Menikahi Tuan Depresi

Menikahi Tuan Depresi
CH-179 Rebecca Nekat Menemui Jack


__ADS_3

Ara pulang kerumah dengan hati yang kesal, kenapa dia sampai harus bertemu dengan wanita itu? Kata Jack tidak ada hubungan tapi kenapa wanita itu malah mengganggunya? Semua ini benar-benar membuatnya pusing. Diapun memilih pulang saja, dan beristirahat dirumah.


Sampai rumah setiap kali ke kamarnya dia pasti melihat foto pernikahan di dinding itu. Diapun tersenyum. Ara selalu berharap pernikahannya dengan Jack mulus-mulus saja, jangan ada lagi airmata dipernikahan mereka.


Baru juga Ara beranjak, dia dikagetkan dengan suara benda yang jatuh dibelakangnya, diapun cepat menengok dan Ara semakin terkejut saat melihat apa yang jatuh, foto pernikahannya jatuh ke atas meja dengan posisi terbalik.


Ara cepat-cepat mengambilnya dan dia langsung kecewa saat melihat kacanya yang sedikit retak. Untung kaca itu tebal jadi tidak sampai pecah berkeping-keping.


Ara menatap foto itu, hatinya mendadak gelisah saja, apa ini pertanda buruk? Apakah akan ada badai di pernikahannya? Sepertinya sudah banyak badai yang dia lalui untuk mempertahankan pernikahannya ini.  Arapun  cepat-cepat keluar dari kamarnya, meminta pelayan rumahnya untuk mengganti bingkai fotonya yang retak.


Sementara itu pada jam istirahat, Jack sedang duduk berkumpul dengan rekannya yang lain, diruang tamu yang luas, disebuat set sofa berwarna hijau, bicara dan bersenda gurau.


Tiba-tiba seorang prajurit datang menghampirinya.


“Lapor Jendral! Ada yang ingin bertemu!” kata prajurit itu.


“Siapa?” tanya Jack.


“Kekasih Jendral, Nyonya Rebecca!” jawab prajuit itu, sontak Jack merasa terkejut bukan main.


Apalagirekan-rekannya karena wanita itu disebut sebagai kekasihnya Jack, semua mata menatapnya. Tentu saja hal itu membuat Jack marah.


“Suruh datang kesini, aku ingin tahu dia mau apa?”kata Jack.


Tapi belum juga habis bicaranya, wanita bergaun merah yang **** itu muncul ke ruangan itu, sontak semua mata lelaki menoleh kearah wanita cantik yang baru datang itu. Mereka langsung terkesima saja, melihat lekuk tubuh wanita yang mengaku kekasihnya Jendral Jack itu.


“Jendral Jack!” panggil wanita itu, dengen senyumnya yang manis.


Semua orang menelan ludah melihat Rebecca semakin mendekat, dadanya semakin jelas terlihat.


“Kau, ada apa kau kemari?” tanya Jack, sama sekali tidak berdiri menyambut Rebecca. Bahkan dia bertanya tanpa menoleh pada wanita itu.


Melihat sikap Jack yang tidak peduli padanya, membuat Rebecca kesal, tapi dia harus bersabar demi mendapatkan Jendral tampan itu.


“Tentu saja aku sangat merindukanmu, apalagi?” jawab Rebecca, blak blakan, membuat Jack terkejut dengan keberanian wanita itu.


Jack melihat rekan-rekannya mulai kasak-kusuk.


“Katakan saja keperluanmu apa, aku tidak suka menerima tamu dikantorku!” kata Jack, masih dengan nada ketus.


Rekan-rekannya terdiam mendengarkan, mereka penasaran ada hubungan apa Jack dengan wanita cantik itu?


“Baiklah kalau begitu, kita bertemu di hotel saja, kau sendiri yang membooking hotelnya, aku tidak terlalu tahu hotel di Paris,” ujar Rebecca.


Tentu saja jawabannya membuat wajah Jack memerah, rekan-relannya saling pandang dan mulai kasak kusuk tidak jelas.


Akhirnya Jack berdiri dan menghadap Rebecca, menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


“Jaga ucapanmu!” bentak Jack.


Mendapat bentakan dari Jack itu tiba-tiba Rebecca terisak-isak dengan sedih.


“Kenapa kau membentakku? Apa kau malu karena aku datang kesini? Aku hanya ingin menemuimu! Apa aku salah? Aku hanya merindukanmu! Kau bilang setelah bermalam denganku kau tidak akan mencampakkanku, ternyata kau sama saja dengan pria lainnya,” kata Rebecca.


Tentu saja ucapan Rebecca membuat semua orang terkejut dan membelalakkan matanya.  Wajahnya Jack semakin merah saja karena kesal.


Tangannya langsung menunjuk Rebecca, tapi kemudian dia sadar kalau Rebecca seorang perempuan. Pantang dia menyakiti perempuan.


“Jendral, jangan buat malu instituisi, kau harus bertanggung jawab, “ kata seorang rekannya.


“Tapi aku tidak ada hubungan apa-apa- dengan wanita ini!” ujar Jack, dengan kesal.


Rebecca kembali terisak-isak.


“Aku benar-benar bodoh, sangat bodoh! Aku tertipu olehmu! Ternyata kau sama saja dengan pria pria lain, setelah bosan kau mencampakkanku!” kata Rebecca, dalam bahasa Inggris bercampur bahasa perancis.


Sejak datang ke Paris, diwaktu senggangnya karena Tn.Igansius hanya sebentar kalau mampir ke rumahnya, dia mengisi waktunya belajar bahasa Perancis,


“Jangan seperti itu Jendral, kau selesaikan masalahmu dengan wanita ini baik-baik,” kata yang lainnya.


Wajah Jack semakin memerah menahan marah. Perkataan Rebecca membuat semua orang mencemoohnya.


“Ikut ke kantorku!” kata Jack, langsung beranjak.


“Terimakasih atas bantuan kalian,” kata Rebecca sambil tersenyum.


“Iya,”  jawab mereka dengan menelan ludah, melihat sebagian dada Rebecca yang menyembul keluar.


Rebecca langsung mengikuti langkah kakinya Jack.


“Jendral Jack ada main dengan wanita itu? Tapi wanita itu sangat cantik,” kata salah seorang.


“Wanita itu dicampakkan Jendral Jack karena dia sudah mempunyai istri dan baru melahirkan,” kata yang lainnya. Kebetulan diantara mereka tidak melihat Rebecca diacara Jendral Ronald.


Jack masuk keruangan kerjanya diikuti Rebecca yang melihat kesekeliling ruangan kantor Jack yang luas itu.


“Ternyata ruang kerjamu sangat nyaman,” ucap Rebecca.


Jack menatap wanita itu yang berjalan mengitari ruang kerjanya itu.


Tangan Rebecca menepuk-nepuk sofa itu, lalu menoleh pada meja kerjanya Jack yang lebar, dia mengusap meja itu.


“Jendral kau bisa memilih, kita akan melakukannya dimana? Di sofa atau dimeja ini? Kau sebutkan saja kau mau yang mana,” kata Rebecca.


“Kau ini bicara apa?” bentak Jack.

__ADS_1


“Jangan selalu membentakku Jendral, aku tahu kau tertarik padaku, aku tahu kau memiliki hasrat padaku.  Aku sudah rela menawarkan diriku padamu, seharusnya kau menghargai pengorbananku ini,” kata Rebecca.


“Pengorbanan katamu? Pengorbanan apa? Kau mempermalukanku di depan rekan kerjaku! Mereka fikir aku ada hubungan denganmu!” maki Jack.


Rebecca menghampiri Jack  dengan gayanya yang menggoda.


“Jendral, semakin kau menolakku, aku semakin menyukaimu,” kata Rebecca.


Jack menggelengkan kepalanya dengan kesal.


“Kau tahu pengorbananku apa untuk bisa ke Paris? Aku rela melayani pria tua itu! Aku rela menjadi simpanannya asal aku bisa bertemu denganmu! Apa kau tidak kasihan padaku? Semua aku lakukan demi dirimu,” ujar Rebecca, menatap Jack dengan tatapan penuh pengharapan.


“Tidak ada yang memintamu untuk melakukan itu,” kata Jack, dengan ketus.


“Tega sekali kau bicara begitu, apa kau tidak mengetahui aku berkorban untukmu, sejak kejadian itu aku tidak bisa melupakanmu, aku jatuh cinta padamu,” ucap Rebecca dengan jujur.


Jack menatapnya.


“Jadi maksudmu kau menemuiku itu untuk apa? Ingin berkeluh kesah  soal pengorbananmu itu?” tanya Jack.


Rebeccapun diam.


“Aku pria beristri! Kau harus tahu itu! Istriku baru melahirkan!” kata Jack.


Rebecca masih diam.


“Kau bilang pengorbanan?  Istriku hamil tanpa ada aku disisinya berbulan-bulan! Dan aku muncul menyakiti perasaannya! Apa kau tidak punya otak, heh?” bentak Jack dengan kesal.


Rebecca menatap Jendral tampan itu, entah kenapa dia merasa sakit hati Jack begitu peduli pada istrinya.


“Jadi istrimu baru melahirkan?” tanya Rebceea.


“Iya!”jawab Jack.


“Kalau begitu ini waktu yang tepat,” seru Rebecca.


“Tepat apa?” tanya Jack.


“Tandanya dalam waku lama kau tidak bisa mencumbu istrimu kan? Itu tandanya kau membutuhkanku!” jawab Rebecca, tersenyum senang.


“Kau menjijikkan!” maki Jack.


“Jangan begitu Jendral, niatku baik. Aku tidak akan mempersulitmu, aku tidak masalah kita bertemu diam-diam tanpa sepengetahuan istrimu,” kata Rebecca.


Jack yang sekarang diam, cobaan apa lagi ini yang datang dalam hidupnya? Stop, dia tidak ingin melihat istrinya menangis lagi karenanya.


*******

__ADS_1


__ADS_2