Menikahi Tuan Depresi

Menikahi Tuan Depresi
CH-177 Percaya Padaku


__ADS_3

Ara  pulang dengan rasa sakit dihatinya. Ini pertama kalinya Jack mengajaknya ke pesta teman-temannya di Paris, tapi disini juga dia dipermalukan di depan umum. Merasa seperti istri yang tidak dihargai suaminya, merasa jadi istri yang bodoh karena dibohongi suaminya.


Wanita itu, wanita itu ternyata wanita yang pernah bermalam dengan Jack. Ara tidak tahu masa lalu Jack sebelum menikah, tapi menjalin hubungan dengan wanita lain setelah mereka menikah itu sangat menyakitkan.


Lihatlah wanita itu, semua pria tidak berhenti menatapnya, bahkan suaminya pernah berkata kalau dia pernah hampir tergoda, itu hanya dimulutnya saja, jelas-jelas wanita itu begitu berani bersikap mesra padanya, berbisik, menempelkan jari di bibir suaminya, belum perkataannya yang mengharapkan bertemu lagi dengan Jack di Paris, semua begitu menyakitkan.


Ara membuka pintu kamar bayinya. Ada Bibi disana yang menunggui bayinya sedang tidur, sambil menonton televisi.


Bibi tampak kaget melihatnya.


“Nyonya sudah pulang?” tanya Bibi keheranan melihat Nyonya rumah yang pulang sambil menangis.


“Iya, Bibi boleh beristirahat, biar Galand bersamaku,” jawab Ara sambil menghempus airmatanya.


Bibipun keluar dari kamar itu dan menutup pintunya kembali.


Ara mendekati bayinya yang sedang terlelap, lalu diagendongnya, dibawanya duduk di tempat tidur dewasa, mengusap bayinya yang ada dipangkuannya.


“Sayang,” panggilnya, mengusap pipi bayi itu yang terlihat menggemuk.


Melihat bayinya yang mirip dengan wajah Jack, membuat hatinya kembali sedih, mengingat penghianatan Jack padanya.


Tidak ada yang dikatakannya, hanya mengusap-usap bayinya dan menciumnya, airmata terus menetes dipipinya. Bayangan sulitnya awal-awal kehamilan membuatnya semakin sedih. Disaat wanita lain sedang masa dimanja-manja suaminya karena kehamilannya, dia justru menjalaninya dalam kesendirian, dalam penantian yang tidak tahu apakah akan kembali bertemu suaminya atau tidak. Mengingat itu hatinya semakin perih. Apa memang laki-laki ditakdirkan untuk tidak bisa setia pada satu wanita?


Ara mendengar suara mobil dibawah yang berhenti, mungkin Jack pulang. Pia itu menyusulnya juga, bukannya reuni dengan wanita itu.


Tidak lama kemudian dia mendengar langkah kaki semakin mendekat.


“Sayang!” terdengar suara Jack mencarinya. Terdengar juga suara pintu yang dibuka, mungkin melihat kamar mereka.


Jack tertegun melihat kamarnya yang kosong, dia merasa khawatir istrinya pergi dari rumah, dia tidak mau itu terjadi apalagi dengan membawa putra mereka, hancur sudah hatinya kalau itu terjadi.


Ara kembali mendengar langkah-langkah kaki yang sepertinya semaikin dekat. Dan pintu kamar bayi itupun dibuka.


Jack melihat istrinya sedang memeluk bayinya sambil menangis. Diapun menghentikan langkahnya menatap Ara. Jack benar-benar bingung harus bicara apa pada istrinya? Istrinya sangat marah padanya.


Ara tidak mau melihat suaminya, dia benci pada pria itu.


Jack berjalan mendekat, berhenti sebentar menatap istrinya yang tidak mau menoleh padanya. Lalu dia mendekat lagi dan duduk disamping Ara. Istrinya menggeserkan tubuhnya menjauh.


Melihat reaksi istrinya yang tidak mau di dekatinya, membuat hati Jack merasa sedih. Sudah tidak ada lagi senyum dibibir itu. Diapun melihat airmata istrinya jatuh ke selimut bayi mereka


“Sayang!” panggil Jack. Tangannya terulur menyentuh punggungnya Ara, istrinya menggeser lebih jauh tidak mau disentuh.


“Apa yang dikatakan Rebecca itu tidak benar. Aku tidak bermalam dengannya. Aku jujur yang aku ceritakan padamu, bukan seperti yang Rebecca bilang, dia hanya berlebihan dan aku tidak tahu maksudnya apa,” kata Jack.


Ara tidak menjawab, dia hanya menangis saja.


“Kau harus percaya padaku. Kita sudah banyak melewati jalan terjal untuk bisa bersama, jangan terpengaruh perkataan orang yang belum tentu kebenarannya. Kau harus percaya pada suamimu,” kata Jack.


“Kau harus percaya padaku,” ulang Jack.


“Wanita itu, wanaita itu tidak mungkin mencarimu ke Paris kalau kalian tidak ada hubungan apa-apa,” kata Ara disela isaknya.

__ADS_1


“Aku tidak peduli apa yang dia fikirkan, aku masa bodoh dia mau mencariku atau apa. Aku hanya peduli padamu, aku tidak mau kau salah faham dan menangis seperti ini,” kata Jack.


“Tapi tidak ada bukti kalau kau tidak behubungan dengannya,” kata Ara.


“Kau perlu bukti? Kau masih tidak percaya padaku?” keluh Jack.


Ara tidak menjawab lagi.


“Aku jujur kalau aku sempat hampir tergoda, karena dia memang cantik dan semua pria wajar menyukainya, tapi bukan berarti aku berlebihan soal itu. Aku tidak peduli mau secantik apapun, yang aku butuhkan hanya kau saja, kau ibu dari anakku,” kata Jack, terus mencoba meyakinkan Ara tentang perasaannya.


Ara menoleh pada Jack, menatap pria itu.


“Kau harus percaya padaku, kau istriku, aku sudah berjanji pada Ayahmu kalau aku akan menjagamu,” kata Jack.


Ara menunduk lagi tidak bicara, hanya airmatanya saja yang menetes dipipinya.


Jack menggeser duduknya  mendektati istrinya lalu memeluknya dengan erat.


“Apa kau tidak tahu aku sangat mencintaimu, aku tidak mau menyakitimu,” kata Jack, sambil mencium rambutnya Ara.


“Aku menyesal bertemu dengan wanita itu kalau akhirnya membuatmu menangis,” ucapnya, terus memeluk Ara, mencium pipinya berkali-kali.


Ara tidak tahu apa yang dikatakan Jack itu benar atau tidak. Yang pasti kehadiran wanita itu membuatnya mengingatkannya kalau Jack pernah hampir tergoda oleh wanita itu. Entah hampir atau memang sudah tergoda, dia tidak tahu.


Malam semakin larut, sebuah mobil mewah melaju di jalanan. Rebecca tidak banyak bicara sejak di acara Jendral Ronald itu.


Tn.Ignasius menciumi lehernya dia segera menjauknan tubuhnya. Pria itu terus beralih menciumi dadanya, rebecca kembali menjauhkan badannya.


“Tidak apa-apa aku hanya lelah saja, antarkan aku ke rumahku,” jawab Rebecca.


“Tentu saja, memang akan aku bawa kemana, kalau bukan kerumahmu?” kata Tn.Ignasius.


“Maksudku Tuan tidak perlu menginap, aku merasa badanku sakit dan mau istirahat,” kata Rebecca.


Tn.Ignasius menatapnya.


“Apa perlu kupanggilkan Dokter?” tanyanya.


“Iya, tolong panggilkan Dokter, aku merasa tidak enak badan,” jawab Rebeca berbohong.


Pertemuannya dengan Jack untuk kedua kalinya sangat membekas  di kepalanya. Pria itu terlihat sangat tampan dengan memakai stelan jasnya. Dia benar-benar terlihat eksekutif muda yang menawan.


“Baiklah aku akan panggilkan Dokter,” kata Tn.Ignasius sambil menelpon Dokter pribadinya.


“Dokter akan datang ke rumahmu,” kata Tn.Ignasius, setelah menelpon Dokternya.


“Terima kasih,” jawab Rebecca, lalu menoleh pada Tn.Ignasius.


“Tuan, apa kau mengenal Jendral Jack Delmar?” tanya Rebecca.


“Secara pribadi tidak, Cuma dia memang terkenal di Paris, dia Jendral yang berbakat, yang dulu pernah berhasil dalam misi penyelamatan sandera di sebuah pesawat, membuat namanya banyak dikenal masyarakat,” jawab Tn.Ignasius.


“Benar begitu?” guman Rebecca sambil tersenyum, Jendral gagah itu ternyata sangat berprestasi.

__ADS_1


“Semua tamu membawa istrinya, apa Jendral itu membawa istrinya? Aku tidak tahu,” kata Rebecca, memancing informasi dari Tn.Ignasius.


“Mungkin saja, tadi kan Jendral Ronald bilang, istrinya sakit, dia baru melahirkan,” jawab Tn.Ignasius.


“Bukannya kau mengenalnya?” tanya Tn.Ignasius menoleh pada Rebecca.


“Tidak juga, cuma ya begitulah, aku hanya mendengar namanya disebut-sebut saja saat menyelamatkan masyarakat sipil ke perbatasan,” jawab Rebecca, berbohong.


Tn.Ignasius diam saja dia tidak berfikir macam-macam, tentu saja wanita dengan profesi seperti Rebecca pasti sudah banyak mengenal pria.


“Kau tahu dia tinggal dimana?” tanya Rebecca.


“Semua orang juga tahu dia tinggal dimana,” jawab Tn.Ignasius.


“Semua orang?” tanya Rebecca membelalakkan matanya.


“Dia itu putra bangsawan Constantie yang kaya raya, rumahnya termasuk rumah mewah dengan harga paling tinggi di Paris mungkin sekian besar di dunia, dia sangat kaya,” jawab Tn.Ignasius.


Rebecca semakin terkejut saja.


“Sebenarnya dia juga punya perusahaan besar di Paris, cuma sepertinya Jendral Delmar lebih menyukai pekerjaannya di militer daripada menjalankan perusahaannya. Aku juga bekerja sama dengan perusahaannya,” jawab Tn.Ignasius.


Rebecca menatap Tn.Ignasius dengan tidak percaya.


“Ternyata Jendral Jack Delmar sekaya itu?” gumam Rebecca.


“Ya, dia kaya. Tn.Constantine itu bangsawan yang kaya raya, Jendral Delmar anak satu-satunya,” jawab Tn.Ignasius.


Senyum semakin mengembang di bibirnya Rebecca. Bukankah itu kabar yang sangat bagus? Bagaimana dia tidak terpesona dengan Jendral tampan itu? Tapi yang sangat membuatnya tertarik adalah kesetiaannya. Jarang ada laki-laki yang akan setia kalau disuguhi dengan keindahan tubuhnya yang polos. Tidak dengan Jendral itu, pria itu malah mau menembaknya. Memang bodoh tapi membuatnya sangat terkesan.


“Tuan mengenal istrinya?” tanya Rebecca.


“Tidak, istrinya bukan orang Paris, Jendral Delmar juga belum mengadakan resepsi di Paris. Tadi istrinya Jendral Ronald mengatakan Jendral Delmar akan mengadakan resepsi, tapi aku belum tahu kapan,” Jawab Tn.Ignasius.


“Apa Tuan diundang?” tanya Rebecca, seketika ingin hadir diacara resepsi itu.


“Sepertinya tidak,” jawab Tn.Ignasius.


“Tapi aku belum benar-benar mengenal Paris, aku ingin datang ke acara-acara seperti itu, apa Tuan bisa mendapatkan undangan buatku? Kalau Tuan sibuk, aku akan berangkat sendiri, daripada di rumah bengong saja, Tuan juga kan tidak setiap malam dirumahku,” rayu Rebecca.


“Ya nanti aku bicara dengan Jendral Ronald kalau ada undangan resepsi itu,” kata Tn.Ignasius.


Rebecca tersenyum senang, entah kenapa wajah tampan Jack yang mengacuhkannya itu terlintas terus dimatanya. Ternyata Jendral itu baru menikah dan baru punya anak.


Bayangan pertemuannya di tenda itu tidak mudah hilang dari benaknnya, saat dia merayu Jendral tampan itu, dia sangat menyukai ekspresinya yang terkaget-kaget karena kehadirannya tanpa busana. Begitu sulit merayunya, dia hampir akan berhasil malah berakhir dengan todongan senjata di kepalanya.


**********


Readers maaf upku tidak rutin, banyak intermezzo, selain cuaca tidak mendukung, laptopku minta jajan, mungkin hari libur mau aku bawa ke tukang service.


Jangan lupa likenya ya.


**********

__ADS_1


__ADS_2