Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 42


__ADS_3

Suasana di kediaman keluarga Prabaswara masih tampak ramai. Para anggota keluarga masih berada di kediaman Prabaswara untuk menemani Bianca. Karena mereka tahu jika di keramaian rasa sedih atas kehilangan itu tidak akan terasa, tapi jika sendiri maka rasa kehilangan itu akan terasa sangat menyakitkan.


"Mami dan mba Nini membuat apa?" tanya Bianca saat ia menuruni tangga dan mendapati mami Gisel dan mba Nini yang tampak sibuk didapur


"Hanya membuat kue kering untuk jamuan tahlilan nanti malam" jawab mami Gisel tanpa mengalihkan tatapannya dari makanan didepannya


"Oh... O iya dimana kak Chintya mam?" tanya Bianca saat tidak mendapati keberadaan kakak iparnya


"Kakak iparmu pulang setelah ke pemakaman tadi. Suamimu yang memintanya" jelas mami Gisel yang hanya dijawab Bianca dengan anggukan kecil. Mami Gisel menegakkan kepalanya dan memandang Bianca sejenak sebelum akhirnya fokus kembali pada makanan yang tengah ia buat "Bagaimana kariermu setelah ini. Kamu benar benar akan meninggalkan semuanya?"


"Mmm untuk itu... Bia masih belum tahu mi, nanti lihat situasinyasaja. Kalau memungkinkan mungkin Bia akan come back" jawab Bianca sedikit tidak yakin


Mami Gisel mengangguk kecil. Ia tahu ini bukan moment yang tepat untuk dirinya menanyakan hal ini, mengingat duka cita yang barusaja mereka alami. Tapi ia juga tahu jika putri sahabatnya ini pasti akan sedih jika dibiarkan sendiri dan tidak diajak berbicara.


"Tapi dari Riko, ada menghalangi?" tanya mami Gisel lagi

__ADS_1


"Bia hanya masih belum siap untuk kembali berkarier mi. Tidak ada halangan darimanapun selama ini. Hanya saja Bia rasa Bia harus meluangkan banyak waktu untuk keluarga Bia, jadi Bia memutuskan untuk stop sementara" jelas Bianca


"Padahal mba menunggu kapan kamu come back" sahut mba Nini yang sedari tadi hanya menjadi penyimak


"Kenapa ditunggu?" tanya Bianca penasaran


"Ya kan nama mba besar karena kamu, sekarang banyak klien yang mba rias, tapi kalau bukan muka kamu yang mba upload, netizen suka heboh" sungut mba Nini


"Oh jadi ceritanya mau kembali melambungkan nama?" goda Bianca


"Bia... "


Bianca melihat keasal suara, ada om Iwan disana. Bianca yang merasa ada yang ingin om Iwan sampaikan segera berjalan mendekat "Ada apa om?"


"Didepan ada wartawan, meminta untuk mewawancara kamu, kamu siap?" tanya om Iwan

__ADS_1


"Wartawan?"


"Ya, mereka bilang mereka hanya ingin mewawancarai kamu terkait meninggalnya ayah kamu, tidak lebih. Tapi saran om kalau kamu masih belum siap maka tidak usah ditemui. Biar nanti om yang sampaikan kepada mereka" jelas om Iwan


"Bia masih belum siap om. Mungkin lain waktu Bia akan siap, tapi tidak sekarang" jawab Bianca


"Akan om sampaikan"


Setelah kepergian om Iwan, mami Gisel berjalan mendekati Bianca. Ia memegang kedua pundak Bianca dari belakang, lalu memutar tubuh Bianca agar menghadapnya. Ditatapnya manik mata indah itu dalam dalam. Dapat mami Gisel lihat ada ketalutan besar yang tidak bisa ia jelaskan dan mengerti


"Kenapa belum siap?"


"Terlalu banyak komentar yang akan muncul ke publik setelah wawancara ini mam. Mulai dari penilaian mereka terhadap tubuh aku yang sekarang lebih kurus, bahkan semua hal akan menjadi pertanyaan publik"


"Lalu? Bukankah kamu pernah bilang ke mami bahwa itu adalah resiko seorang entertainment"

__ADS_1


"Bia masih belum siap untuk sekarang mam"


__ADS_2