Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 46


__ADS_3

Riko keluar dari ruang rahasianya, dan mencoba membuka laci meja kerjanya. Ia mengutak atik isi laci tersebut untuk mencari sesuatu yang sialnya tidak ia temukan. Tidak kehabisan akal, riko mulai mencari dalam tumpukan berkas yang ada diatas meja. Namun ia tetap menemukan sesuatu yang ia cari


"Apa mungkin Bianca sudah menemukan semuanya?"


Riko beralih ke layar laptopnya, yang akan ia lakukan saat ini adalah mengecek cctv rumahnya, dan melihat apa saja yang sudah Bianca ambil dari kamarnya. Yang paling penting dari semua itu, ia juga ingin tahu kemana Bianca pergi. Riko mulai memutar semua rekaman cctv, dimulai dari saat Bianca memasuki kamarnya, lalu duduk dimeja kerjanya, yang akhirnya membuat Bianca sadar akan adanya pintu dibelakang kursi kerja sang suami. Bahkan wajah kecewa Bianca sangat terlihat sesaat setelah ia keluar dari ruangan itu


Riko meninju meja kerjanya saat melihat semua rekaman cctv itu. Niatnya untuk memperbaiki hubungannya dengan Bianca, dan mempertahankan pernikahannya yang semula tidak ia inginkan itu kini hancur sudah. Wanita yang akan ia perjuangkan justru pergi karena mengetahui rahasia yang ia sembunyikan selama ini. Rahasia tentang sebuah tragedi besar yang akhirnya menimbulkan kebencian dalam hatinya


"Bagaimana Riko, Dimana Bianca?" tanya kak Chintya yang datang bersama dengan bik Wati


"Dia pergi kak"

__ADS_1


"Riko, dia pergi malam hari bersama siapa? Dimana dia sekarang? Bagaimana kalau ada orang jahat diluar sana"


"Kak, kakak tenang dulu, aku akan cari Bianca"


"Kakak ikut"


"No, kakak disini bersama bik wati, biar aku yang mencari Bianca" ucap Riko dan langsung keluar dengan tergesa untuk mencari Bianca


"Riko, berjanjilah untuk membawa Bianca pulang"


Riko menjalankan mobilnya menuju kediaman Prabaswara, ia yakin bahwa Bianca pasti pergi menuju kediaman keluarganya. Sesampainya disana, Riko hanya melihat kesunyian, tidak ada tanda tanda Bianca datang ke rumah ini. Namun Riko tidak ingin terlalu cepat menyimpulkan, ia akan memastikan semuanya lebih dulu. Ia turun dari mobilnya dengan sedikit ragu, saat akan mengetuk pintu, seorang asisten rumah tangga yang selama ini mengurus kediaman Prabaswara keluar.

__ADS_1


"Maaf den, bibi tidak tahu jika aden akan kemari. Mari masuk den"


"Mmm apa... Bianca ada didalam bi?" tanya Riko to the point


"Non Bianca? Non Bianca sudah pulang ke kediaman aden kemarin, bahkan yang menjemput non Bianca adalah supir keluarga aden" jawab penjaga rumah sedikit bingung "Memang ada apa dengan nona den?" tanya nya penasaran


"Tidak, hanya saja pagi ini Bianca izin untuk kemari, mungkin dia belum tiba. Kalau begitu saya langsung pulang saja bi, maaf mengganggu. Permisi"


Riko segera keluar dari pekarangan keluarga Prabaswara, dan langsung kembali membelah jalan menuju tempat yang ia yakini untuk bisa menemukan Bianca. Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, Riko akhirnya tiba di tempat pemakaman keluarga Prabaswara. Riko yakin Bianca pasti kesini, mengingat betapa Bianca sangat dekat dengan ayahnya


Riko berjalan menuju makam ayah Andre. Dari jauh ia bisa melihat bahwa tidak ada siapapun disana. Riko tetap berjalan mendekat, setelahnya ia duduk disamping makam ayah Andre.

__ADS_1


"Maaf karena tidak bisa menjaga putri ayah" ucap Riko setelah cukup lama terdiam dan memandangi batu nisan sang mertua


"Maaf karena aku juga belum bisa menepati janjiku untuk membahagiakan putri ayah. Bahkan sampai ayah menutup usia, aku masih belum bisa menjadi menantu yang baik dalam keluarga ayah. Maaf"


__ADS_2