
Jack terus berfikir bagaimana supaya Ara tidak membuka lemari baju dinasnya itu. Dia tidak mau Ara sampai mengetahui tentang dirinya sebelum waktu yang tepat. Dia masih harus memastikan kalau Ara bukanlah seorang mata-mata atau musuhnya.
Tangan Ara terulur pada pegangan lemari itu, tiba-tiba ada suara ‘Duk!’ membuat Ara menoleh kearah Jack karena dari situ asal suaranya.
“Itu suara apa Jack? Seperti orang memukul sesuatu?” tanya Ara keheranan, melihat pada Jack yang hanya diam saja.
“Ah hanya pendengaranku saja!” kata Ara kemudian, bicara pada diri sendiri.
Tangan Ara kembali mengulur pada gagang lemari itu. Jack akan memukul lagi lemari tapi takut Ara curiga, diapun mencari ide untuk mencegah Ara membuka lemari itu, tapi sebelum ide itu muncul, dia bernafas lega karena ternyata lemari itu dikunci dan kuncinya tidak tergantung disana. Sepertinya Pak Beni sudah menjalankan semua
perintahnya.
“Ternyata dikunci! Tapi kemana kuncinya? Memang isinya apa? Sepertinya hanya lemari ini yang dikunci,” kata Ara.
Diapun membuka-buka lemari lainnya mengambilkan pakaian untuk Jack.
Saat memakaikan pakaian itu, Jack hanya memperhatikannya. Tidak ada sedikitpun gerakan Ara yang terlewati dari penilaiannya. Dia ingat dia memang sudah menikahinya tapi dia juga tidak tahu kenapa dia menikahinya? Apakah dia mencintainya? Tidak mungkin! Wanita itu adalah orang asing baginya, dia pasti telah gegabah menikahinya.
Ara mendudukkan Jack di tempat tidur saat ada suara pintu kamar diketuk. Diapun segera membukanya, ternyata Pak Beni sudah berdiri disana.
“Saatnya makan malam, Nyonya,” ucap Pak Beni, sambil menoleh pada Jack yang hanya diam saja.
“Ya sebentar lagi aku turun, aku baru selesai memandaikan Jack, aku belum mandi,” kata Ara.
Pak Beni melihat Jack memberi kode supaya Pak Beni mengajaknya keluar dari kamar itu.
“Kalau begitu biar saya membawa Tuan duluan ke ruang makan,” kata Pak Beni.
“Ya baiklah,”ucap Ara, sambil membalikkan tubuhnya langsung menghampiri Jack dan langsung saja memeluk tangannya mengajak Jack berdiri.
“Jack, kau makan duluan saja dengan Pak Beni, nanti aku menyusul,” ucap Ara sambil tersenyum.
Sebenarnya Jack ingin melepaskan pelukan tangannya Ara tapi ditahannya. Dia merasa risih wanita itu memperlakukannya seakan-akan dia itu miliknya saja! Menyentuh-nyentuh dirinya seenaknya saja tanpa ijin darinya.
Pak Benipun mengajak Jack keluar dari kamar itu dan menuju ruang makan.
“Pak Beni, aku tidak suka dengan wanita itu!” kata Jack sambil duduk dikursi yang ditarik oleh Pak Beni.
“Maksud Tuan apa?” tanya Pak Beni, menatap Tuannya.
“Jadi selama ini dia yang memandikanku?” tanya Jack.
“Iya Tuan,” jawab Pak Beni.
“Dia telah melakukan pelecehan seksual padaku!” ucap Jack dengan nada tinggi, sampai pelayan yang sedang menyiapkan makan menghentikan kerjanya.
Pak Beni menoleh pada pelayan-pelayan itu supaya mereka meninggalkan ruang makan, merekapun langsung pergi.
“Pelecehan seksual? Maksudnya apa?” tanya Pak Beni.
“Aku harus menuntutnya, aku harus menenjarakannya! Aku tidak terima dia seenaknya memperlakukan tubuhku!” protes Jack dengan marah.
“Maksud Tuan apa?” Pak Beni masih kebingungan.
“Masa dia bersiul-siul pada milikku!” jawab Jack dan wajahnya langsung merah.
Pak Beni terkejut mendengarnya dan kemudian tertawa tapi langsung menghentikan tawanya saat melihat Jack menatapnya tidak suka.
__ADS_1
“Maaf, Tuan!” ucap Pak Beni.
“Benar-benar keterlaluan!” gerutu Jack, sambil mulai makan.
“Kenapa Nyonya bersiul?” tanya Pak Beni.
“Ya supaya aku buang air. Besok besok aku tidak mau dimandikan olehnya lagi! Bilang padanya kau yang akan memandikanku! Aku mau mandi sendiri,” ucap Jack.
“Baik Tuan!” jawab Pak Beni.
“Seharusnya Pak Beni melarangnya memandikanku dari dulu, kenapa Pak Beni membiarkannya?” tanya Jack.
“Masalahnya, Nyonya kan istri Tuan! Tuan juga sangat mencintainya. Saya tidak bisa melarang Nyonya memandikan Tuan,” kata Pak Beni.
“Aku tidak yakin aku mencintainya. Pokoknya aku akan menuntutnya! Hubungi pengacara pasal-pasal apa saja yang bisa dikenakan pada wanita itu! Benar-benar keterlaluan! Jendral dilecehkan seorang wanita dan aku hanya diam saja! Aku benar-benar payah!” Jack terus saja menggerutu.
Pak Beni tampak bingung dan menggaruk-garuk kepalanya.
“Bukan itu saja Pak Beni, dia juga seenaknya mencium pipiku! Jangan-jangan dulu dia suka menciumiku!” keluh Jack lagi sambil mengusap-usap wajahnya, membuat Pak Beni kebingungan.
“Mencium?” tanya Pak Beni.
“Iya, dia tiba-tiba saja mencium pipiku! Disini!” jawab Jack sambil menujuk pipinya, membuat Pak Beni terbengong-bengong saja melihat tingkahnya.
“Aku tidak pernah memberinya perintah untuk menciumku!” kata Jack lagi.
“Nyonya bukan anak buahmu, Tuan. Masa mencium saja harus menunggu perintah!” ujar Pak Beni.
“Aaaah pokoknya selama aku tidak memerintahkannya untuk menciumku, jangan menciumku!” bantah Jack bersikeras.
Pak Beni menghela nafas panjang. Ternyata masalah yang sebenarnya sepele itu terdengar begitu rumit. Baru sekarang dia melihat Tuannya mengomel terus masalah seorang wanita.
Tapi perkataan Jack terhenti saat mendengar suara langkah menuju ruang makan itu. Diapun langsung diam begitu juga dengan Pak Beni apalagi saat dilihatnya Ara muncul dipintu.
Jack melanjutkan makannya. Ara yang baru masuk ruangan itu terkejut saat melihat Jack dengan tanangnya makan makanan yang ada dipiringnya. Wajahnya langsung saja berseri-seri.
“Jack! Kau sudah bisa makan teratur sekarang!” serunya, sambil berlari menghampiri Jack dan duduk dikursi sebelah Jack, bukan mengambil makannya tapi duduk miring menatap Jack dengan senyum yang mengembang dibibirnya.
Tentu saja Jack sangat terkejut, apa maksud dengan ucapannya Ara itu? Makan teratur? Memangnya biasanya dia makan bagaimana?
Ara langsung memegang tangan Jack. Pria itu benar-benar merasa geli tangan itu menyentuh kulit lengannya, inginnya langsung ditepis saja tangan itu.
Pak Beni juga terkejut, dia ingat Ara tahunya Jack kalau makan akan sangat banyak dan makannya cepat juga berantakan. Dia tidak bilang pada Tuannya soal kebiasaannya itu.
Jack yang sudah menyiukkan makannya menghentikan sendoknya tidak jadi masuk ke mulutnya.
Tiba-tiba Ara mendekatkan kepalanya pada Jack dan membuka mulutnya. Membuat Jack melirik tajam. Mau apa dia? Batinnya.
Ara mengerjap-ngerjapkan matanya.
“Apaan sih?” batin Jack, dengan sebal.
“A! Biasanya kau mau menyuapiku!” ucap Ara.
“Apa? Menyuapi? Hih! Ilfeel kali menyuapi wanita ini!” batin Jack.
“Kau lupa kalau kau suka menyuapiku,” ucap Ara.
__ADS_1
Tentu saja Jack terkejut, apa benar begitu? Rasanya tidak mungkin! Pasti wanita itu seorang pembohong besar! Tapi semua keluhan Jack tidak ada satupun yang terucap, karena dia juga tidak tahu apa yang Ara tahu saat dia mengalami depresi beberapa waktu itu.
Tangan Ara meraih tangan Jack yang memegang sendok, diapun memasukkan sendok itu ke mulutnya.
“Masakan apa ini? Rasanya sangat enak!” seru Ara, mengunyah makanan itu.
Jack melihat sendok ditangannya yang kosong itu. Sendok itu bekas mulutnya wanita itu. Dia tidak mau makan dari sendok bekas wanita itu! Itu sih sama saja dengan dia menciumnya dari jarak jauh. Mencium? Ah tidak tidak, membayangkan mencium bibirnya wanita itu, membuatnya sakit perut! Jackpun menjatuhkan sendoknya.
“Wah sendoknya jatuh!” kata Ara.
Pak Beni langsung mengambil sendok itu dan disimpan di atas meja terpisah.
Ara mengambil sendok yang baru dan menyiukkan makan di piringnya Jack dan menyodorkan sendok itu ke mulutnya. Sekarang Jack yang menatap Sendok itu lalu pada wanita itu. Apa lagi ini?
“A! Biar aku menyuapimu!” ucap Ara.
Jack sebenarnya tidak mau, dia melirik pada Pak Beni yang cuma memberi kode dengan mengangguk, membuat Jack terkejut. Apa itu artinya dia suka disuapi wanita ini? Dengan terpaksa diapun membuka mulutnya dan makan dari sendoknya Ara.
Yang membuat Jack merasa terkejut lagi ternyata Ara juga ikut makan dari piringnya. Makan sepiring berdua dengan wanita itu! Dia tidak rela! Tapi dia tidak mungkin menumpahkan makannya demi tidak makan sepiring berdua. Tentu saja Jack tidak bisa menolak. Merekapun jadi makan sepiring berdua dan Jack tidak ada cara lagi untuk menjatuhkan sendoknya, sampai akhirnya isi piring itu habis.
“Apa kau mau makan lagi? Biasanya kau makan banyak,” ucap Ara, sambil menarik lagi mangkuk makanan dimeja tapi saat melihat wajah Jack terlihat berubah.
”Kau sudah kenyang?” tanya Ara. Jack tidak menjawab, tapi Ara tahu artinya apa, diapun menjauhkan mangkuk itu.
“Kau sudah kenyang,” ucapnya.
Jack tertegun mendengarnya, ternyata tanpa dia mengatakan apapun wanita itu tahu apa yang ada dalam fikirannya.
Dilihatnya istrinya itu mengambil tisu dan langsung melap mulutnya dengan pelan. Jack terpaksa hanya diam saja. Saat Ara melap bibirnya, ditatapnya wanita itu. Dia baru tahu biasanya saat depresi dia makan banyak dan terburu-buru, sudah bisa dibayangkan betapa menjijikkannya cara makannya itu.
“Aku senang kau bisa makan dengan tenang Jack, sudah tidak belepotan lagi dan makan secukupnya, itu sangat bagus,” ucap Ara. Senyum itu selalu menghiasi bibirnya.
Jackpun terdiam, jadi selama dia depresi kemarin dia bertindak seperti itu dan wanita itu mau menerimanya dalam kondisi memalukan seperti itu? Apakah dia salah menilai wanita ini? Apakah curiganya pada Ara terlalu berlebihan? Matanya bertemu dengan matanya Ara yang sedang menatapnya.
“Saatnya kau minum obat,” ucap Ara.
Jack menoleh pada kotak yang Ara bawa, dia tidak memperhatikan kalau tadi istrinya itu membawa kotak itu. Ara mengeluarkan beberapa obat yang harus diminum Jack.
Jack terkejut melihat obat-obatan itu, dia tidak mungkin minum obat itu. Dia sudah sembuh. Diapun melirik pada Pak Beni yang segera mengerti maksudnya.
Ara memberikan obat itu ketangan Jack.
“Minumlah,” ucap Ara, lalu mengisikan air buat Jack.
Jack pura-pura minum obat itu, saat Ara tidak melihatnya, obat itu diberikan ke tangan Pak Beni yang ada disampingnya.
Ara menyodorkan gelas ke mulutnya Jack yang segera minum airnya.
“Makan sudah, minum obat sudah, saatnya kita tidur,” ucap Ara.
Jack langsung saja gelisah, apa dia juga tidur dengan wanita ini? Apakah saat dia depresi dia pernah menyentuh wanita ini?
***********
Readers maaf beberapa waktu ini upnya lama, aku sedang banyak kerjaan.
Tapi tetep aku usahain up ya. Jangan lupa like dan vote nya.
__ADS_1
****************