
Selesai dengan proses pemakaman, Riko kembali ke kediamannya bersama keluarga besarnya dan sang istri. Ia memandang rumah yang penuh memori itu dengan mata berkaca kaca. Kesedihan, penyiksaan, kepedihan, serta senyuman, semuanya berputar dalam benak Riko. Berjuta kata maaf yang ia ucapkan masih belum cukup untuk mengganti masa indah yang hilang antara dirinya dan sang istri, dan sekarang takdir memisahkan mereka.
Riko masuk kedalam rumahnya disambut tangis menggema dari kedua buah hatinya. Tanpa berpikir panjang, ia segera berjalan menuju kamar milik kedua anak kembarnya. Disana, Mba Nini tampak menimang salah satu dari kedua buah hatinya yang terus menerus menangis. Ia kemudian berjalan mendekat, dan meminta bayi tersebut agar di serahkan padanya.
Tanpa tanya, Mba Nini segera menyerahkan anak yang sedari tadi menangis tersebut, dan setelahnya, ia keluar dari kamar, meninggalkan Riko bersama dengan kedua anaknya. Sepeninggal Mba Nini, Riko terus menimang anaknya, memberikan kecupan kecupan hangat, berharap agar bayi yang baru berusia satu hari itu bisa tenang. Setelah cukup lama mencoba, akhirnya bayi tersebut benar benar tenang.
"Maafkan Daddy sayang, setelah ini kita jalani hidup kita bersama sama ya. Daddy janji akan menjaga kalian dengan semua kemampuan Daddy. Kita akan menjalani ini bersama Nak"
Cup
Kembali kecupan sayang Riko labuhkan pada pipi kedua buah hatinya. Ia mengelus lembut kedua pipi bayinya tersebut. Benar benar pahatan yang sempurna, wajah kedua bayinya benar benar di dominasi oleh paras cantik sang istri, mungkin ini adalah cara Tuhan memberi kekuatan untuknya.
__ADS_1
Ceklek...
Pintu kamar terbuka, menampilkan Kak Chintya yang berada di ambang pintu. Kak Chintya segera masuk kedalam kamar saat tidak mendapati adanya larangan dari Riko. Ia mengunci kursi rodanya untuk diam di dekat Riko, memandang adiknya yang tampak masih asik dengan kedua anaknya
"Kamu sudah menyiapkan nama untuk mereka?" tanya Kak Chintya
"Daffa dan Daffina. Bagaimana menurut Kakak?" ucap Riko masih enggan menatap Kak Chintya
"Nama yang bagus, nama itu pasti sangat berarti untukmu"
"Mereka pasti akan se-pintar ibu mereka" ucap Kak Chintya haru, sembari menyeka setitik air mata yang menetes
__ADS_1
Riko memeluk Kak Chintya. Mencoba untuk saling memberikan kekuatan atas jiwa mereka yang lemah. Baik Kak Chintya dan Riko sama sama hanyut dalam tangis mereka.
Inilah akhir dari perjalanan cinta. Pepatah mengatakan bahwa garis benci dan cinta berbeda tipis, dan itu benar adanya. Benci karena kesalah fahaman yang pernah bersarang dalam hati Riko berubah menjadi cinta, dan setelah cinta datang, hubungan mereka di terpa badai besar, hingga menciptakan perpisahan yang sebenarnya.
Takdir telah menggariskan sebuah perremuan dengan cara yang tak biasa. Namun ia juga menggariskan sebuah perpisahan yang tidak pernah terduga. Duka bukanlah suatu hal yang harus di tangisi, tapi ia adalah pembelajaran berharga untuk setiap manusia bahwa kita pasti akan berduka, dan mengalami kematian.
...****************...
Terimakasih buat semua yang udah support karya Author. Maaf kalau ceritanya ngga sesuai ekspektasi kalian semua. And See you in the author's next work❤
Jangan lupa mampir ke karya Author selanjutnya ya, judulnya Cintaku Terhalang Adat. Ini dia spoiler-nya.
__ADS_1
Hidup dalam lingkup keluarga yang menjunjung adat lebih dari segalanya, itulah yang dijalani oleh Diana. Ibunya yang merupakan keturunan asli suku Lampung Saibatin, memiliki logat khas bergaya Sumatera yang banyak dikenal orang dengan gaya bahasanya yang terdengar keras. Suku Kesaibatinan yang dianut keluarga Diana, membuat banyak orang berlomba lomba untuk menjadi bagian dari keluarga Saibatin, hingga akhirnya demi untuk mengurai sedikit persaingan, dan permusuhan antara satu dan lainnya, kakek Diana memutuskan sebuah perjodohan untuk Diana dengan laki-laki dari keluarga Saibatin lain.
Disinilah kisah itu bermula, kegundahan hati Diana antara memilih laki laki yang selama ini ia cintai, ataukah memilih mengalah, dan menerima perjodohan atas dasar adat yang sudah direncanakan jauh sebelum ia dilahirkan.