Menikahi Tuan Depresi

Menikahi Tuan Depresi
CH-75 Bertemu Arum


__ADS_3

Ara merasakan hati yang gelisah, saat mobil itu sudah mulai memasuki halaman sebuah rumah mewah. Ternyata Ny. Imelda memiliki rumah yang mentereng tidak kalah bagusnya dengan rumahnya Jack.


Apalagi saat mereka turun, jantung Ara berdebar semakin kencang, hatinya semakin gelisah dan khawatir. Apa benar Arum itu yang pernah ditemuinya dengan Jack di café bersama Ny. Imelda itu? Arum itu terlihat sangat cantik dan menarik, ada rasa was-was kalau kecantikan Arum akan memikat Jack apalagi Arum adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam hidup Jack.


Ara menghela nafas panjang mencoba menenangkan hatinya. Walaubagiamanpun dia sudah terikat janji dengan Jack dalam pernikahan mau Jack dalam kondisi Jack sadar atau tidak saat menikahinya, sampaikapanpun dia harus bersama Jack, tanpa ada wanita lain dalam pernikahannya.


Seorang pria membuka pintu yang besar itu dan mempersilahkan mereka masuk dan menunggu diruang tamu.


Tidak berapa lama, munculah Ny.Imelda keruangan itu dengan raut mukanya yang masam.


“Imelda,” sapa Ny. Inez, sambil bangun dari duduknya, menatap Ny. Imelda.


“Kalian datang juga kemari?” tanyanya yang lebih mirip keluhan.


“Aku mendengar dari suamiku kalau Arum sudah ditemukan, apa benar itu Arum putrimu?” tanya Ny. Inez.


Ny. Imelda bersikap acuh dan melipat kedua tangannya, tidak mau menatap Ny.Inez.


“Apa pedulimu dia putriku atau bukan?” jawab Ny. Imelda dengan ketus.


Ny.Inez meninggalkan kursinya, segera menghampiri temannya itu yang dulu begitu bersahabat tapi karena tenggelamnya Arum membuat persahabatan itu putus.


“Aku ingin memastikan saja kalau kau sudah menemukan putrimu, dan Arum ternyata masih hidup, aku sangat lega,” jawab Ny. Inez.


Ny. Imelda kini membalikkan tubuhnya menghadap Ny. Inez dan menatapnya tajam.


“Iya, dia Arum putriku,” jawab Ny. Imelda.


“Kau sudah tes DNA? Apa aku bisa melihatnya? Bagaimana dia bisa ditemukan? Tolong ceritakan padaku,” tanya Ny.Inez dengan gugup, rasanya tidak percaya kalau Arum masih hidup.


“Apa kau tidak tahu kalau suamimu yang menemukan Arum?” tanya Ny. Imelda membuat Ny.Inez menoleh pada Tn.Ferdi yang duduk saja dengan santai.


Ny. Inez menoleh pada suaminya.


“Jadi kau yang menemukan Arum? Kenapa kau tidak cerita? Bagaimana ceritanya? Kau temukan dimana? Dimana Arum tinggal selama ini?” tanya Ny. Inez menoleh pada Tn.Ferdi lalu pada Ny.Imelda.


“Kau tidak cerita pada istrimu?” tanya Ny.Imelda menoleh pada Tn.Ferdi.


Ara mengerutkan keningnya, jadi Arum ditemukan oleh Tn.Ferdi? Sangat mencurigakan! Apa itu Arum asli? Apa hasil tes DNA nya?


“Nyonya apa hasil tes DNA nya? Apa benar Arum itu putrimu?” tanya Ara, membuat Ny. Imelda menoleh kearahnya dan menyadari  kehadirannya Ara


“Kau ikut?” tanya Ny. Imelda.


“Tentu saja, aku ingin tahu apa benar Arum itu teman kecilnya Jack yang tenggelam dilaut?” tanya Ara.


“Tidak ada urusannya denganmu juga,” jawab Ny. Imelda, ketus.


“Tentu saja ada urusannya Nyonya, suamiku yang menyebabkan Arum tenggelam, aku minta maaf atas nama suamiku,” ujar Ara.


“Ara benar, bagaimana hasil tes DNAnya? Benar Arum itu putrimu?” tanya Ny. Inez.


“Iya, hasil tes DNA nya Arum itu putriku,” jawab Ny.Imelda.

__ADS_1


“Syukurlah kalau begitu,” ucap Ny. Inez dengan lega.


Begitu juga dengan Ara, diluar rasa was-wasnya dia merasa senang kalau Arum  ternyata masih hidup dan semoga saja Jack akan berangsur pulih dari depresinya.


“Aku ada rencana untuk mempertemukan Arum dengan Jack, tapi Jack sekarang sedang ke Paris,” kata Tn.Ferdi, membuat Ny.Imelda terkejut.


“Buat apa bertemu Jack?” tanya Ny.Imelda dengan wajah masamnya terlihat tidak setuju.


“Aku ingin Arum mau merawat Jack, dengan begitu Jack akan cepat sembuh,” kata Tn.Ferdi.


“Merawat Jack? Hem, buat apa? Dia yang menyebabkan putriku tenggelam dan kami selalu dalam kesedihan berpuluh tahun, dan sekarang kau begitu mudahnya meminta Arum merawat Jack?” Ny. Imelda tidak setuju dan terlihat kesal.


“Biarkan saja Jack itu depresi seumur hidupnya!” lanjut Ny.Imelda.


“Kau ingat, aku yang menemukan Arum!” seru Tn.Ferdi membuat Ny.Imelda diam.


“Aku juga tidak setuju!” ucap Ara-tiba-tiba.


Ny. Inez menoleh pada Ara.


“Kau mau Jack sembuh atau tidak?” tanya Ny. Inez dengan ketus.


“Pokoknya aku tidak setuju!” jawab Ara.


“Kita tunggu saja bagaimana reaksi Jack kalau bertemu Arum. Percuma kau ngotot juga kalau nanti ternyata Jack tidak keberatan kalau dirawat Arum,” ucap Tn.Ferdi, tersenyum sinis.


Ara merasa jengkel, sepertinya Tn.Ferdi punya niat terselubung dengan meminta Arum merawat Jack. Meski dia takut Jack terpikat pada Arum, Ara tetap optimis Jack mencintainya meskipun ucapan cintanya saat Jack depresi.


“Jack itu sakit, dia tidak tahu mana yang baik buatnya atau tidak, aku tetap tidak setuju,” ujar Ara bersikeras.


“Kau mau Jack sembuh tidak sih? Kau malah mempersulit begini!” hardik Ny. Inez, membuat Ara diam dan memberengut.


“Bisakah aku bertemu Arum?” tanya Ny. Inez, menoleh pada Ny.Imelda.


Ny. Imelda diam saja.


“Tolonglah Imelda, aku ingin melihat Arum, aku ingin memastikan dia baik-baik saja,” kata Ny. Inez.


“Buat apa? Tidak perlu! Sebaiknya kalian pulang saja!” usir Ny. Imelda.


“Biarkan mereka bertemu Arum,” kata Tn. Ferdi pada Ny.Imelda.


Ny.Imelda memberengut kesal, dia tidak mau mempertemukan Arum dengan ibunya Jack itu, tapi karena Tn.Ferdi yang memintanya, jadi dia beranjak masuk kerumah dengan wajah cemberut.


Ny.Inez tampak gelisah, dia kembali duduk dan menoleh pada suaminya.


“Bagaimana ceritanya kau tiba-tiba menemukan Arum?” tanya Ny. Inez.


“Itu hanya kebetulan saja, seorang temanku pergi  ke tempat wisata tempat kita mengadakan family gathering dulu di Perancis. Disana dia tidak sengaja bertemu dengan nelayan yang ternyata memilki putri angkat yang dulu ditemukan saat dia melaut yang jauhnya berkilo kilo meter dari tempat wisata itu. Temanku bercerita padaku dan aku mengabari Imelda untuk tes DNA,” jawab Tn.Ferdi.


Ara mendengarkan perkataannya Tn.Ferdi, sungguh suatu kebetulan yang sangat sangat kebetulan, apa perkataan Tn.Ferdi bisa dipercaya? Tapi kata Ny.Imelda benar tes DNAnya memang itu adalah Arum putrinya Ny. Imelda. Apakah Jack kalau bertemu dengan Arum bisa tahu itu Arum masa kecilnya atau bukan?


Tiba-tiba Ara teringat saat Jack bertemu Arum di café, pria itu terus menatap Arum, jangan-jangan Jack memang mengenali kalau itu Arum?

__ADS_1


Aaah…hati Ara kembali lesu, perasaan gelisah kembali muncul, dia takut Jack akan pindah kelain hati. Meski Jack depresi dia adalah suaminya dan hatinya sudah terlanjur menyayangi Jack bagaimanapun keadaannya, mudah-mudahan Jack mengerti apa yang dia rasakan.


Tidak berapa lama, Ny.Imelda muncul dengan seorang gadis yang Ara ketahui memang yang dia lihat saat di café.


Ny.Inez langsung berdiri dan menghampiri Arum.


“Arum!” panggil Ny.Inez, dengan lirih, ada rasa tidak percaya saat melihat sosok gadis itu, yang dia kenal adalah Arum kecil dan yang dilihatnya sekarang adalah Arum dewasa, apa benar itu Arum?


“Kau masih hidup?” tanya Ny.Inez dengan haru.


Arum menatap Ny.Inez.


“Maaf kau siapa?” tanya Arum, menatap Ny,Inez dengan bingung.


“Aku teman ayah ibumu, aku juga ibunya Jack, kau masih ingat Jack bukan? Jack teman kecilmu dulu,” jawab Ny.Inez.


“Ibu sudah cerita tapi maaf aku tidak ingat kalian, semua masih aneh buatku,” ucap Arum.


“Ya, ya aku mengerti, kau pasti merasa asing dengan lingkunganmu yang baru. Tapi aku senang kau baik-baik saja,” kata Ny.Inez, benar-benar masih tidak percaya pada penglihatannya.


Tn.Ferdi bangun dari duduknya dan menghampiri mereka. Arum menoleh pada Tn. Ferdi yang menatapnya.


“Aku ingin kau bertemu dengan Jack,” kata Tn.Ferdi.


“Jack?” gumam Arum, lalu menoleh pada Ny.Imelda.


“Jack itu teman  kecilmu yang menyebabkanmu tenggelam,” kata Ny.Imelda.


“Jack itu yang menyebakan aku tenggelam dan memisahkanku dari orang tuaku? Buat apa aku bertemu dia?” kata Arum, tiba-tiba, dia mundur bebarapa langkah.


“Sayang! Tenanglah!” seru Ny.Imelda menghampiri Arum dan memegang tangannya.


Tn.Ferdi juga menghampiri Arum.


“Aku ingin kau bertemu dengan Jack, Dia depresi dan aku harap kau mau merawat Jack supaya dia cepat sembuh,” kata Tn.Ferdi.


“Aku tidak setuju!’ tiba-tiba Ara berteriak dan bangun dari duduknya menghampiri mereka, lalu menatap Tn.Ferdi.


“Arum boleh bertemu dengan Jack, tapi hanya bertemu saja, tidak untuk merawatnya!” kata Ara dengan tegas.


“Kau membuat sulit saja! Ini untuk kesembuhan Jack!” hardik Tn.Ferdi.


“Kau ingin Jack sembuh karena kau ada maunya!” kata Ara.


“Aku ada urusan pekerjaan dan kau memberikan persyaratan untuk menunggu Jack sembuhkan? Aku ikuti permainanmu, makanya aku minta Arum yang merawat Jack,” kata Tn.Ferdi.


“Aku mau Jack sembuh tapi tidak harus dengan Arum yang merawat Jack,” ujar Ara masih bersikeras.


“Sudahlah dibicarakan nanti saja, jangan buat ribut dirumah orang,” potong Ny. Inez, lalu menoleh pada Arum.


“Kau mau ya bertemu Jack? Tapi Jack sekarang sedang ke Paris untuk berobat, karena sejak menyebabkan kau tenggelam dilaut Jack mengalami Depresi sampai sekarang,” kata Ny. Inez.


Arumpun diam tidak berkata  apa-apa, sungguh ini semua membuatnya bingung, keluarga barunya membuatnya bingung.

__ADS_1


***********


__ADS_2