adik perempuannya yang kedua, meski kelahiran adik perempuannya yang pertama hanya selisih satu tahun lebih.


Namun, kejadian beberapa tahun yang lalu membuat Adrian merasa kalau Adik perempuannya bukanlah seorang gadis yang sederhana tetapi wanita yang sangat mengerikan dan serakah. Lalu puncaknya, ketika Brian memutuskan untuk menikahi kekasihnya. Amanda melakukan hal yang sangat mengerikan hingga sampai sekarang istrinya masih trauma dengan kejadian itu.


Brian tidak memberitahu kedua orangtuanya karena sang istri yang melarang. Dia tidak ingin membuat keributan dan dibenci oleh kedua mertuanya.


Melihat Amanda waktu itu sangat muda, maka orang-orang tidak akan menyalahkannya bahkan korban yang menjadi tersangka.


Karena rasa iri dan kakak laki-laki nya menikah. Amanda dulu membayar sekelompok gangster untuk menculik calon kakak iparnya. Dia hanya ingin calon Kakak iparnya tidak datang ke pernikahannya agar keluarga Wiliam membencinya.


Namun, sekelompok gangster itu tertarik dan hampir melecehkan korbannya. Andai saja Brian terlambat satu menit saja pasti dia sudah melihat pemakaman calon istrinya.


Setiap mengingat kejadian itu, Brian semakin membenci Amanda. Bahkan dia berjanji akan menemukan adik perempuannya yang sudah lama hilang.


" Apa maksud mu, nak? Tanya nyonya Wiliam.

__ADS_1


" Sekarang dunia Maya di hebohkan berita. Kalau nona William yang terhormat iri dengan kecantikan istri tuan Sean Anderson dan diduga sebagai dalang penyebab istri tuan Sean Anderson masuk rumah sakit. Bahkan banyak orang yang mengatakan kalau nona William berniat untuk merebut Tuan Sean Anderson yang kaya raya daripada tunangannya." Ucapan Brian membuat semua orang yang mendengarnya tercengang. " Bukankah ini sangat menakjubkan? Putri kesayangan kalian mempermalukan keluarga William dan membuat saham perusahaan jatuh kedalam titik yang paling rendah dalam kurun waktu setelah aku yang mengambil alih! Lihat kalian telah memelihara sesuatu yang mendatangkan kesialan di rumah ini." Brian tidak bisa lagi menahan kemarahannya.


__ADS_2