Menikahi Tuan Depresi

Menikahi Tuan Depresi
CH-136 Tragedi yang Tersembunyi ( Part 2 )


__ADS_3

Tn.Ferdi menanti dengan tidak sabar. Rasanya ingin langsung merebut dokumen yang ada di tangannya Bu Sinta itu dan langsung membacanya.


“Nama orang tua yang mengadopsi Arum, adalah Bapak dan Ibu Amril,” jawab Bu Sinta.


Tn.Ferdi semakin terkejut saja dan kakinya mendadak terasa lemas. Jadi benar, Jack benar-benar menikahi Arum? Teman kecilnya itu? Sungguh diluar dugaan.


Instingnya Jack ternyata benar mencurigai kalau istrinya adalah Arum bahkan sudah menyelidikinya. Untung saja Ibu Panti ini mengikuti sarannya untuk memasukkan identitas Arum sebagai anak kandung pengadopsinya.


Semua sangat tidak dia duga. Keringat dingin tampak muncul dikeningnya. Kalau semua ini terbongkar, penjara sudah menantinya, Imelda dan suaminya pasti tidak akan tinggal diam kalau tahu semua ini.


Dia merencakan melenyapkan Jack di luar negeri supaya dia bisa lolos dari penjara disini ternyata disinipun sudah ada penjara yang akan menantinya jika kejatahannya terbongkar.


Gigi Tn.Ferdi menggeretuk menahan marah, semua kejahatannya malah berbalik melilit lehernya. Seharusnya memang Jack dilenyapkan dari dulu, tidak perlu dengan scenario ini dan itu, membuat beban saja dalam hidupnya. Kalau bukan karena Constantine merebut Inez, semua ini tidak akan terjadi.


Tn.Ferdi terdiam beberapa saat, tidak berkata-kata.


“Sesuai petunjuk Tuan, saya menyarankan pengadopsinya memasukkan Arum sebagai anak kandung jadi tidak akan ada yang mengetahui kalau dia anak adopsi, kebetulan  Bapak dan Bu Amril menyetujuinya, mereka sangat menyukai Arum,” kata Bu Sinta.


Tn.Ferdi terdiam mendengarnya, dia tidak menyangka  akan jadi seperti ini.


Lebih dari dua puluh tahun yang lalu saat tragedi itu terjadi, dan kini semuanya terbongkar. Tidak, tidak terbongkar, karena yang tahu Ara itu adalah Arum, hanya dirinya dan Ibu panti ini. Dan Jack, insting pria itu sangat tajam, mungkin suatu saat Jack akan mengetahuinya. Lagi-lagi anak gila itu bisa jadi ancaman buatnya. Tn.Ferdi terus menggerutu dalam hati.


Pria itu membetulkan letak duduknya, mencoba untuk bersikap tenang. Ingatannya kembali ke masa lalu.


Setelah kejadian di pantai itu, semua orang kembali pulang. Termasuk Ny.Inez dan Jack pulang kerumah mereka yang di Paris. Sedangkan Ny.Imelda dan suaminya kembali ke hotel tempat mereka menginap.


Tn.Ferdi  ikut ke rumah Tn.Constantine, untuk menemani Inez, wanita yang dicintainya.  Wanita itu begitu terpukul dengan kejadian ini. Karena selain kehilangan suaminya, Jack kecil yang awalnya hanya diam dan menggigil, berubah menjadi terus-terusan berteriak dan mengamuk akhirnya terpaksa Jack harus dibawa ke RSJ.


“Apa sudah ada kabar?” tanya Ny.Inez  pada Tn.Ferdi.


“Belum, kau tenang saja, masalah ini aku yang tangani, mereka akan langsung menghubungiku jika Constantine dan Arum ditemukan,” jawab Tn.Ferdi.


“Bagaimana Imelda?” tanya Ny.Inez.


“Dia terus meratapi putrinya,” jawab Tn.Ferdi.


Tn.Ferdi duduk disamping Ny.Inez, menatap wajah pucat dengan matanya yang sembab karena menangis terus.


“Apa kau baik-baik saja?” tanya Tn.Ferdi.


“Bagaimana aku bisa baik-baik saja? Suamiku belum ditemukan, Jack dibawa ke RSJ, dia mengamuk dan memecahkan barang-barang, aku sangat sedih,” jawab Ny.Inez, langsung menangis lagi. Tangannya kembali sibuk menghapus airmatanya.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara dering ponselnya Tn.Ferdi berbunyi, dilihatnya nomor dari  salah satu tim penyelamat pantai. Diapun langsung berdiri, melirik Ny.Inez yang sibuk meratapi suami dan anaknya. Diapun pergi keluar rumah menerima panggilan itu.


“Bagaimana? Apa mereka sudah ditemukan?” tanya Tn.Ferdi.


“Anak perempuan itu sudah di temukan, Tuan!” jawab suara di sebrang, membuat Tn.Ferdi terkejut.


“Anak itu ditemukan? Bagaimana dengan Constantine?” tanya Tn.Ferdi.


“Iya anak itu selamat, ada perahu nelayan yang menyelamatkannya, tapi Tn.Constantine belum kami temukan,” jawab suara di sebrang itu.


“Dimana anak itu?” Tanya Tn.Ferdi.


“Sedang dirawat di rumah sakit terdekat,” jawab suara itu lagi.


“Baiklah aku akan kesana,” kata Tn.Ferdi.


Telponpun di tutup.


Setelah itu Tn.Ferdi merenung sebentar, ternyata Arum selamat. Ada ide jahat terbersit dalam benaknya untuk memanfaatkan kondisi ini.


Constantine belum ditemukan, mungkin dia sudah mati tenggelam, karena kondisi pria itu sedang tidak vit, dia sengaja membuatnya hampir mabuk saat di pantai, Jack juga depresi dan sudah di bawa ke RSJ.


Kalau Arum dikembalikan kepada keluarganya, mungkin Jack akan membaik dan sembuh. Itu tidak boleh terjadi. Sepertinya ini adalah kesempatan yang baik untuknya, untuk merebut kembali Inez sekaligus menguasai hartanya Constantine. Soal Jack, biarkan di terus gila seumur hidupnya berada di RSJ.


“Nez, aku akan kembali ke pantai,” kata Tn.Ferdi


“Kau mendapat kabar?” tanya Ny.Inez menatap Tn.Ferdi.


“Mereka belum di temukan,” jawab Tn.Ferdi berbohong.


Ditatapnya wajah yang pucat itu, ada rasa cemburu di hatinya melihat wanita itu begitu kehilangan suaminya. Hatinya semakin kuat bertekad untuk memanfaatkan kondisi ini untuk merebut kembali wanita yang dicintainya dan menguasai harta Tn.Constantine.


Setelah itu Tn.Ferdi meninggalkan rumahnya Ny Inez, menuju lokasi rumah sakit tempat Arum dirawat.


Saat sampai diruangan itu ada beberapa orang petugas pantai, juga Dokter dan perawat.


“Bagaimana keadaannya?” tanya Tn.Ferdi, menoleh pada Arum yang berbaring berselimut, wajah anak itu sangat pucat.


“Anak itu Shock, dia mengalami trauma, tidak bisa diajak bicara, menangis terus, histeris dan ketakutan. Jadi kami memberinya suntikan penenang supaya dia bisa tidur,” jawab Dokter.


Tn.Ferdi melihat kesempatannya semakin terbuka lebar.

__ADS_1


“Anda siapa?” tanya orang dari keamanan pantai.


“Saya Ayahnya,” jawab Tn.Ferdi berbohohong.


 “Baiklah saya ucapkan terimakasih atas bantuan kalian, selanjutnya biar saya yang mengurus putri saya. Jika ada kabar teman saya ditemukan tolong kabari saja saya, masalah ini saya yang menanganinya,” lanjut Tn.Ferdi.


Akhirnya petugas pantai itupun meninggalkan rumah sakit dan menyerahkan Arum pada Tn.Ferdi.


Tn.Ferdi menatap Arum yang terbaring tidur ditempat tidur. Dalam benaknya tersusun rencana selanjutnya. Dia akan membujuk Imelda dan suaminya untuk pulang lebih awal juga Inez, semua urusan di pantai ini dia yang akan menanganinya.


Selanjutnya apa yang harus dilakukannya pada anak ini? Tn.Ferdi terus mencari ide untuk melanjutkan rencananya menikahi Ny.Inez dan menguasai hartanya Constantine dan menyingkirkan Jack.


Dia tidak mungkin mengirim Arum ke panti asuhan di Perancis, akan mencurigakan dan mempertanyakan kewarganegaraannya, itu akan sangat runyam. Akhirnya Tn.Ferdi memutuskan membawa Arum ke panti asuhan ini.


“Tuan!” terdengar suara Bu Sinta membuyarkan lamunannya Tn.Ferdi.


“Iya,” jawab Tn.Ferdi agak terkejut,  menatap Ibu panti yang dulu pernah dia temui itu.


“Apa Tuan akan menemui Bapak Amril?” tanya Bu Sinta.


“Tidak, tidak, aku hanya ingin tahu kabarnya saja. Apakah ada keluhan dari orang tua adopsinya?” kata Tn.Ferdi.


“Tidak ada, Tuan,” jawab Bu Sinta.


“Itu bagus. Aku hanya  minta tolong rahasiakan masalah ini. Kasihan kalau Arum tahu kalau dia anak adopsi, dan orang tuanya meninggal, sepertinya dia sudah bahagia  dengan orang tua barunya, jangan merusaknya,” kata Tn.Ferdi.


“Baiklah, Tuan,” jawab Bu Sinta.


“Baiklah Bu Sinta, aku permisi. Aku sudah menyiapkan donasi untuk panti ini nanti akan diurus oleh asistenku,” kata Tn.Ferdi, sambil berdiri.


Lagi-lagi Tn.Ferdi kesusahan untuk berdiri dan memakai tongkatnya. Hatinya kembali menggerutu mengutuki Jack, dendamnya semakin bertumpuk-tumpuk pada Jack, apalagi sekarang Jack adalah ancaman terbesarnya terbongkarnya kalau Arum masih hidup.


Jendral itu sudah curiga kalau Ara adalah Arum. Bisa jadi suatu saat Jack akan mencari informasi lagi, bahkan bisa saja diam-diam melakukan tes DNA Arasi dan Imelda, semua akan kacau.


Dia harus segera tahu kapan Jack pergi ke Paris dan dia akan menjalankan rencananya segera.


**********


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2