
Riko kembali mengemudikan mobilnya untuk pulang ke rumah setelah beberapa saat duduk diam dan meyakinkan diri. Ia tidak lagi kembali ke kantor, karena saat ini ia sangat merindukan istri dan calon anaknya. Setelah beberapa saat mengemudi, akhirnya mobil tiba di halaman rumah megahnya.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam" Bianca membuka pintu utama, dan benar saja pendengarannya bahwa itu adalah suara suaminya "Kenapa pulang jam segini?" tanya Bianca
"Aku merindukan kalian. Kenapa kamu ada di bawah? Harusnya kamu di kamar sayang, nanti kalau kamu capek bagaimana?" ucap Riko beruntun
"Aku baik baik saja, aku hanya turun untuk membuat susu, dan kebetulan kamu pulang di waktu bersamaan"
"Harusnya kamu minta Bi Siti yang membuatkan susu, nanti biar dia yang mengantarkan susunya ke kamar. Kamu kan tidak boleh capek"
"Iya mas maaf. Tadi aku lihat Bi Siti sedang ada pekerjaan, jadi aku berpikir agar aku membuat susu sendiri saja. Tapi aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi" sesal Bianca
"Aku tidak marah, aku hanya khawatir. Aku tidak mau jika terjadi sesuatu dengan kamu dan bayi kita, kamu mengerti kan?"
"Aku faham kok Mas, ayo kita masuk" ajak Bianca sembari merangkul lengan sang suami
"Kak Chintya dimana?" tanya Riko saat tidak melihat keberadaan kakaknya
__ADS_1
"Kakak berjemur di belakang bersama Bi Siti, makanya tadi aku tidak berani memanggil Bi Siti"
"Baiklah, ayo kita ke atas, kamu harus istirahat"
Riko membawa Bianca menuju kamar, merebahkan Bianca di ranjang, dan setelah itu ia juga ikut berbaring disamping Bianca. Ia menatap Bianca sangat dalam dengan senyuman yang terukir di wajah tampannya. Membuat Bianca yang saat itu memandang langit langit kamar seketika menghadap kearah Riko
"Kenapa?" tanya Bianca
"Aku tidak menyangka saja kalau aku bisa mendapatkan istri se-cantik kamu" jawab Riko
"Aku ini artis papan atas, jadi sudah pasti aku cantik" sombong Bianca
"Kenapa? Aku penasaran, tolong tunjukan padaku sekarang. Aku penasaran"
"Nanti saja, kamu harus tidur siang dulu. Istirahat yang cukup itu harus untuk ibu hamil, supaya bayinya lahir dengan sehat" ucap Riko sembari msngelus singkat perut Bianca
"Tapi aku penasaran"
"Tidur dulu"
__ADS_1
"Mau sekarang"
"Nanti"
"Mas..." Bianca mengedip ngedipkan matanya kepada Riko "Sekarang saja ya, aku penasaran"
"Aku takut kamu lelah sayang"
"Tidak, aku sangat segar sekarang. Ayo tunjukan padaku" Bianca duduk bersandarkan headboard, setelah itu ia mengamit lengan kekar sang suami yang masih enggan menuruti keinginannya
"Baiklah"
Riko bangkit dari posisinya. Menuntun Bianca menuju ruang kerjanya yang terhubung langsung melalui pintu kecil yang ada di sudut kamarnya. Riko membuka pintu tersebut, dan menghidupkan lampunya, hingga terlihatlah ruangan yang rapi dengan beberapa berkas yang menghiasi meja kerjanya, tidak lupa ada lemari yang menyimpan berbagai buku di sudut ruangan sana. Melihat hal itu membuat Bianca teringat dengan apa yang ia temukan malam itu, sebuah fakta yang sekarang ia ketahui
"Ayo" ajak Riko saat melihat istrinya hanya diam
"Aku takut..."
"Aku jamin kamu akan menyukainya"
__ADS_1
Dengan berat hati akhirnya Bianca melangkahkan kakinya mengikuti langkah suaminya. Bianca melirik isi ruangan, tidak ada yang berubah sejak beberapa bulan yang lalu, saat ia diam diam memasuki ruangan ini. Dada Bianca kian berdebar saat Riko mulai membuka kunci ruangan yang Bianca tahu merupakan ruangan rahasianya, dan....