Menikahi Tuan Depresi

Menikahi Tuan Depresi
CH-99 Jack sudah sembuh


__ADS_3

Jack diantar Pak Beni menemui Dokter Mia


“Tn.Delmar, silahkan masuk,” sambut Dokter Mia.


Jack duduk didepan meja praktek Dokter Mia, sedangkan Pak Beni duduk di kursi yang ada diruangan itu.


“Bagaimana kabarmu? Apa Tuan ada keluhan? Saya dengar Tuan baru pulang dari Paris,” kata Dokter Mia, sambil tersenyum ramah lalu menoleh pada Pak Beni yang hanya mengangguk saja.


“Aku berhalusinasi,” jawab Jack.


“Berhalusinasi?” tanya Dokter Mia keheranan.


“Iya,” jawab Jack.


“Baiklah saya periksa dulu kesehatan Tuan,” kata Dokter Mia, tangannya menunjuk pada ruangan periksa yang terpisah sekat kaca, disana ada berbagai macam alat tes medis dan kejiwaan.


Jack dan Dokter Mia memasuki ruangan itu sedangkan Pak Beni hanya menunggu di kursi ruang praktek.


Setelah melakukan beberapa pemeriksaan medis, Dokter Mia duduk dikursi berhadapan dengan Jack.


“Tuan, secara fisik tubuh Tuan sehat. Apa Tuan masih meminum obatnya dengan rutin?” tanya Dokter Mia.


Jack belum menjawab, Dokter Mia bicara lagi.


“Beberapa waktu lalu Nyonya menelpon kalau menemukan obat Tuan di saku celana Tuan. Apa Tuan sengaja membuangnya?”  tanya Dokter Mia, membuat Jack menatapnya.


“Kapan?” tanya Jack.


“Sejak Tuan ke Paris,” jawab Dokter Mia.


Jackpun diam, barulah dia mengerti ternyata Ara datang ke Paris karena ingin menyelidikinya? Istrinya menemukan obat yang dia sembunyikan di saku celananya.


Jadi memang Ara sudah tahu semuanya. Istrinya benar-benar melihatnya di rumah pamannya. Itulah yang membuatnya murung dan kakinya lecet-lecet itu. Istrinya kabur dari rumah pamannya yang demikian jauh ke gerbang. Dia berbohong kalau berjalan-jalan ditaman.


Ada perasaan bersalah dihati Jack, dia masih merahasiakan kesembuhannya sampai sekarang. Tapi istrinya juga bersikap seolah-olah tidak tahu soal itu.


“Katakan Tuan berhalusinasi soal apa?” tanya Dokter Mia.


“Aku melihat beberapa hal pada istriku mirip dengan Arum, anak perempuan yang tenggelam itu,” jawab Jack.


Dokter Mia tampak mengerutkan dahinya.


“Apa ada sesuatu yang membuat Tuan berfikir begitu?” tanya Dokter Mia.


“Aku melihat tahi lalat di rambut bagian belakang istriu, disini, di tengkuknya,” jawab Jack, sambil menunjuk belakang kepalanya.


“Arum memiliki tahi lalat disana,” jawab Jack.


“Tapi itu tidak bisa jadi tolok ukur, ada banyak orang memiliki tahi lalat disekitar kepala, leher atau bagian tubuh lainnya,” kata Dokter Mia.

__ADS_1


“Istriku suka eskrim strawbery,” jawab Jack.


“Sangat senang eskrim strawberry,” ulang Jack.


“Banyak yang suka eskrim strawberry,” kata Dokter Mia.


“Aku menikahinya kerena pandangan matanya mengingatkanku pada Arum,” jawab Jack.


Dokter Miapun diam, dia tahu itu adalah trauma terdalam yang dialami Jack.


“Berapa lama Tuan tidak mengkonsumi obat?” tanya Dokter Mia.


“Suda beberapa hari,” jawab Jack.


“Apa ada keluhan?” tanya Dokter Mia.


“Hanya halusinasi itu,” jawab Jack.


“Saya akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang harus Tuan jawab,” kata Dokter Mia.


Jackpun mengangguk. Kemudian Dokter Mia memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan penilaian kejiwaannya Jack. Setiap pertanyaan itu bisa dijawab Jack dengan mudah.


Cukup lama Jack berada diruangan itu bersama Dokter Mia. Pak Beni sesekali melihat mereka lewat kaca pemisah ruangan itu.


Setelah merasa cukup pemeriksaannya pada Jack, Dokter Mia mengajak jack kembali ke ruang prakteknya.  Dokter itu kembali duduk di kursinya begitu juga dengan Jack. Pak Beni menatap Dokter Mia dengan antusias, ingin tahu hasilnya.


“Setelah saya melakukan beberapa pemeriksaan, dan kesimpulannya Tuan Delmar baik-baik saja dan


“Bagaimana dengan halusinasi itu?” tanya Jack.


“Kenapa aku melihat istriku seperti Arum?” tanya Jack lagi.


“Itu bukan halusinasi, itu memang fakta yang Tuan lihat. Banyak orang yang mirip didunia ini meskipun mereka bukan keluarga. Jadi itulah yang terjadi. Kemungkinan Nyonya memang mirip dengan Arum tapi belum tentu juga Nyonya adalah Arum, jadi itu yang harus Tn.Delmar ingat,” jawab Dokter Mia.


Jackpun diam, mungkin dia hanya berlebihan menanggapi hal ini.


“Daya ingat Tuan juga bagus, itu bukan halusinasi. Jadi saya hanya akan memberikan obat untuk anda lebih rilex saja dan bisa istrirahat.  Ini juga dosisnya tidak banyak, hanya bisa membuat anda bisa beristirahat jadi jangan terlalu banyak fikiran,” kata Dokter Mia sambil menulis resep.


“Harus istirahat yang cukup,” lanjut Dokter Mia, memberikan resep itu pada Pak Beni.


“Saya juga akan menghentikan obat-obat yang biasa saya berikan, kerena Tuan sudah bisa hidup normal tanpa obat-obatan. Tapi jika ada keluhan datanglah lagi kesini,” kata Dokter Mia.


“Baiklah Dok, terimakasih,” ucap Jack.


Setelah semuanya beres, Jack dan Pak  Beni keluar dari ruangan prakter Dokter Mia.


Jack masih melamun di jalan pulang. Ternyata apa yang dia fikirkan itu bukanlah halusinasi dari traumanya, tapi memang Ara memiliki banyak kemiripan dengan Arum, dan seharusnya dia juga tidak bersikap berlebihan sesuai dengan apa yang dikatakan Dokter Mia. Ada banyak orang yang mirip di dunai ini dan tentu saja apa yang ada dalam istrinya hanya suatu kebetulan saja bukan berarti Ara adalah Arum.


Sepeninggalnya Jack dan Pak Beni, Dokter Mia teringat pada perintahnya Tn.Ferdi. Diapun melakukan panggilan pada ayah tirinya Jack itu.

__ADS_1


Tn.Ferdi yang masih berada di ruang kerjanya itu, segera menerima panggilan dari Dokter Mia.


“Ada apa?” tanya Tn.Ferdi, sambil kembali minum. Dia sudah mulai mabuk.


“Tn.Delmar tadi datang kesini,” jawab Dokter Mia.


“Bagaimana kesehatannya?” tanya Tn.Ferdi, dengan antusias.


“Tn.Delmar sudah sembuh, dia sudah tidak bergantung pada obat-obatan lagi, dia sudah berhenti minum obat,” jawab Dokter Mia, membuat Tn.Ferdi menahan marah, wajahnya yang tadi memerah karena minum terlalu banyak kini semakin merah padam.


“Jack sembuh? Dia benar-benar sembuh?” tanya Tn.Ferdi.


“Iya Tuan, Tuan Delmar sudah sembuh, sudah tidak perlu obat-obatan lagi,” jawab Dokter Mia.


Mendengar perkataannya Dokter Mia itu membuat Tn. Ferdi naik pitam. Dia langsung membanting ponselnya ke tembok sampai ponsel itu pecah berserakan. Dilemparnya juga gelas dan botol minuman yang ada dimeja sampai pecah berkeping-keping di lantai.


“Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan! Anak gila itu ternyata sembuh! Setelah aku bersusah payah


membuatnya terus gila, dia malah sembuh! Aku tidak mengerti!” teriaknya sambil menyapu semua berkas yang ada di meja hingga berjatuhan lagi ke lantai.


“Sayang, ada apa?” terdengar suara Ny. Inez masuk ke ruangan itu karena dia mendengar suara benda pecah di ruang kerja suaminya.


Kedua tangan Tn.Ferdi memegang ujung meja kerjanya, menunduk menahan marah yang amat sangat, dia tidak bisa membiarkan ini terjadi. Terpaka, terpaksa dia harus melenyapkan anak tirinya itu, juga istri dan keturunannya.


“Sayang, ada apa ini? Kenapa berantakan begini?” tanya Ny.Inez, mencoba mendekat.


“Keluar dari ruanganku!” usir Tn.Ferdi tanpa menoleh.


“Sayang, apa salahku mengusirku? Ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Ny. Inez.


“Aku bilang keluar, keluar!” teriak Tn.Ferdi dengan keras.


“Kau kenapa? Kenapa kau terus membentakku?” Ny, Inez bukannya pergi tapi dia malah semakin mendekat membuat Tn.Ferdi marah dan kembali menghempaskan barang-barang dimeja, membuat Ny.Inez terkejut dan berteriak.


“Ada apa ini?” tanya Ny Inez.


Tn.Ferdi membalikkan badannya menatap istrinya. Matanya memerah.


“Sayang, kau mabuk, tenanglah,” kata Ny.Inez.


Ara yang juga mendengar ribut-ribut itu keluar dari kamarnya, dia mendengar suara barang-barang yang pecah,  jadi dia mengikuti arah suara berisik itu, ternyata suara itu mengarah ke ruang kerja mertuanya.


“Anak itu! Anak itu!” teriak Tn.Ferdi.


 Ara yang mendengarnya merasa penasaran dengan apa yang terjadi di dalam ruang kerja itu, diapun menempelkan tubuhnya ke tembok dekat pintu, mencoba mendengarkan kejadian didalam itu.


“Anak itu, ternyata anak itu sudah sembuh!”teriak Tn.Ferdi.


Ny.Inez yang mendengar perkataan suaminya sangat terkejut begitu juga Ara. Apa maksud Tn Ferdi, Jack yang sembuh? Tn Ferdi tahu Jack sudah sembuh?

__ADS_1


****************


__ADS_2