Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 31


__ADS_3

"Halo"


Bianca menjawab panggilan telepon dari nomor yang tidak di kenalnya itu, walau dengan berat hati. Sedari tadi nomor yang sama menghubunginya. Namun ia mencoba acuh, tapi di panggilan ke-lima ini akhirnya ia angkat


"Halo, selamat siang nyonya Dirgantara" sapaan pertama dari penelepon sudah membuat Bianca muak, di tambah dengan suara bising yang berada di sekitar perempuan itu


"Siapa kamu?"

__ADS_1


Terdengar kikikan dari seberang sana "Kau tidak mengenalku?"


Bianca melihat kembali nomor telepon yang menghubunginya. Dapat ia pastikan bahwa ia tidak mengenal nomor itu, dan ia juga sama sekali tidak mengenal suara wanita yang saat ini tengah tertawa itu. Hingga akhirnya Bianca memilih untuk mematikan panggilan itu


Baru satu detik ia mematikan panggilan itu, ia mendapat pesan whatsapp dari nomor yang sama. 'Kau mungkin tidak mengenalku, tapi bagaimana dengan ini'. Dunia Bianca seakan berhenti saat ini juga, saat melihat sebuah foto, dimana suaminya yang tengah duduk dengan memangku seorang wanita cantik di club. Bianca tidak pernah menyangka jika semua ini masih berlanjut, jika sebelumnya ia selalu mendapat kiriman foto dengan memperlihatkan suaminya yang berpelukan dengan wanita lain, maka kali ini semua lebih dari sekedar berpelukan. Suaminya bahkan memangku seorang wanita di depan publik, dengan keadaan yang dapat Bianca pastikan setengah sadar.


Bianca menatap jam yang ada di dinding kamar yang menunjukkan pukul 12 malam. Apakah ini alasan suaminya selalu pulang malam? Atau mungkin setiap laki laki itu keluar rumah dengan alasan perusahaan, sebenarnya ini yang ia lakukan? Mencari kenyamanan dengan wanita lain di luar sana. Bianca menghembuskan nafasnya, mencoba menghalau segala fikiran buruk yang saat ini memenuhi isi kepalanya. Namun berkali kali ia mencoba menghalau, maka berkali kali pula fikiran buruk menghantuinya.

__ADS_1


Bianca diam di tempatnya, ia seakan kehilangan kata kata untuk sekedar bersuara dan menanyakan darimana. Karena jika dalam keadaan sadar saja suaminya tidak pernah menjawab pertanyaannya, apalagi jika laki laki itu tengah dalam kondisi mabuk seperti sekarang ini. Bianca bahkan hanya diam tanpa pergerakan saat suaminya itu berjalan mendekati dirinya.


"Layani aku!"


Deg


Apa yang baru saja Bianca dengar? Apa itu sebuah permintaan, perintah, atau permohonan. Jika itu sebuah permintaan, mengapa nada suara itu terdengar meninggi seakan itu adalah perintah, tapi wajah itu, mengapa wajah itu seakan meminta sesuatu dengan permohonan untuk segera di tuntaskan? Bianca masih dalam lamunannya, hingga ia tersadar saat tiba tiba dirinya di tarik secara paksa keatas tempat tidur oleh suaminya.

__ADS_1


Bianca bangkit dari atas tempat tidur, dan berjalan menjauh dari laki laki menjijikkan itu. Jangankan untuk melayani laki laki itu, bahkan untuk sekedar menatap pun Bianca enggan melakukannya. Rasanya, melihat hal yang paling menjijikkan pun akan Bianca sanggupi, daripada menatap wajah suaminya itu


"Pahala atas shalat lima waktumu akan kalah jika kamu berani menolak melayani suamimu"


__ADS_2