Menikahi Tuan Depresi

Menikahi Tuan Depresi
CH-187 Peresmian Taman Bermain ( Part 1 )


__ADS_3

Dua tahun kemudian…


Lokasi tanah di samping rumahnya Jack sudah berubah sangat ramai. Seperti yang di inginkan Jack untuk mendirikan sebuah taman bermain untuk anak-anak gratis terutama diperuntukkan bagi anak-anak yang panti asuhan.


Meski tetap harus memperhatikan keamanan untuk keluarganya Jack, karena Jack juga seorang pejabat penting, penjagan diurmahnya masih ketat seperti biasanya.


Untuk jalur ke taman bermain dibuat pintu terpisah. Hanya kalau dilihat dari balkon atas rumahnya, bisa melihat kearah tempat bermain.


Seluruh keluarga besar tampak hadir dihari itu, bukan untuk menggelar resepsi lagi, tapi untuk peresmian taman bermain.


Balon-balon, bung-bunga tampak menghiasi area itu. Arena permainan juga sangat banyak dan beaneka ragam. Rangkaian bunga ucapan berjejer disepanjang jalan taman itu.


Anak-anak didampingi olah pengurus-pengurus panti sudah berdatangan. Dari wajah mereka terutama anak-anak terlihat bagaimana bahagianya mereka, menantikan waktu untuk memperbolehkan menggunakan semua permainan yang ada di tempat itu.


Taman-taman juga dibuat sedemikian cantik dengan kolam kolam kecil yang cantik dikelilingi tanaman bunga warna warni, juga lengkap dengan kursi-kursi taman dan ayunan beraneka macam tipe.


Tenda itu sudah dipenuh oleh para undangan, tua muda tentunya yang paling banyak adalah anak-anak.


Acara sudah berlangsung beberapa menit yang lalu. Terdengar suara MC mempersilahkan pemilik taman bermain ini untuk memberikan sepatah dua patah kata sambutan sebelum tempat ini dibuka untuk umum.


“Sebelum ke acara puncak, dipersilahkan kepada Tn.Jack Delmar untuk memberikan sambutan!” kata MC Itu.


Jack sudah berdiri di depan didampingi sang istri, Arasi Mayang yang menggendong Rubeina yang kini sudah berusia dua tahun. Bayi mungil itu berubah menjadi anak balita yang sangat cantik.


 Tidak seperti yang diinginkan Ara yang ingin memilki putrinya yang mirip dengannya, ternyata gennya Jack lebih mendominasi. Dari warna kulit yang pucat sudah jelas milik Jack, wajahnya yang cantik, matanya, hidungnya, bibirnya, sangat mirp dengan pria itu. Sepertinya tipe wajah nya Jack itu cocok untuk dijadikan pria maupun wanita.

__ADS_1


Didepannya Jack berdiri Galand yang terlihat sudah tumbuh semakin tinggi, sudah terlihat memiliki tubuh yang akan gagah seperti Ayahnya kelak, dan tentunya tanda-tanda menjadi pria tampan yang akan digandrungi banyak wanita sudah terlihat, dia seakan menjadi foto copynya Jack versi anak kecil.


“Aku ucapkan terimakasih pada hadirin atas kehadiannya di acara ini!” terdengar Jack mulai bicara.


Semua mata tertuju pada mereka.


Jack menatap orang-orang yang hadir saat itu. Yang pertama dilihatnya adalah ibunya, ibu kandungnya yang sudah melahirkannya, meskipun banyak hal yang membuatnya terpisah dengan ibu kandungnya dan tidak mendapat perhatian juga kasih sayangnya lagi, tapi walau bagaimanapun wanita itu adalah Ibunya.


Disampingnya ada Bastian, adik satu Ibu yang sangat menyebalkan juga membencinya, sekarang sudah berubah menjadi pria yang lebih dewasa dengan kepribadian yang baik, bertanggungjwab mengelola perusahaannya Jack dengan baik ditemani istrinya, Arum dan putranya yang usianya tidak beda jauh dengan Rubiena.


Dilihatnya lagi disebelahnya ada orangtuanya Ara, Pak Amril dan Bu Amril yang membesarkan Ara dengan penuh ksaih sayang meski hidup tidak berkemewahan tapi cinta kasihnya menjadikan Ara gadis yang penuh kasih.


Disebelahnya lagi ada Ny.Imelda dan suaminya, orangtua kandung Ara yang tidak memiliki keturunan lagi selain Ara dan menganggap Arum seperti putri kandung mereka sendiri. Mereka terlihat sumringah dan lebih ceria. Raut muka murung, sedih, benci sudah sirna dari tatapannya. Masa lalu yang menyakitkan terpisah dengan putri mereka sudah berubah menjadi tatapan kebahagiaan.


Yang tidak kalah penting dari semua anggota keluarga itu adalah pria paruh baya yang sudah Jack pensiunkan, dia adalah Pak Beni, pria yang selama hidupnya membaktikan diri menjadi orang kepercayaanya Ayahnya Jack dan menemai Jack dalam masa pertumbuhannya sampai berhasil menjadi seorang Jendral tanpa kehadiran Ibu kandung yang membimbingnya.


Jack menoleh pada istrinya yang berdiri disampingnya, menggendong putri mereka yang cantik. Istrinya tersenyum padanya, senyum yang selalu membangkitkan semangat hidupnya. Diapun menunduk melihat putranya yang beridiri di depannya yang terus memeluk tangan kirinya. Putra calon Jendralnya yang sangat aktif dan menggemaskan.


Melihat dikelilingi oleh orang-oang yang dicintainya, membuat haru hatinya Jack saat ini. Dia bahagia kehidupannya yang dulu suram berubah ceria penuh kebahagiaan. Dan hari ini dia ingin berbagi kebahagiaan terutama untuk anak-anak yang tidak beruntung, yang masa kecilnya sudah ditinggal orang tuanya atau hidup dalam kemiskinan menyebabkan mereka terpaksa tinggal dipanti asuhan.


“Sebelum tempat ini diresmikan dan dibuka untuk umum, saya ingin berterimakasih pada semua anggota keluarga saya yang sudah mendukung mensupport sampai terlaksananya tempat ini,” kata Jack lagi.


“Saya ucapkan terimakasih terutama pada istri saya tercinta,” lanjut Jack menoleh pada Ara yang tersenyum padanya.


“Istriku yang selalu mendampingiku dalam suka dan duka,” ucap Jack, tersenyum dan menatapnya.

__ADS_1


“Tempat ini dalah pengganti kehilangannya masa kecil kami yang tidak beruntung, dan  kami ingin berbagi kebahagiaan terutama untuk anak-anak yang kurang beruntung,” lanjut Jack.


“Sekian sambutan dari saya, dan akhir kata tempat bermain ini saya resmikan dan terbuka untuk umum, gratis,” kata Jack  mengakhiri sambutannya yang disambut meriah tepuk tangan yang hadir yang sudah tidak sabar ingin melihat kedalam taman itu yang gerbang ke arena permainan masih tertutup.


Seorang panitia memberikan guntingnya untuk menggunting pita yang terentang di gerbang utama area bermain.


Jack menoleh pada istrinya, tangan kirinya meraih tangan kanan istrinya untuk bersama-sama memegang guntingnya.


“Untuk kebahagiaan masa kecil kita yang hilang,” ucap Jack. Matanya terlihat memerah saat mengatakan itu, masih teringat betapa sulitnya masa kecilnya yang pahit.


Ara menatap suaminya dengan haru, diapun tersenyum dan mengangguk.


“Dengan ini, Taman Bermain ‘Children’s happiness’ kami resmikan dan dibuka untuk umum,” ucap Jack.


Merekapun bersama-sama mengunting pinta sebagai tanda tempat ini sudah diresmikan.


Bersamaan dengan pita yang terpotong, diiringi tepuk tangan meriah oleh hadirin, suara terompet dan berbagai macam music menggema ditempat itu. Apalagi saat MC mengumumkan untuk anak-anak diperbolehkan masuk untuk menikmati area bermain mereka. Para guide sudah berjejer di pintu masuk gerbang yang akan memnadu fasilitas apa saja yang ada ditaman bermain ini.


“Children’s Happiness untuk kalian semua!” teriak MC yang disambut gembira oleh anak-anak, yang tanpa dikomando dua kali sudah berhamburan menuju gerbang yang dibuka oleh petugas.


“Jangan berebut, jangan berebut! Jangan berdesakan! Antri yang rapih!” terdengar MC memberikan pengarahan pada anak-anak.


Jack tersenyum senang melihat antusias anak-anak, dia bisa merasakan betapa bahagianya anak-anak itu sekarang, disaat kekurangan mereka, hiburan seperti ini bak oase yang mengisi hati mereka yang kering dan sepi seperti dirinya dulu.


Tidak ada bagian kebahagiaan  idealnya seorang anak-anak, mengalami penderitaan dalam keterpurukan dan penyesalan yang tidak berujung, semua itu sudah berubah, dia sudah bahagia sekarang dan bersyukur kebahagiaan itu datang dalam hidunya meskipun sangat terlambat.

__ADS_1


******


__ADS_2