
Seharian penuh mengurung diri di dalam rumah membuat Bianca benar benar merasa bosan. Ia tidak pernah bosan memantau area pagar kediamannya untuk memastikan keberadaan para wartawan itu. Namun hasilnya tetap sama, para wartawan itu masih tetap berada di sana
"Aku harus bisa keluar malam ini, setidaknya aku harus bertemu laki laki itu malam ini juga sebelum memutuskan semuanya" monolog Bianca
Ya, setelah perundingan panjang yang ia lakukan bersama ayah, mami, dan papinya, akhirnya ia mau sedikit menerima usulan yang mereka ajukan, yaitu menikah dengan laki laki asing yang ia ketahui bernama Riko itu, dan malam ini ia berencana akan menemui Riko di suatu tempat. Bianca sudah membuat janji temu sebelumnya
Bianca turun dari kamarnya yang berada di lantai atas, ia segera menghampiri ayahnya yang terlihat tengah menonton sebuah tayangan televisi yang terus menerus menyiarkan tentang berita heboh penggerebekkan yang terjadi di motel tempatnya menginap malam itu, Bianca menjadi geram sendiri melihat berita itu
"Ayah" tuan Andre menoleh saat mendengar suara lembut sang putri memanggilnya, senyumnya tampak begitu mengembang menyambut kedatangan sang putri "Seharusnya ayah tidak menonton itu" ucap Bianca
"Tidak apa apa, ayah hanya sedikit penasaran saja" ucap tuan Andre
__ADS_1
"Penasaran?"
"Apakah berita tentang putri ayah masuk dalam trending 1" ucap tun Andre terkekeh
"Ayah... " Bianca merengek mendengar godaan yang ayahnya lontarkan padanya "Bianca tidak suka trending 1 dengan hal hal tercemar seperti ini" Bianca mengerucutkan bibirnya lucu di hadapan sang ayah
"Tapi kariermu akan semakin bersinar"
Tuan Andre menyunggingkan senyumnya mendengar jawaban yang di lontarkan sang putri, ia sangat bangga kepada putrinya ini, disaat orang lain akan bangga dengan kepopularitasan mereka, meskipun mendapatkan dengan jalur yang terkadang tidak seharusnya, putrinya malah membenci hal itu.
Tuan Andre memindai penampilan putrinya dari bawah hingga ke atas, ia baru menyadari jika kini putrinya mengenakan pakaian yang sangat tertutup dari biasanya. Bianca mengenakan pakaian serba hitam malam ini, mulai dari tunik, leging, dan juga pastinya sebuh masker yang sejk tadi menutupi wajah cantik sang putri
__ADS_1
"Kau yakin akan menemuinya malam ini?" tanya tuan Andre, ia seakan sudah tahu tujuan putrinya keluar
"Bia rasa, secepatnya masalah ini selesai maka akan semakin baik ayah, kalau begitu Bia pamit" Bianca mengulurkan tangannya kepada sang ayah. Namun bukannya membalas uluran tangan sang putri, tuan Andre malah kembali melontarkan pertanyaan
"Apa kau butuh teman untuk menemui laki laki itu?"
"Bia rasa tidak perlu ayah, Bia bisa menjaga diri. Bia janji akan segera pulang setelah semuanya selesai. Bye ayah, assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam"
Bianca memakai topi yang sejak tadi ia pegang, lalu melengkapi tampilannya dengan kacamata hitam miliknya, sebelum akhirnya berangsur memasuki mobil mewah yang terparkir di garasi mobil kediamannya. Dari sekian banyak mobil yng ada disana, pilihannya ia labuhkan pada mobil Mercedes-Benz GLA 200 miliknya, dimana mobil ini merupakan mobil pertama yang ia beli dengan cash setelah menjadi artis terkenal seperti sekarang ini.
__ADS_1
Bianca mulai melajukan mobil mewahnya kearah gerbang, disana terlihat para wartawan yang kembali berkerumun setelah melihat mobilnya akan melintas. Ada setitik rasa kasihan dalam diri Bianca saat melihat perjuangan keras para wartawan itu untuk mencari informasi, tetapi ia juga tidak bisa membantu banyak, yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah segera menuntaskan masalah panjang yang tidak berkesudahan ini, dengan begitu maka dirinya akan bebas dari kejaran wartawan, dan para wartawan itu tidak akan menginap selama berhari hari di luar gerbang kediamannya.