Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 40


__ADS_3

Bianca memijat kepalanya yang berdenyut nyeri. Ia memindai seisi ruangan yang lengang, tidak ada siapapun dalam kamarnya selain dirinya, dan pandangan matanya terkunci pada satu objek yang membuatnya mencoba bangkit. Sebuah foto yang ia pajang di meja riasnya, foto dirinya bersama sang ayah dalam kemenangan award-nya di salah satu stasiun televisi swasta pada saat itu.


Diraihnya foto itu dan menatapnya begitu dalam. Wajah bahagia ayahnya disetiap waktu peretemuan mereka membuatnya sama sekali tidak menyadari jika tubuh tua itu telah menyimpan penyakit mematikan. Ia melirik satu foto lagi, satu foto yang sama, dimana dirinya bersama sang ayah foto bersama saat ia juga mendapat penghargaan sebagai penyanyi dangdut terbaik tahun lalu.


"Kenapa ayah tidak bilang ke Bia? Seharusnya Bia bisa jadi anak berbakti untuk ayah, setidaknya mungkin Bia akan membawa ayah berobat ke rumah sakit hebat, atau ke luar negeri sekalipun, Bia akan lakukan apapun untuk kesembuhan ayah"


Bianca meraih satu buah album foto yang tersimpan diatas meja riasnya. Membuka lembar demi lembar halaman album itu, disetiap halaman yang Bianca buka, semua selalu ada wajah ayahnya. Tidak ada satu penghargaan yang diterimanya tanpa kehadiran sang ayah. Tapi, membuka lembaran lembaran itu membuat Bianca merasakan perasaan bersalah yang lebih dalam. Betapa ia tidak pernah membawa atau mengajak ayahnya ke tempat liburan hanya untuk menghabiskan waktu berdua. Menceritakan hari hari yang terasa cukup berat untuk dilewati, Bianca sadar sekarang betapa ia sudah mengabaikan ayahnya selama ini.

__ADS_1


"Kamu sudah sadar Bia"


Bianca melihat keasal suara saat mendengar suara mami Gisel disana "Mami" Bianca segera menghapus air matanya dan meninggalkan album foto tersebut


"Diminum dulu" mami Gisel menyodorkan gelas berisi air putih yang tadi ia bawa


Mami Gisel berjalan menuju meja rias dan mengambil album foto yang baru saja ditinggalkan Bianca. Membuka lembaran demi lembaran yang ada dalam album foto tersebut. Hingga ia menemukan satu foto yang ia cari, setelahnya ia berjalan kembali menuju Bianca yang duduk diatas tempat tidur

__ADS_1


"Ini foto pertama kali Bia mendapat penghargaan sebagai penyanyi dangdut pendatang baru"


"Ya, dan disini pertama kalinya ayah merasakan gejala berat dari penyakit yang ayah derita. Tapi sampai penyakit itu semakin parah, ayahmu tidak ingin kamu tahu tentang sakit yang dideritanya. Ayahmu tidak ingin putrinya terbebani sehingga menghambat karier kamu menuju impian kamu"


"Tapi kenapa ayah tidak pernah bercerita sedikitpun mam?" tanya Bianca bergetar


"Karena ayah tahu, kalau kamu sampai tahu penyakit ayah, maka kamu akan mengurung diri kamu dan mengekang kebebasan kamu sendiri demi melayani ayah seumur hidup kamu. Kamu tidak akan menjadi seperti sekarang jika ayahmu tidak mengorbankan dirinya"

__ADS_1


"Tapi kalau Bia tahu semuanya dari awal, Bia pasti akan membawa ayah berobat kemanapun asalkan ayah bisa sembuh. Bia... Bia... akan mengusahakan segalanya mam"


"Mami dan papi sudah menggantikan tugas kamu Bia. Ayah sudah berobat selama ini. Itulah sebabnya ayah sering mengunjungi mami dan papi di Amerika. Ayah melakukan pengobatan disana. Tapi mungkin ini memang sudah menjadi jalan hidup ayahmu. Lagipula ayahmu pasti bahagia sekarang karena ia bisa bersama bunda di syurga"


__ADS_2