
Hubungan Bella dan Sean semakin dekat, setelah sepakat dengan pertemanan mereka malam itu. Mereka sering meluangkan waktu untuk berbicara santai setelah pulang kerja dan makan bersama sebelum mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Pelayan yang ada di rumah Sean ikut senang, karena melihat interaksi keduanya. mereka tidak menyangka kalau tuannya akan ceria seperti sekarang. Setelah kecelakaan beberapa bulan yang lalu.
***
" Bagaimana kabarmu, adik? Sepertinya kau semakin sombong setelah menikah dengan tuan Sean?" Clara sangat kesal dengan Bella yang tidak pernah berkunjung kerumahnya bahkan Bella sering menolak Clara jika ingin berkunjung kerumah Sean.
Hari ini Bella harus menahan emosinya, karena tidak sengaja bertemu dengan keluarga Glover. kakak dan ibunya sengaja menghampirinya agar Bella emosi dan mempermalukan dirinya sendiri.
Beruntung dia tidak memakai baju dokternya. sehingga keluarga Glover tidak mengetahui identitasnya selama ini. Bisa di tebak kalau sampai keluarga Glover tahu identitas Bella.
Selama ini dia selalu menyembunyikan nama keluarganya, di tambah ayah, ibu dan kakaknya tidak pernah mengakuinya sebagai salah satu di keluarga Glover.
" Tidak sombong, aku hanya berpikir kalau lebih baik aku tidak sering berkunjung kerumah mu. Sebab aku sudah menikah dan memiliki keluarga baru, aku tidak mau suamiku berfikir kalau aku mengabaikan dia." Itu hanya alasan Bella saja, dia memang sudah tidak mau menginjak rumah itu lagi.
Sedangkan Clara dan ibunya sangat kesal. mereka yang sudah merencanakan beberapa hal untuk merayu Sean sebelum mendapatkan respon dari Adrian. Mereka yang sulit mendapatkan perhatian Adrian, tidak masalah jika Sean berhasil dia rebut dari Bella.
Namun, jangankan Adrian. Sean saja di susah dekati karena alasannya Bella yang tidak pernah memberikan isin jika ingin berkunjung kerumah Sean.
" Kalau begitu, biarkan kami berkunjung kerumah mu. Bagaimana pun kami ini keluarga mu, kami juga sangat merindukanmu." Clara sengaja memasang wajah yang sedih agar pengunjung yang ada di dalam kafe merasa iba kepadanya.
Bella bukan orang bodoh yang bisa termakan dengan drama Clara. Lagi pula dia tahu, kalau hanya wanita bodoh yang akan menyambut dua wanita pengganggu seperti mereka, apalagi mengizinkan mereka masuk kedalam rumahnya, lalu merayu suaminya. Walaupun mereka tidak saling mencintai, tapi demi kenyamanan masing-masing.
__ADS_1
" Kakak mu benar, nak. Kadang ibu sangat merindukan mu, ketika mengingat kenangan kita bersama. Tapi kau tidak pernah berkunjung kerumah atau mengundang kami kerumah mu." Kini nyonya Viona mengikuti drama anak kesayangannya.
Mereka terus memojokkan Bella agar orang-orang di kafe merasa kalau Bella adalah wanita yang tidak punya sopan santun dan tidak menganggap keluarga nya lagi karena sudah menikah dengan orang kaya.
" Kami tahu kalau suami mu adalah pewaris dari keluarga Anderson, dan kau pasti takut aku akan merayu suami mu. Tapi adik, aku tidak akan melakukan hal seburuk itu. Aku sudah mempunyai kekasih. Aku tidak mungkin membuat pernikahan adikku hancur." Begitu lembut suara Clara, seakan-akan dia wanita paling baik di dunia ini.
Tapi Bella terlihat biasa-biasa saja. Bahkan Bella tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Bahkan beberapa dari mereka sudah menatap Bella sebagai orang yang jahat. Tapi dia sudah memutuskan untuk melakukan apa yang bisa dia ambil. Baginya orang yang tidak mengenal nya akan hanya berkomentar tanpa tahu kenyataan nya.
" Ayahmu juga sangat merindukanmu,nak. Bahkan dia sakit karena selalu kau tolak untuk bertemu." Nyonya Viona memasang wajah sedih agar mendapatkan simpati dari orang yang memperhatikan mereka.
" Tolong biarkan kami berkunjung kerumah mu. ini demi ayah, adikku." Sebenarnya Clara sudah sangat kesal kepada Bella. Tapi demi sandiwara nya dia harus berkata baik kepada Bella.
Kini bisik-bisik mulai terdengar di telinga Bella. Tapi dia sama sekali tidak peduli bahkan mengacuhkan mereka.
Sekarang orang-orang yang tadinya melihat Bella yang jahat kepada keluarganya, kini mereka tahu alasan kenapa Bella selalu menolak keluarga nya untuk berkunjung.
" Apa maksud mu, adik? kenapa kau bicara seperti itu? kami tidak mungkin berani menghina tuan Sean." Clara sangat gugup, mendengar jawaban Bella. Karena dia tidak pernah mengatakannya langsung. Bagaimana Bella tahu? sekarang dia semakin gugup karena dia takut semua ini ada kaitannya dengan Sean.
" Benarkah? Kalau begitu aku salah menilai kalian. Tapi kenapa wajah mu terlihat sangat gugup, seakan-akan kau sudah melakukan hal-hal yang buruk kepada suamiku?" Kini Clara kehilangan kata-kata.
" Dan, sepertinya kau benar kalau aku takut kau merayu suamiku. Bukannya kau cantik, tentu saja aku lebih cantik dari mu. Tapi orang serakah bisa saja melakukan segala Cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Aku sebenarnya sangat benci melawan wanita yang sangat menjijikkan dan sangat menguras tenaga." Bella yang sudah lelah karena di ganggu oleh wanita penjilat. Kini dia pergi tanpa berpamitan kepada mereka.
Sedangkan orang-orang yang memperhatikan Clara dan ibunya mulai berbisik bisik dan menatap mereka dengan sinis.
__ADS_1
***
Setelah sampai di rumah, rasa lelah Bella mulai berkurang ketika melihat Sean yang berada di sofa dan sibuk dengan laptopnya.
Sedangkan Jhon yang melihat kedatangan bella, kini menyapanya. " Apakah nyonya baik-baik saja?" Tanya Jhon karena dia heran melihat wajah Bella yang hanya menatap sang suami, bahkan dia tidak bergerak.
" Tuan Jhon, apa kau bisa minggir sedikit. Aku mau melihat tuan mu yang tampan ketika memakai kacamata." Jhon yang mendengar itu hanya tersenyum kecil, karena sudah biasa mendengar Bella berkata jujur. Sedangkan Sean yang mendengar ucapan Bella mengalihkan fokusnya dari laptop.
Tentu saja Sean akan salah tingkah, di tambah lagi dengan tatapan istrinya yang begitu polos membuat dia semakin gemas kepada istrinya.
" Hmm, kau sudah pulang? Apa harimu menyenangkan? Sampai kau memujiku seperti itu." Tanya Sean. Dia berusaha mengalihkan pandangan istrinya, dia benar benar malu. Bahkan Jhon bisa melihat telinga tuannya memerah.
Benar-benar pemandangan yang tidak bisa di lewatkan bagi Jhon. Wanita sepolos Bella bisa membuat pria yang sering dia gambar kan seorang singa merasa malu.
" Hmm, lumayan, kau sangat tampan memakai kacamata." Kini Bella memuji Sean kembali sehingga Sean terbentuk kecil. " Apa kau baik-baik saja? Apa perlu aku ambilkan air?" Tanya Bella yang begitu polos, walaupun dia seorang dokter tapi dia sangat polos dengan ekspresi orang.
" Tidak perlu, aku baik-baik saja. Dan terimakasih atas pujiannya! Apa kau suka aku memakai kacamata?" Tanya Sean. Dia akan rela memakai kacamata seharian jika itu membuat Bella senang.
" Iya, kau seperti seorang senior di kampus."
Sean hanya tersenyum kecil, ingin rasanya dia mengelus puncak kepala Bella yang ada dihadapan nya karena terlalu gemas. Mata polos Bella semakin membuat dia jatuh cinta.
Sebenarnya, Sean sudah menyadari kalau dia sudah jatuh cinta kepada Bella. Dan sebentar lagi dia akan mendapatkan wanita itu, apapun caranya. Meski harus memanfaatkan kepolosan Bella itu tidak masalah baginya. karena dia sangat tulus mencintai istrinya, dan selamanya akan terus mencintainya.
__ADS_1