
"Tapi mam, Bia masih belum bisa kalau harus meninggalkan ayah"
"Sekarang lihat mami" Bianca mengangkat kepalanya, memandang wajah tua yang semakin keriput tapi tidak membuat sedikitpun kesan teduh yang ada pada wajah itu luntur "Ketakutan terbesar kamu dalam pernikahan bukan karena takut berpisah dari ayah, tapi kamu takut kalau laki laki yang akan menjadi suamimu bukanlah orang yang baik, hmmm?"
Mendengar perkataan maminya, jelas Bianca tidak bisa berkata tidak, karena pada kenyataannya apa yang baru saja maminya katakan adalah sebuah kebenaran. Ketakutannya dalam pernikahan bukan karena takut untuk meninggalkan ayahnya, tetapi ia takut mendapatkan pasangan yang tidak sesuai
"Bia tidak mengenal laki laki itu mam"
Wanita itu tersenyum, di genggamnya tangan Bianca untuk menguatkan "Dengarkan mami, kamu lihat foto itukan?" wanita itu menunjuk pada foto yang terpajang di dalam kamar Bianca, dimana foto kedua orang tuanya terpajang "bunda menikah dengan ayah karena perjodohan, dan mami menikah dengan papi juga bukan karena cinta, tapi lihat sekarang, Bia bisa lihatkan bagaimana papi menyayangi mami? Semua bisa berubah di waktu yang tepat sayang, bahkan sebuah keterpaksaan pun bisa menjadi cinta"
Bianca masih diam, ia masih berfikir keras untuk mencerna setiap hal yang terjadi padanya. Benar apa yang di katakan maminya bahwa ini adalah jalan tengah terbaik yang bisa ia pilih untuk dua hal penting dalam dirinya, nama baiknya dan karier yang sudah ia rintis selama ini. tapi... Bianca masih belum sanggup dan mungkin tidak akan pernah sanggup jika harus menikah dengan orang yang tidak ia kenal
__ADS_1
hufff
"Kasih Bia waktu untuk semua ini mam"
*
Setelah memberi wejangan kepada Bianca, kini wanita tersebut berangsur memasuki ruang keluarga, dimana terdapat tuan Andre dan suaminya. Ia pun duduk di sofa berdampingan dengan sang suami
"yaa.. dia benar benar putri leodra, sedikit keras kepala"ucap wanita itu
Tuan andre menyunggingkan senyumnya mendengar kejujuran dari wanita di depannya ini, wanita yang pernah menjadi masalalunya. Yaa wanita ini adalah sosok wanita yang dulu pernah hadir dalam hidupnya, menghiasi hidup mudanya yang sunyi. Namun karena sebuah perjodohan memaksa keduanya untuk berpisah dan menjalani kehidupan masing masing, dan setelah kematian sang istri 22 tahun yang lalu, akhirnya keduanya kembali dekat, bukan sebagai laki laki dan perempuan pada umumnya yang dekat karena cinta yang kembali bersemi, mereka kembali dekat hanya karena Bianca yang saat itu tidak mendapatkan figur ibu bisa tergantikan oleh wanita cantik di depannya ini.
__ADS_1
jika saja tidak ada sahabatnya ini, maka tuan Andre pun tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi pada kehidupan Bianca sekarang. Tidak bisa tuan Andre pungkiri bahwa sahabatnya ini sangat berjasa untuk membentuk karakter Bianca
"Jadi apa yang Bianca katakan?" tanya tuan Andre lagi meminta kejelasan
"Ia meminta waktu untuk semua ini, aku rasa semua ini memang cukup sulit untuk ia terima, mengingat pertemuan keduanya yang terbilang tidak wajar, tapi hatiku yakin bahwa laki laki itu adalah yang terbaik untuk Bianca"
"Aku harap begitu, karena jika sampai laki laki itu menyakiti putriku, maka aku tidak akan segan untuk membuatnya menderita" tuan andre mengepalkan kedua tangannya, ia benar benar tidak rela jika putrinya harus tersakiti
"Yaa, semoga saja laki laki itu tidak sepertimu" jawab wanita itu
"maksudmu?" tanya tuan Andre, dan wanita itu hanya mengangkat kedua bahunya acuh
__ADS_1