
Sonia memandang Dio serius. Jujur ia bahagia jika ternyata Dio sudah mengetahui yang sebenarnya, jadi ia tidak perlu lagi menjelaskan apapun pada laki laki itu. Tapi... masih ada yang mengganjal dalam pikiran Sonia, darimana Dio tahu tentang semua ini. Sedangkan Dio yang melihat kebisuan yang ditunjukkan Sonia akhirnya melanjutkan penjelasannya.
"Aku mengetahui ini langsung dari nyonya Bianca"
Deg
"Bianca?" ulang Sonia masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Kamu serius?" tanya Sonia yang hanya dijawab Dio dengan anggukan
"Ya, aku mengetahuinya hari ini dari nyonya Bianca, karena dia berkonsultasi padaku"
"Bianca berkonsultasi padamu? itu artinya... Dio kita harus menemui Riko sekarang!"
Sonia segera menarik tangan Dio tanpa persetujuan, ia lekas membawa Dio menuju lift yang akan membawanya menuju ruangan dimana ruangan Riko berada. Setelah tiba didepan ruangan Riko, tanpa mengetuk, Sonia membuka pintu ruangan Riko. Hingga membuat Riko yang saat itu masih membuka berkas ditangannya menjadi kaget
__ADS_1
"Riko kamu harus tahu sesuatu" Sonia mengatur nafasnya yang sedikit memburu "Dio jelaskan padanya"
"Menjelaskan apa?" tanya Dio yang memang tidak tahu sama sekali tentang apa yang dikatakan Sonia.
"Katakan pada Riko tentang apa yang kamu katakan padaku tadi"
"Yang mana?" tanya Dio bertambah bingung, bahkan Riko yang sejak tadi memperhatikan tingkah keduanya hanya bisa memijat pangkal hidungnya, ia bangkit dari kursi kebesarannya dan berpindah duduk di sofa
"Riko dengar, Bianca ada di Jakarta" ucap Sonia spontan
"Kamu sudah tahu?" tanya Sonia
"Tadi saat aku ziarah ke makam orang tua Bianca, aku melihat kedua makam itu sudah ditaburi bunga. padahal setahuku selama dua bulan kepergian Bianca, tidak ada orang lain yang mengunjungi makam itu" jawab Riko
__ADS_1
"Dan kamu bertemu Bianca?" tanya Sonia lagi
"Aku tidqk berhasil bertemu dengannya, tapi aku yakin bahwa itu adalah dia" jawab Riko, hingga didetik berikutnya ia mrnegakkan tubuhnya dan menghadap Sonia "Darimana kamu tahu bahwa Bianca sudah ada di Jakarta?" tanya Riko penasaran
"Dio yang mengatakannya padaku"
"Dokter Dio?"
Dio yabg sejak tadi berdiri dan menyaksikan interaksi anatara Sonia dan Riko akhirnya berjalan mendekat dan duduk tepat disamping Sonia "Jujur aku tidak tahu apa yang sedang kalian bicarakan. Bukankah nyonya Bianca adalah istrimu, lalu?" Dio mengerutkan dahinya karena ia benar benar belum faham dengan semua ini.
"Bianca pergi dari rumah Riko, itu yang sebenarnya terjadi, maka dari itu aku memutuskan untuk lebih mementingkan Riko daripada dirimu saat itu, karena aku tahu bahwa Riko membutuhkan support dariku" jelas Sonia "Lalu dimana kamu bertemu Bianca?" tanya Sonia lagi
"Aku bertemu dengannya di rumah sakit, karena dia memeriksakan kehamilannya. Bahkan dia mengancamku, maaf, bukan dia yang mengancamku tapi seseorang yang ia panggil mba. Wanita itu mengancamku dengan namamu, jika sampai aku berani membocorkan hal ini kepada siapapun maka ia akan menghancurkan karier-ku, tapi karena aku ingin meminta maaf pada Sonia, akhirnya aku mengatakan bahwa aku bertemu dengan istrimu"
__ADS_1
"Jadi dia benar ada di Jakarta, dan mba? Seingatku ia memanggil mba hanya pada satu orang, dan orang itu adalah Mua yang selalu bersamanya. Mba Nini"
Sejenak Riko, Sonia, dan Dio saling pandang sebelum akhirnya ketiganya mulai faham dengan alur cerita yang dibuat Dio "Itu artinya, Bianca ada dirumah manager-nya?" tanya Sonia memperjelas, yang diangguki oleh Riko sebagai jawaban