
Sesampainya di kantor, Riko dengan segera berjalan menuju ruangannya. Gejolak yang sedari tadi ia tahan, rasanya sudah tidak mampu ia kendalikan lagi. Saat tiba dilantai dimana ruangannya berada Riko dengan segera membuka pintu ruangannya tanpa menyapa Sonia yang menyambut kedatangannya.
Huek
Sonia yang mendengar Riko muntah, dengan segera memasuki kamar mandi itu tanpa permisi. Sonia mengelus punggung Riko yang tampak bergetar karena terus menerus mengeluarkan cairan dari mulutnya. Setelah dirasa Riko sudah lebih baik, Sonia segera memapah Riko keluar dari kamar mandi dan mendudukkannya di sofa yang ada di ruangan Riko
"Kamu pasti tidak makan mangga muda pagi ini" ucap Sonia ketus. Ia jadi teringat kejadian minggu lalu saat ia tidak menuruti keinginan Riko untuk memakan mangga muda dipagi hari, dan yang terjadi ia malah harus repot mengurusi Riko yang terus terusan mual, dan akan berhenti saat ia memakan mangga muda "Kenapa tidak makan mangga mudanya? Sudah tahu akan mual kalau tidak makan mangga, malah sok jagoan"
"Bik Wati lupa membelikan" ucap Riko seolah mengadu "Sudah jangan ajak aku berdebat karena aku masih lemas"
Huh
__ADS_1
"Tunggu disini sebentar" ucap Sonia, lalu pergi meninggalkqn Riko yang masih tampak lemas, bahkan dahi Riko dipenuhi oleh keringat dingin
Sonia segera menjalankan mobilnya menuju supermarket terdekat. Sesampainya di supermarket, ia segera menuju tempat buah buahan, dan mangga muda menjadi pilihan utamanya. Ia segera mengambil beberapa mangga muda, dan setelah itu berjalan menuju kasir untuk mengantre.
"Apa kabar Son"
Sonia menghentikan langkahnya saat mendengar suara seseorang yang sangat ia kenali "Dio?"
"Apa kabar"
"Lalu bagaimana kabar atasanmu" tanya Dio "Oh rupanya masih ngidam, dan kamu selalu ada disamping dia buat suport dia dan ngasih perhatian ke dia. Bahkan mangga muda pun kamu rela antre di supermarket ditengah jam kerja kamu yang padat cuma buat dia"
__ADS_1
"Dio cukup"
"Kenapa Son, bukankah kamu rela memutus hubungan kita hanya agar kamu bisa menjaga atasan kamu itu secara penuh kan? Dan aku lihat sekarang bukan lagi hubungan antara sekretaris dengan atasan yang kamu lakukan, ini sudah terlampau jauh dari sekedar hubungan itu"
"Dia sahabat aku Dio, dia lagi butuh aku sekarang untuk suport dia. Lagipula kita sudah berakhir, jadi tidak perlu kamu susah payah mengurus urusan saya, saya bisa mengurus urusan saya sendiri. Permisi"
Sonia berjalan meninggalkan Dio dan segera menuju kasir. Setelah menyelesaikan pembayaran, Sonia segera menjalankan mobilnya kembali menuju kantor. Sonia tidak mampu lagi untuk menahan tangisnya saat ia berada didalam mobil. Jika ia boleh jujur, ia sangat mencintai Dio, ia sangat ingin hubungannya dengan Dio berlanjut fan menemui titik bahagia suatu saat nanti. Tapi sifat posesif Dio yang tidak ingin dirinya melayani Riko lebih dari sekedar atasan dan karyawan, membuat Sonia tidak nyaman. Terlebih, Riko adalah sahabatnya, ia tidak mungkin meninggalkan sahabatnya disaat saat tersulitnya saat ini
Sonia menghapus air matanya, dan keluar dari mobil saat ia sudah sampai di kantor. Sonia segera menuju pantry dan mengupas mangga muda yang tadi ia beli. Tidak lupa Sonia juga men-touch up make-up sebelumnya, dan seteelahnya, ia menuju ruangan Riko
"Mangga muda untuk laki laki ngidam" Sonia menyodorkan mangga muda itu kehadapan Riko yang masih tampak lemas, tanpa banyak kata, Riko segera meraih garpu dan menyuapkan mangga muda itu kedalam mulutnya
__ADS_1
"Kenapa lama sekali membeli buah mangga, kamu membelinya di Lampung, sehingga berjam jam belum sampai. Aku terkapar lemas disini dan kamu malah membeli mangga lama sekali" oceh Riko saat ia memasukkan potongan mangga kedalam mulutnya
"The power of mangga muda. Kamu langsung bisa ngomel setelah makan buah mangga muda itu. Its magic"