Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 98


__ADS_3

Dring


Riko melirik handphone yang sejak tadi ia letakkan di meja kerja. Diraihnya, ternyata anak buah yang beberapa hari yang lalu yang menghubunginya. Tanpa pikir panjang, Riko segera mengangkat panggilan tersebut


"Halo..."


"Tuan, wanita yang anda cari sudah anda dapatkan sejak lama"


"Apa maksudmu?" tanya Riko heran


"Wanita yang tuan cari adalah nona Carissa yang memang sudah menjadi tawanan anda tuan"


"Apa? Bagaimana mungkin, bukankah wanita yang aku minta untuk kamu cari kali ini adalah Neneng? Lalu..."


"Neneng adalah Carissa tuan. Setelah publik mengetahui perselingkuhan Gabriel saat itu, Carissa memutuskan untuk pergi dari Jakarta dan kembali ke kampung halamannya"

__ADS_1


"Jadi selama ini yang menjaga istriku adalah wanita itu?"


"Benar tuan"


Riko mematikan telepon setelah mendengar penjelasan detail dari orang suruhannya. Berkas di depannya tidak lagi penting untuk ia kerjakan, karena saat ini hatinya tergelitik untuk menemui wanita yang sudah beberapa hari ia kurung di markas anak buahnya. Tanpa kata, Riko segera keluar dari ruangannya, meninggalkan kantor dalam penanganan Sonia dan Tasyi. Kurang dari tiga puluh menit, Riko sudah tiba di tempat yang di tuju


"Dimana wanita itu?" tanya Riko


"Dia ada di ruang tahanan tuan"


Riko segera menerima kunci setelah anak buahnya memberikan kunci tersebut. Ia membuka pintu ruangan tempat dimana ia menahan Carissa. Saat masuk kedalam sana, hal pertama yang ia lihat adalah Carissa yang tampak duduk mengenaskan, dengan wajah dan rambut acak acakan, dan sepiring makanan yang tampak sudah dingin.


Riko berdiri didepan gadis itu. menatapnya dalam diam, mulutnya ingin mengatakan ucapan terimakasih atas jasa gadis itu untuk perlindungannya kepada istrinya. Namun keinginan itu kalah hanya karena dendam yang sampai saat ini masih bersemayam di hatinya.


"Aku membebaskanmu kali ini. Silahkan pergi sejauh mungkin, dan jangan pernah nampakkan wajahmu di hadapanku dan istriku lagi"

__ADS_1


Carissa mendongak, menatap laki laki yang baru saja mengucapkan kalimat pengampunan untuknya. Ia masih duduk diam di tempat semula, ia tidak punya tenaga hanya untuk sekedar mengucapkan terimakasih atas maaf yang laki laki itu berikan. Tubuhnya sangat lemah, karena beberapa hari ini tidak memakan apapun


Riko duduk mensejajarkan tubuhnya pada Carissa, dan meletakkan satu buah cek tepat di depan Carissa "Tulis berapapun yang kamu butuhkan untuk pergi dari hidup istriku" Riko bangkit, dan keluar dari ruangan itu tanpa mengunci pintu


"Apa yang harus kita lakukan pada perempuan itu tuan?" tanya laki laki berseragam itu kepada Riko sesaat setelah Riko keluar dari ruangan


"Beri makan, dan belikan pakaian. Biarkan dia bebas dengan layak"


"Baik tuan"


Riko keluar dari gedung tersebut, kembali menuju mobilnya yang terparkir. Setelah masuk kedalam mobil, ia tidak langsung melajukan mobilnya, ia memilih menenangkan pikiran sejenak dengan duduk diam di dalam mobil. Ia tidak menyesal telah memberi kebebasan untuk gadis itu, karena jasa gadis itu juga cukup besar pada istrinya dan buah hatinya. Namun ia menyesal karena ia tidak bisa menjadi orang baik yang mampu menghapus dendam dalam hatinya


Sedangkan di dalam sana, sepeninggal Riko, Carissa meraih cek yang di tinggalkan Riko dilantai. Ia mengambil cek tersebut dengan tangan gemetar. Tidak lama setelah itu, seorang laki laki berseragam masuk kedalam ruangannya.


"Pakai ini, dan silahkan makan makananmu, tuan membebaskanmu" laki laki tersebut meletakkan paper bag di depan Carissa, setelah itu ia keluar meninggalkan Carissa seorang diri

__ADS_1


__ADS_2