
"Selamat pagi pak"
Sapaan yang barusaja terlontar, membuat Riko menghentikan langkahnya. "Kamu sudah masuk?" tanya nya saat mendapati Sonia sudah ada di kantornya
"Saya takut gaji saya dipotong pak kalau terlalu lama izin" jawab Sonia
"Ikut saya ke ruangan sekarang"
"Siap pak"
Riko masuk kedalam ruangan, diikuti oleh Sonia yang mengekor dibelakangnya. Riko berjalan menuju meja kerjanya, dan kembali dengan setumpuk map ditangannya. Setelah itu, ia duduk di sofa, dan meminta Sonia untuk duduk didepannya.
"Tadinya aku berniat menyelesaikan berkas ini sendiri, tapi sekarang... Sudah ada kamu yang akan mengerjakan ini semua. Jadi, silahkan" ucap Riko dengan gaya tengilnya
"What?"
"Kamu membantah perintah atasanmu?"
"Mmm maaf pak, tapi... "
"Baiklah, katakan sesuatu jika kamu memang sudah berani membantah perintahku" pinta Riko
Huh
__ADS_1
"Aku... Aku mau resign dari pekerjaan ini" ucap Sonia menunduk, melupakan jika Riko adalah atasannya
"Kenapa?" tanya Riko masih dengan nada santai
"Dio memintaku untuk fokus dengan rumah tangga kami setelah menikah. Dia ingin hanya dirinya yang bekerja, selayaknya tulang punggung keluarga, dan dia memintaku untuk melayani dirinya selayaknya seorang istri" jelas Sonia
"Itu artinya kamu dipaksa untuk berhenti bekerja, dan mengabdikan hidupmu hanya untuk melayani dirinya?"
"Tidak, aku menyetujui semua ini dengan berbagai pertimbangan. Tapi kamu tidak perlu khawatir, aku akan mengejar deadline-ku minggu ini"
"Bagaimana kalau aku tidak mengizinkanmu untuk resign?" tanya Riko
"Aku tahu kamu tidak akan sejahat itu padaku. Jadi aku mohon, izinkan aku. Lagipula aku sudah memilih satu kandidat yang tepat untuk menjadi penggantiku" ucap Sonia dengan senyum tipis di bibirnya
"Siapa?" tanya Riko
"What?"
Riko memandang Sonia tidak percaya, bagaimana mungkin Sonia bisa memilih tasyi sebagai penggantinya. Riko tidak bisa membayangkan akan jadi seperti apa perusahaanya dibawah pimpinan Tasyi. Hingga akhirnya, suara pintu yang terbuka membuat Riko dan Sonia saling tatap, dan didetik berikutnya suara nyaring itu muai bergema
"Good morning everyone" Tasyi berjalan menuju sofa, dimana ada Sonia dan Riko disana. Setelah itu, ia duduk disampung Riko
"Tasyi kamu... "
__ADS_1
"Aku akan stay di Indonesia kak, dan setelah sekretaris Sonia resign dari posisinya, aku yang akan menggantikan dia. Bukan begitu sekretaris Sonia?" tanya Tasyi mengedipkan matanya
"Iya Rik... dan aku rasa, tidak ada alasan lagi untuk kamu menahan aku" ucap Sonia
"Kalian bersekongkol?" tuding Riko "Begini, dengarkan aku baik baik, aku akan mengizinkan kamu untuk resign kapanpun kamu mau, tapi aku tidak bisa menerima dia sebagai sekretaris penggantimu" tunjuk Riko pada Tasyi
"Tapi kenapa kak? Aku ini lulusan Managemen Perkantoran kalau kakak lupa. Begini saja, beri aku masa training selama tiga bulan, dan kakak bisa memecatku jika kinerjaku tidak berkenan untuk perusahaan kakak" ucap Tasyi memberi solusi
"Not bad, tapi ingat, kamu tidak bisa mengambil cuti sesuka hatimu, dan kamu juga tidak bisa meminta gaji sesuka hatimu. Hal lain akan disampaikan Sonia nanti"
"Baiklah, tapi aku ada satu permintaan lagi" ucap Tasyi menyela
"Apalagi?"
"Kata kata kakak yang terakhir, aku sedikit tidak setuju. Selama aku menjalani training, gajiku boleh sesuai dengan keinginan kakak. Tapi nanti, setelah masa trainingku habis, dan aku menjadi karyawan tetap di perusahaan kakak, maka gajiku akan bertambah berkali lipat. Bagaimana?"
"Tidak akan!"
"Kakak..."
"Untuk apa uang sebanyak itu, kamu ingin memberi pacar pacar rahasiamu itu uang, begitu?"
"Pacar pacar, apa maksudmu kak? Aku ini wanita paling setia di dunia ini. Mana mungkin aku memiliki pacar sebanyak itu" sungut Tasyi
__ADS_1
"Kerjakan pekerjaanmu dengan baik" ucap Riko "Dan, sekretaris Sonia, tolong ajari dia cara menjadi sekretaris dengan benar, sekalian berikan semua ini padanya, biar dia yang mengerjakan"
"Siap pak"