
Ketika, Clara melihat orang tuanya sudah kehabisan kata. sekarang dia lagi yang mengambil bagiannya." Bella, apakah kakak tidak bisa menemani mu di rumah baru mu walau hanya beberapa hari? Apakah kau akan langsung melupakan kami setelah menikah?" Clara langsung memasang wajah yang menyedihkan, berharap mendapatkan simpati dari keluarga Anderson dan Bella. sandiwara seperti ini biasa dia lakukan untuk mendapatkan simpati orang lain.
Namun, Clara salah target. Mereka sudah tahu trik menjijikkan yang di buat Clara.
" Bukannya aku tidak mau ditemani kakak, apalagi melupakan kalian. Aku sangat menghargai kalian. Tapi kebanyakan seorang wanita yang sudah menikah akan meninggalkan keluarganya dan tinggal bersama suaminya. Apalagi kalau aku membawa salah satu keluarga ku, dan menginap. Nanti orang-orang akan berpikir kalau aku tidak menghargai pernikahan ku.
Sekarang Clara sudah sangat malu. Tidak tahu lagi apa yang akan dia katakan. Kini dia sadar kalau Bella sekarang sudah tidak seperti dulu, Bella yang dulu selalu mengalah kini berubah menjadi pembangkang.
Bella yang melihat, Clara yang sudah kehabisan cara kini berpamitan kepada keluarga Anderson " Baiklah, karena suamiku kurang sehat akibat kelelahan karena acara ini, di tambah lagi besok dia sudah kembali ke kantor. jadi, kami akan pulang lebih dulu. mamah sama papah mertua, hati-hati di jalan ketika pulang. kami duluan adik ipar." Bella mendorong kursi roda suaminya ke mobil tanpa berpamitan kepada keluarga Glover.
Keluarga Anderson yang melihat mobil yang di tumpangi putra dan menantunya pergi. Kini mereka juga meninggalkan gedung pernikahan. Sedangkan keluarga Glover hanya bisa menahan amarahnya karena diabaikan oleh Bella.
***
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, Akhirnya Bella dan Sean sampai di mansion milik Sean. walaupun mansion nya tidak sebesar milik nyonya Rosalina dan tuan Julian, tetapi bagi Bella ini sangat nyaman ketika di pandang.
" Baiklah, Ini kamar mu sekarang, dan ingat perjanjian kita di mulai malam ini berlaku hingga batas yang tidak di tentukan." Kata Sean penuh penekanan.
Mereka tidak satu kamar. tetapi kamar mereka berhadapan, jadi hanya beberapa langkah saja yang menjaga jarak mereka.
" Tentu, juga tidak melanggar privasi masing masing dan menyentuh fisik." Bella sangat menyukai perjanjian ini karena tidak dirugikan sama sekali. sedangkan Sean merasa khawatir, takut terjadi sesuatu di masa depannya.
Entah apa yang ada di pikirannya, dia tidak terbiasa dengan sifat acuh yang dimilki Bella. sedangkan Bella hanya menganggap pernikahan ini awal dari kebebasannya dari keluarga Glover. Sean yang mengikuti prosedur pernikahan, bahkan berjanji di depan Tuhannya untuk menjaga dan menghormati Bella.
" hmm." Sean langsung masuk kekamarnya. tanpa mengucapkan selamat malam kepada Bella.
Sedangkan Bella hanya sibuk memandangi setiap sudut yang ada di mansion. Dia sangat nyaman berada di rumah Sean, karena jauh dari kebisingan kota Dan suara transportasi.
Setelah puas berkeliling di mansion. Bella kembali ke kamar nya. Dia begitu senang karena jendela kamarnya berhadapan langsung dengan hutan sehingga bisa melihat pemandangan yang indah.
Tiba-tiba HP nya berdering dan nama yang tertera adalah nama seseorang yang selalu mendengarkan cerita dan keluh kesahnya.
__ADS_1
" Bagaimana pernikahan mu, apa berjalan lancar?" kata orang di sebrang sana.
" Sangat lancar, kau tahu suamiku sangat kaya dan aku tinggal di rumah yang sangat nyaman." kata Bella. Dia bercerita sangat antusias, karena hanya sahabatnya yang bisa mendengar senang dan sedihnya.
" selamat ya, kau sangat beruntung. Ingin bebas dari keluarga serigala berbulu domba, malah dapat hadiah istimewa. Aku sangat iri padamu." Kata Reva. Dia tidak menyangka sahabatnya akan beruntung dan bebas dari keluarga toksik itu.
" maka dari itu, kau juga harus cari laki-laki seperti itu."
" Itu seperti mimpi di siang bolong."
Bella tertawa mendengar perkataan sahabat nya. Reva tidak datang ke acara pernikahan sahabatnya kerena dia ujian semester. sedangkan Bella sudah lama Lulus.
Reva yang lahir dengan otak standar, harus mengikuti proses perkuliahan. sedangkan Bella sudah lama selesai, dan hanya melakukan formalitas saja, agar keluarga Glover tidak tahu kalau dia sudah menjadi seorang dokter.
" Aku sangat iri sama isi otak mu yang begitu jenius! Kenapa aku harus terlahir normal."
" Kau seharusnya bersyukur, setidaknya kau memiliki keluarga normal, yang sama normalnya dengan otak mu."
" Maaf, aku melupakan mu." Reva sangat merasa bersalah. Dia yang sangat tahu kalau selama ini Bella tidak pernah hidup bahagia dalam keluarganya.
" Tidak apa-apa, sekarang ini aku baik-baik saja. Aku akan fokus dengan visi dan misiku agar menjadi wanita kaya yang sukses dan berpengaruh di negara ini."
" Iya, tapi kau harus ingat kalau cuman aku yang selalu menemanimu. Jika aku sakit, kau harus memprioritaskan aku lebih dulu."
" Siap ibu CEO."
" Apa kau menggoda ku! Aku bahkan belum siap dengan nama itu." Reva sangat kesal, hidupnya sudah di tentukan karena dia anak tunggal dari keluarga Wilson. Maka dia harus menerima beban sebagai pewaris Wilson."
" Iya, tapi meskipun kau tidak suka. Kau tetap akan menerimanya."
" Kau bahkan lebih kejam dari Daddy ku."
__ADS_1
" Aku hanya mengingatkan mu."
" Iya , aku selalu ingat, tapi aku tidak suka jika harus menjadi wanita kaku."
" Tidak boleh seperti itu, seharusnya kau bersyukur. Tidak semua orang bisa berada di posisi mu, Reva."
" Kau benar, seharusnya aku bersyukur, dan setelah menjadi CEO. Kau akan menjadi bawahanku."
" Tentu, Jika kau bisa membayar ku mahal. Aku akan melayani mi."
Tawa mereka lepas, dan mengisi masing masing kamarnya. Sekarang perjalanan bebas Bella telah dimulai.
***
" Ibu, ayah, dia sudah sangat keterlaluan." Air mata kebencian Clara mengalir di pipinya.
" Sudah sayang, jangan menangis lagi. Ibu sakit melihat mu seperti ini." nyonya Viona yang membesarkan putrinya dengan hati-hati.
Hari ini dipermalukan oleh putri yang tidak pernah di anggap keberadaannya.
" Tapi, aku membencinya ibu. Hanya karena dia sudah menikah dengan pria cacat itu, dia sudah lupa diri dan sangat sombong, bahkan dia berani melawan ku." Sekarang wajah Clara sangat merah karena sangat emosi.
" Iya sayang, ibu juga tidak menyangka dia bisa melakukan itu setelah menikah. padahal pernikahannya belum cukup satu hari, tetapi permusuhan yang dia tunjukkan kepada kita sangat dalam." Kini nyonya Viona menyadari jika suatu saat nanti Bella akan balas dendam kepada mereka akibat perbuatannya di masa lalu.
" Sepertinya dia sudah lama menunggu hari ini." Tuan Antonio ikut berbicara.
" Kita harus bisa membuat dia berpisah dan dibenci oleh keluarga Anderson. Aku tidak ingin dia menjadi nyonya Anderson di masa depan. Bisa-bisa dia menginjak-injak kita." Kata Clara penuh kebencian.
" Iya sayang, sabar. secepatnya kita akan memisahkan Bella dan keluarga Anderson. Biar tahu rasa anak sialan itu." Ucapan nyonya Viona untuk menenangkan putri kesayangannya.
Keluarga Glover mulai memikirkan rencananya, untuk memisahkan Bella dan Sean.
__ADS_1