Menikahi Tuan Depresi

Menikahi Tuan Depresi
CH-42 Tiba di Paris


__ADS_3

Mobil mewah itu menyusuri jalan yang sangat lebar. Mobil yang berukuran cukup panjang itu terasa begitu sangat luas. Hanya ada Ara dan Jack yang ada di dalam mobil itu. Pak Beni duduk di depan dengan supirnya.


Ara menoleh kearah jendela, melihat indahnya pemandangan diluar sana.


“Jack, ini pertama kalinya aku ke Paris, tempatnya sangat indah. Disaat pasangan pengantin datang ke Paris untuk berbulan madu, justru aku hanya untuk lari dari masalah,” ucap Ara, lalu menoleh pada Jack. Tangannya meraih tangan Jack dan digenggamnya.


“Meskipun kita tidak seperti pasangan pengantin pada umumnya yang berbulan madu, tidak apa bagiku, aku hanya ingin kau sembuh Jack,” ucap Ara.


“Aku akan selalu menemanimu,” ucap Ara lagi, tersenyum pada Jack yang ternyata pria itu sedang menatapnya, lalu diapun kembali melihat keluar jendela.


Ara tampak terkejut saat mobil itu memasuki halaman sebuah bangunan besar dan melihat sebuah tulisan terpasang di dinding itu dengan sebuah nama. Ini bukan rumah Jack, tapi mungkinkah sebuah rumah sakit, karena bangunannya sangat besar dan bertingkat.


Dia menebak-menebak ini rumah sakit tempat Jack dirawat. Dia akan bertanya pada Pak Beni tapi tidak tahu cara membuka pemabatas yang menutupi mereka dengan bagian depan mobil. Bertanya pada Jack apa dia akan menjawab?


“Jack, ini bukan rumahmu kan? Apa ini rumah sakit?” tanya Ara.


Jack tidak menjawab.


Mobil itu berhenti di parkiran bangunan itu. Melihat beberapa pasien yang sedang berada ditaman, juga beberapa mobil yang membawa seorang yang mengalami ganguan jiwa masuk ke gedung itu, Ara sudah menebak kalau ini adalah rumah sakit Jiwa.


Saat mobil itu berhenti, Ara langsung turun dan menghampiri Pak Beni yang juga baru turun.


“Pak Beni, katamu kita akan pulang ke rumahnya Jack, kenapa malah ke RSJ?” tanya Ara.


“Kita perlu konsultasi dengan Dokter disini. Nyonya harus tahu, Tn.Ferdi bisa saja mengecek keberadaannya Tuan Delmar, apakah sudah masuk kesini atau belum. Dan untuk mengecohnya, kita tetap harus melakukan administrasi seolah-olah Tn. Delmar masuk ke RSJ,” kata Pak Beni.


“Baiklah, aku mengerti,” ucap Ara, lalu menoleh pada Jack.


Pria itu berdiri menatap gedung yang menjulang tinggi itu yang bertuliskan nama rumah sakit. Ara melihat raut sedih diwajahnya Jack.  Hatinya semakin ikut merasa sedih, dia tidak tega membiarkan Jack berada di rumah sakit ini bersama orang-orang yang menderita gangguan jiwa.


Ara menatap pria itu, suaminya. Walau bagaimanapun pria itu suaminya meski dalam keadaan apapun, dia suaminya, dia sudah berkewajiban menemaninya meskipun dalam keadaan sulit.


Ara mendekati Jack, memeluk lengannya. Diapun tersenyum.


“Kau mengenal tempat ini?” tanya Ara.


“Rumah,” ucap Jack.


“Rumahmu?” tanya Ara.


“Rumah,” ucap Jack lagi.


“Bukan, mulai saat ini kau harus mengatakan ini bukan rumahmu, kau tidak akan tinggal disini,” kata Ara dengan tegas.


“Rumah,” ulang Jack.


Arapun diam. Dia mencoba memberikan sugesti pada Jack untuk tidak menganggap rumah sakit ini adalah rumahnya.


Pak Beni tampak berjalan lebih dulu, Arapun mengajak Jack untuk mengikuti Pak Beni.


Merekapun memasuki rumah sakit itu. Setelah memasuki lorong-lorong yang panjang, dengan banyaknya pasien yang berlalu-lalang dengan perawat, hati Ara merasa miris. Hatinya semakin tidak tega membayangkan Jack berasa diantara orang-orang yang menderita gangguan jiwa.


Hingga sampailah mereka disebuah pintu yang bertuliskan nama Dokter Atlantes.


“Masuk!” terdengar suara dari dalam.


Pak Benipun masuk ke dalam ruangan itu diikuti oleh Jack dan Ara.


Seorang pria yang sepertinya usianya tidak beda jauh dari Pak Beni duduk dengan senyum mengembang dibibirnya. Pria itu bersalaman dengan Pak Beni, mereka bicara dalam bahasa Perancis.


Dokter Atlantes menghampiri Jack dan menyapanya, memegang tangannya Jack. Lagi-lagi dalam bahasa Perancis membuat Ara bingung, mereka bicara apa.  Jack tampak beraksi dan menatap Dokter Atlantes lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


Dokter itu menoleh pada Ara.


“Kau istrinya Mr. Delmar?” tanyanya dalam bahasa Inggris.


“Iya,” jawab Ara.


Dalam hati dia bersyukur ada pelajaran bahasa Inggris di sekolah, jadi mengerti apa yang dikatakan Dokter Atlantes. Tidak pernah terfikiekan dia akan menikahi pria blasteran dan tinggal di luar negeri dengan menggunakan bahasa asing yang tidak dia mengerti.


“Senang  bertemu denganmu,” ucap Dokter Atantes, tersenyum ramah, lalu menoleh pda Jack, meraih tangannya mengajaknya duduk.


Lagi-lagi Dokter itu mengajak bicara Jack dalam bahasa Perancis, yang Ara tidak tahu. Akhirnya Ara hanya duduk saja memperhatikan Dokter itu bicara dengan Jack dan Pak Beni.


“Saya tidak mengerti kenapa Tuan malah bertambah buruk. Saat pulang Tuan masih bisa konsentrasi dan focus,” kata Pak Beni dalam bahasa Perancis.


Ara hanya menajamkan telinganya, kira-kira Pak Beni bicara apa?


Dokter Atlantes melirik sebentar pada Ara.


“Istrinya tidak tahu siapa Mr. Delmar?” tanya Dokter Atlantes.


“Tidak Dokter, aku tidak punya kewajiban menjelaskannya, karena saat Tuan menikah kondisi Tuan masih lebih baik jadi saya tidak bisa melangkahi Tuan. Biar Tuan saja yang mengatakannya jika sudah sembuh,” jawab Pak Beni.


“Jadi Mr.Delmar tidak akan tinggal disini?” tanya Dokter Atlantes.


“Tidak Dokter, istrinya ingin merawatnya di rumah,” jawab Pak Beni.


Dokter Atlantes menatap Jack yang hanya diam melihat kearah lain.


“Apa terjadi sesuatu disana?” tanya Dokter Altantes.


“Terlalu banyak tekanan. Kalau tidak terpaksa, saya  tidak akan membawa Tuan kesana, tapi itu yang harus dilakuan demi keselamatan Tuan, tapi ternyata Tuan malah semakin parah,” ucap Pak Beni.


“Saya butuh data saja kalau Tuan Delmar benar-benar dirawat disini lagi. Saya harap Dokter mau menjaga rahasia kalau Tuan Delmar saya bawa pulang,” kata Pak Beni.


“Bagaimana dengan Ny.Inez?” tanya Tuan Atlantes.


“Seperti biasa dia tidak terlalu peduli dengan Tuan. Padahal saya berharap dengan berkumpul bersama keluarganya akan membuat Tuan lebih sehat dan normal, tidak tergantung lagi pada obat-obatan,” ucap Pak Beni.


Ara kembali menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, dia begitu ingin tahu apa yang mereka bicarakan.


“Dokter!” ucap Ara tiba-tiba, saking penasarannya apa yang mereka bicarakan.


Dokter Atlantes menoleh pada Ara begitu juga Pak Beni.


“Dokter, kira-kira Jack ada harapan sembuh tidak?” tanya Ara dalam bahasa Inggris.


Dokter Atlantes menoleh pada Pak Beni dan menatapnya.


“Istrinya tidak tahu kalau Mr.Delmar sudah lama sembuh?” tanya Dokter Atlantes.


“Tidak Dokter, karena Tuan saat pulang kondisinya sedang sakit dan harus minum obat. Saya tidak mengatakan kalau sebelumnya Tuan sudah sembuh, termasuk merahasiakannya pada keluarganya, mereka tidak ada yang tahu,” jawab Pak Beni.


“Dan saya harap Dokter juga tidak perlu mengatakan hal ini pada Mrs.Delmar, karena saya tidak tahu apa pendapat Tuan jika tahu semua ini, saya hanya bekewajikan menjaga Tuan saja,” kata Pak Beni lagi.


Ara yang mendengar Mrs.Delmar disebut, itu artinya sedang menyebutnya, dia mengumpulkan memorynya untuk menebak apa yang mereka katakan tapi ternyata tidak tertebak.


Dokter Atlantes menganggukkkan kepalanya, lalu menoleh pada Ara.


“Harapan sembuh ada, kita tetap harus bersabar dan berusaha,” ucap Dokter Atlantes.


“Aku ingin Jack benar-benar sembuh dan tidak bergantung lagi pada obat-obatan, apakah bisa?” tanya Ara.

__ADS_1


“Iya,” jawab Dokter Atlantes, lalu menoleh pada Pak Beni dan bicara dalam bahasa Perancis.


“Jadi istrinya juga tidak tahu kalau Mr.Delmar sebelumnya tidak minum obat?” tanya Dokter Atlantes.


“Tidak Dokter,” jawab Pak Beni.


“Aku ingin merawat Jack di rumah saja,” ucap Ara.


Dokter Atlantes menatapnya.


“Aku juga ingin membawa Jack ke tempat kejadian yang membuatnya depresi itu, apa boleh? Siapa tahu dengan datang ke tempat itu Jack akan benar-benar sembuh, atau istilahnya semacam shock terapy, apa itu baik?” tanya Ara lagi.


Dokter Atlantes menoleh pada Jack, lalu menoleh pada Ara.


“Apa yang akan kau lakukan disana?” tanya Dokter Atlantes, dalam bahasa Inggris.


“Aku ingin mengatakan pada Jack, realitas sesungguhnya kalau dia tidak bersalah dengan apa yang telah terjadi, itu hanya sebuah kecelakaan,” jawab Ara.


“Baiklah, aku ijinkan. Tapi Mr.Delmar harus control seminggu sekali dan mendapat obat baru,” kata Dokter Atalantes.


“Baiklah Dokter, terimakasih kau sudah merawat Jack dari kecil, saya sangat berterimakasih,” ucap Ara.


Dokter Atlantes hanya mengangguk dan tersenyum lalu menoleh pada Jack dan bicara bahasa perancis.


“Mr.Delmar, Istrimu sangat baik, dia sangat menyayangimu,” ucapnya.


“Ara,” ucap Jack, membuat Ara terkejut.


“Jack, kau menyebut namaku!” serunya sumringah, baru sekarang Jack menyebut namanya lagi yang sebelumnya dia hanya ingat Arum saja.


Dokter Atlantes tersenyum dan menatap Jack.


“Namanya Ara?” tanyanya.


“Ara, Ara,” jawab Jack.


Dokter Atlantes menepuk bahunya Jack dan kembali bicara dalam bahasa Perancis, membuat Ara geregetan dalam hati karena tidak mengerti. Pokoknya dia harus belajar bahasa Perancis!


Ternyata Dokter Atlantes membawa Jack ke dalam ruangan terapy yang ada diruangan lain, Ara dan Pak Beni tidak diperbolehkan masuk keruangan itu.


Ara hanya melihat dari kaca ruangan itu kalau Dokter Atlantes hanya mengajak Jack berbicara, kini ada asisten Dokter yang ikut masuk juga ke ruangan itu.


“Setelah dari sini kita kemana?” tanya Ara pada Pak Beni.


“Kita pulang saja, Nyonya pasti lelah,” jawab Pak Beni.


“Aku ingin ketempat kejadian itu,” ucap Ara.


“Hari sudah mulai gelap, sebaiknya kita kesana besok saja,” kata Pak Beni.


Arapun mengangguk.


Setelah Jack selesai dengan terapynya, Pak Beni mengajak Ara dan Jack pulang ke rumahnya Jack.


***********


 


Visual rumah sakit tempat Jack di rawat.


__ADS_1


__ADS_2