
Setelah mendengar ucapan hinaan dari Clara.
Bella yang selama ini menahan segala macam jenis keluhan pada keluarga Glover terutama pada Clara langsung emosi dan menampar wajah Clara berulang kali hingga Robby dan pengawalnya ingin bertepuk tangan karena keberanian sang nyonya.
Tamparan itu, untuk semua jenis perlakuan buruk Clara kepada Bella di masa lalu. Baik keluhan fisik maupun mental. Hari ini dia akan melampiaskannya sedikit demi sedikit pada Clara.
Saat tangannya sudah mulai panas. Sekarang dia menggunakan kakinya untuk menekan tubuh Clara yang fatal. Tapi tidak meninggalkan bekas dari efek pukulan yang diberikan oleh Bella.
Suara jeritan Clara sangat menggema. Namun, tidak ada yang bisa mendengarnya karena Bella sengaja mencari lokasi yang paling aman.
" Tenang saja. Kau tidak semudah itu untuk mati. Bagaimana pun hutang-hutang kalian masih banyak dan sepenuhnya belum lunas kepadaku, bahkan belum seperdua dari hutang kalian. Dan terimakasih atas informasinya, sekarang aku tidak akan segan untuk balas dendam pada kalian." Kata Bella sekuat tenaga menahan emosinya agar tenaganya lebih kuat.
Untuk pertama kalinya, Clara sangat takut pada Bella. Kepribadian wanita yang selama ini dia dan keluarganya siksa di masa lalu. Jauh lebih menyeramkan dari dugaan mereka.
Melihat kondisi Clara yang sudah tidak berdaya dan babak belur akibat pukulannya. Kini Bella memutuskan untuk pergi.
" Ayo pergi. Biarkan alam yang memutuskan pantas tidaknya dia hidup." Dengan kejam, Bella meninggalkan Clara yang tidak berdaya dan tergeletak diatas tumpukan salju yang sangat dingin.
Robby dan pengawalnya terkejut melihat sang nyonya yang sangat kejam memperlakukan Clara. Mereka benar-benar setuju kalau Bella sangat pantas menjadi istri Sean, tuannya yang sangat kejam.
Sesampainya di rumah. Bella yang sedang murung memutuskan untuk langsung kekamarnya dan mengabaikan pertanyaan para pelayan.
Mereka segera tahu kalau sang nyonya sekarang suasana hatinya sedang buruk sehingga mereka tidak mau memperburuk keadaan.
***
" Tuan dari semalam, nyonya tidak pernah keluar dari kamarnya, dan setiap kali kami mengetuk pintu kamarnya. Nyonya tidak pernah menjawab, bahkan hanya suara benda aneh yang terdengar." Lapor salah satu pelayan di rumah Sean.
Sean yang baru saja pulang dari perusahaan dan ingin beristirahat sebentar sebelum menemui istrinya yang sejak kemarin dia tidak lihat langsung terkejut mendengar ucapan pelayannya.
Sejak istrinya izin ke gunung. Dia memang tidak pernah bertemu. Di tambah lagi Sean harus menginap di kantor karena pekerjaannya yang menumpuk dan dia baru pulang pukul 4 sore keesokan harinya.
" Apa yang terjadi setelah istri ku kembali?"
" Tidak tahu Tuan, hanya saja nyonya berubah menjadi pendiam setelah kembali."
" Baiklah, cari Robby dan suruh dia keruang kerjaku."
__ADS_1
" Baik, Tuan." Pelayan langsung pergi mencari Robby. Sedangkan Sean pergi kekamar istrinya.
Setelah beberapa kali Sean mengetuk pintu kamar sang istri dan berusaha membuka tapi tidak ada jawaban dari dalam. Terpaksa dia pergi mengambil kunci cadangan yang ada di kamarnya.
Ketika kamar Bella terbuka. Sean sangat terkejut melihat kamar istrinya yang sangat berantakan. Di tambah lagi wajah pucat sang istri yang tatapan matanya kosong dan banyak pecahan kaca disekitarnya.
Sean tidak berani menunda. Dia menyuruh Jhon membantu Bella pindah ke kasurnya. Sean segera menelfon dokter keluarga Anderson.
Tidak lama, dokter keluarga yang berusia 45 tahunan datang. Dia segera memeriksa kondisi Bella.
" Luka fisiknya tidak seberapa. Hanya saja mentalnya sangat terguncang. Biasanya ini disebut gangguan psikologis bernama self-injury. Tapi akan lebih baik jika kau memeriksanya pada dokter psikologi." ucapan dokter membuat wajah Sean berubah jadi dingin.
" Aku paham! Terimakasih." Sean paham dengan gangguan psikologis yang di katakan sang dokter, dan mulai mengutuk keluarga Glover yang menjadi dalang utama.
" Aku sarankan, kau selalu menemani istri mu karena sekarang dia sangat membutuhkan mu. Jangan tinggalkan atau membiarkannya sendirian. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya di masa lalu. Tapi kau harus mempersiapkan mental mu juga." Kata dokter, dan memberikan saran pada Sean.
" Hmm." Sean hanya menjawab singkat.
Setelah itu Dokter keluarga Anderson pergi dan hanya tersisa Sean dan Bella.
" Kau pasti mengantuk? Apa kau ingin mandi dulu dan istirahat? Atau kau makan dulu? Kata bibi pelayan kau tidak pernah makan sejak kemarin. Maaf, aku tidak ada saat kau paling membutuhkan ku." Sean sedih melihat kondisi istrinya yang masih tersadar tapi dengan mata yang menatap kosong.
Melihat tidak ada respon dari istrinya, Sean memutuskan untuk memeluk tubuh istrinya dan berbaring di sampingnya. Dia ingin memberitahu Bella kalau dia harus cepat sadar dan menceritakan semua yang telah terjadi.
" Sayang, apa kau ingin bermain ice skating lagi? Aku akan membelikanmu gunung, dan kau bisa bermain sepuasnya. Atau kita kehutan dan melihat salju dalam hutan. Kita bisa bermain lempar bola salju, menangkap ayam dan memanggangnya, bisa memetik buah-buahan liar yang terkena salju."
Sean memberikan kecupan ringan pada kening, hidung, pipi, dan bibir mungil istrinya.
" Tapi sebelum hal itu, kau harus bangun. Jangan seperti ini, hatiku sakit melihatnya."
Entah sudah berapa kali Sean mencium istrinya dan mengajaknya berbicara. Akhirnya Bella menunjukkan sebuah perubahan.
Matanya menatap Sean dan membalas pelukan hangat sang suami. Meskipun belum sepenuhnya pulih, tapi Sean merasa senang dengan perubahan sang istri.
" Beli gunung, berburu di hutan, menangkap ikan dan ayam, dan memetik buah-buahan liar. Ayo kita lakukan itu setelah musim salju usai." Kata Bella. Meski ucapannya tidak mengandung kehangatan tapi Sean tidak keberatan. Bahkan dia menuruti semua keinginan Istrinya.
" Baik, apapun yang kau inginkan aku akan memenuhinya. Sekarang kau harus istirahat agar cepat pulih." Sean akan membiarkan istrinya istirahat agar kesehatannya cepat membaik.
__ADS_1
" Hmm."
Ketika Bella sudah bisa tertidur pulas. Akhirnya Sean memutuskan untuk menemui Robby. Untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di lokasi ice skating.
" Kenapa istri ku bisa menjadi seperti itu?" Tanya Sean pada Robby. Mereka berada diruang kerja Sean.
" Nyonya kemarin bertemu dengan putri keluarga Glover, dan wanita itu memberitahu nyonya kalau dia bukan anak kandung dari keluarga Glover, Tuan." Robby tahu kalau tuannya hanya ingin mendengar cerita yang sangat penting sehingga dia tidak memberi tahu tuannya lebih detail.
" Benar-benar mereka ingin mati, berani sekali mereka!" Sekara Sean sangat emosi sehingga Sean berfikir akan memberikan hadiah istimewa untuk mereka.
" Sebenarnya, pertemuan itu disengaja. Waktu nyonya bermain ice skating, tiba-tiba baru besar yang dilapisi berada di jalur ice skating nyonya. Nyonya berhasil menjauh dan dia meminta kami membawa pelaku itu kehutan kecil untuk memberikan pelajaran." Kata Robby, dia merasa tuannya harus tahu apa yang terjadi semuanya.
" Pelajaran?" Sean tidak menyangka kalau istinya bisa melakukan hal itu, setahunya Bella hanya wanita lemah yang jenius.
" Wajah wanita itu menjadi bengkak akibat tamparan nyonya, dan dia tidak bisa berdiri dengan benar setelah nyonya memberikan tendangan. Nyonya juga meminta kami untuk meninggalkan wanita itu ditengah hutan kecil dan membiarkannya tergeletak tanpa bantuan orang lain."
" Terus, apalagi yang kalian lakukan?"
" Maaf, Tuan. Nyonya melarang kami menyentuhnya. Dan kami juga gagal melindungi nyonya dari batu besar yang di lapisi salju."
" Sekarang kau minta cambukan dari Jhon dan jangan mengulangi kembali. Bahkan jarum bisa membuat mu lebih menderita."
" Baik, Tuan." Robby tidak keberatan sama sekali bahkan dia merasa kalau dirinya seorang pecundang jika tidak menerima hukuman dari tuannya.
***
Keterangan:
Self-injury adalah dapat berupa tindakan melukai tubuh dengan benda tajam atau benda tumpul. Seperti menyayat atau membakar kulit, memukul tembok, membenturkan kepala, dan mencabuti rambut. Penderita self-injury bisa juga berupa tindakan dengan sengaja menelan sesuatu yang sangat berbahaya, seperti cairan detergen atau obat nyamuk bahkan menyuntikkan racun pada tubuhnya.
Self-injury dilakukan untuk melampiaskan atau mengatasi emosi berlebih yang sedang di hadapi, misalnya stres, marah, benci pada diri sendiri, cemas, kesepian, mati rasa atau merasa bersalah. Bisa juga sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari pikiran yang mengganggu.
Penyebab:
* Masalah sosial
* Trauma psikologis
__ADS_1
* Gangguan mental.