Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 64


__ADS_3

"Hallo kak" Sonia mengangkat panggilan dari kak Chintya, setelah cukup lama berdering


"Son, bisa ke rumah sekarang? Bawa dokter, Riko demam" ucap kak Chintya dari ujung sana


"Riko sakit? Pantas saja dia belum sampai di kantor sekarang. Sonia segera kesana kak"


Sonia berjalan tergesa meninggalkan ruangan Riko. Ia mengambil tas nya dengan segera, dan setelah itu ia langsung menuju lift untuk sampai kelantai bawah. Sonia menunggu dengan tidak sabar saat lift terasa begitu lambat menurutnya, saat pintu lift terbuka yang menandakan ia telah sampai dilantai dasar, Sonia segera berjalan keluar. Namun tanpa ia duga, dipagi hari yang cerah ini, ia harus bertemu dengan seseorang yang sangat ingin ia hindari


"Selamat pagi sekretaris Sonia" sapa Dio


"Selamat pagi, maaf saya buru buru" ucap Sonia, dan langsung berjalan kembali. Namun baru akan melangkah, lengannya malah dicekal oleh Dio


"Kamu mau kemana?"


"Maaf, aku rasa ini bukan urusan kamu" jawab Sonia sedikit ketus, sembari menghempas tangan Dio

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" tanya Dio lagi dengan pertanyaan yang sama


Huh


"Aku mau ke rumah pak Riko" jawab Sonia dan hendak kembali berjalan menjauh. Namun lagi lagi Dio menghentikan langkahnya


"Kenapa ke rumah Riko?" tanya Dio


"Kita sudah berakhir, jadi kamu tidak perlu tau permasalahan yang aku hadapi, atau ada urusan apa aku dengan orang lain" ucap Sonia, lalu berjalan menjauh meninggalkan Dio


"Biar aku saja yang ikut kamu ke kediaman Dirgantara" ucap Dio


Sonia menatap Dio sejenak, sebelum kemudian mengalihkan pandangan "Saya sudah ada janji dengan dokter Ruli" jawab Sonia sembari masuk kedalam mobil, dan menjalankan mobilnya.


Dio yang melihat mobil Sonia menjauh, segera berjalan menuju mobilnya, dan mengikuti mobil Sonia. Ia sudah melupakan tujuan awalnya ke kantor Dirgantara group, hanya karena bertemu Sonia. Riko terus mengikuti mobil Sonia yang berjalan diatas rata rata, Dio takut terjadi apa apa pada Sonia, sehingga ia juga menjalankan mobilnya sedikit cepat. Hingga saat ia melihat mobil Sonia yang nampak sudah terparkir dihalaman kediaman Dirgantara, baru ia merasa sedikit tenang

__ADS_1


"Pagi kak" sapa Sonia kepada kak chintya yang tampak sudah menyambutnya


"Pagi Son. Mana dokternya? Kamu tidak lupa kan?" tanya kak Chintya saat melihat Sonia datang seorang diri


"Mmm tadi Sonia sudah menghubungi dokter..."


"Dokter Dio" ucap kak Chintya


Sonia melihat belakangnya saat mendengar kak Chintya menyebutkan nama Dio. Benar saja, disana tampak Dio yang tersenyum manis kepada kak Chintya, dan tidak lupa ia juga mengenakan setelah jas putih, lengkap dengan stetoskop yang melingkar dilehernya. Sonia tidak bisa berkata kata, bahkan ia tidak menyadari bahwa Dio telah berada tepat disampingnya


"Selamat pagi nona Chintya" sapa Dio hangat


"Pagi dok" jawab kak Chintya. "Son tolong bawa kakak ke kamar Riko" ucap kak Chintya, tidak lupa ia juga mengajak Dio untuk ikut bersamanya dan Sonia


"Tadi sebenarnya kakak memang ingin menghubungi dokter Dio, karena kakak kenal baik dengan dokter Dio. Tapi kakak pikir, diakhir pekan seperti ini pasti jadwal dokter Dio padat" ucap kak Chintya memecah keheningan selama di lift

__ADS_1


"Kebetulan, hari ini saya libur nona, jadi tidak sibuk" jawab Dio sekenanya


__ADS_2