Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 56


__ADS_3

Buat yang penasaran tentang pristiwa 3 tahun yang lalu di keluarga Dirgantara, Mari kita Flashback. Kuy


...****************...


"Aaaa"


Teriakan kencang yang bergema, membuat riuh kediaman Dirgantara pagi itu. Riko yang masih tidur, dengan segera bangun dan menuju kamar kak Chintya. Riko berdiri di pintu kamar kak Chintya, ia menatap layar televisi yang masih menyiarkan acara gosip tentang kakak iparnya yang ternyata berselingkuh dengan teman se-profesinya.


Riko melihat keujung ruangan sana, terlihat kak Chintya yang duduk bersimpuh dalam pelukan ayah Albert. Riko mengepalkan kedua tangannya saat melihat darah yang berceceran dilantai kamar kak Chintya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa semua sakit yang hari ini kakaknya rasakan, akan dirasakan pula oleh wanita yang sudah dengan tega menghancurkan hidup kakaknya.


"Ayah... Dia berbohong, dia berbohong..."


Sayup sayup suara kak Chintya masih terdengar ditelinga Riko. Riko beralih menatap kembali layar televisi, dan melihat host acara gosip tersebut yang menyebutkan beberapa nama artis papan atas yang diduga menjadi selingkuhan dari kakak iparnya. Riko mengingat semua nama yang disebutkan host tersebut, dan merekam dalam otaknya, ia berjanji bahwa ia akan membuat orang yang telah membuat kakaknya sengsara juga akan mendapat kesengsaraan yang sama srperti yang dialami kakaknya.


"Riko, tolong bantu kakakmu" teriak ayah Albert

__ADS_1


Riko segera berjalan mendekati kak Chintya dan ayah Albert. Riko segera menggendong kak Chintya saat melihat kakaknya pingsan, dengan banyaknya darah yang menetes dari lengan kanannya. Dengan segera Riko membawa kak Chintya menuju rumah sakit, tanpa peduli pada dirinya yang saat itu tengah mengenakan piyama


Riko segera memindahkan kak Chintya ke brankar yang sudah dibawa oleh petugas rumah sakit. Setelah itu para perawat mendorong brankar tersebut menuju ruang Ugd. Baik Riko maupun ayah Albert mengikuti brankar kak Chintya menuju ruang Ugd.


"Maaf, selain pasien dan perawat dilarang masuk. Silahkan tunggu diluar" ucap salah satu perawat sambil menutup pintu ruangan.


Riko dan ayah Albert duduk dikursi tunggu tanpa ada percakapan. Keduanya diam dengan pikirannya masing masing. Seakan percakapan bukan lagi hal yang penting untuk keduanya.


"Bagaimana keadaan putri saya dokter?" tanya ayah Albert saat melihat dokter keluar dari ruang rawat kak Chintya


"Pasien kekurangan banyak darah akibat luka ditangannya, dan kita harus mendapatkan donor darah untuk pasien secepat mungkin" jawab sang dokter


"Itu adalah tugas kami tuan, kalau begitu saya permisi"


Ayah Albert duduk lemah di kursi tunggu, ia tidak menyangka jika pernikahan putrinya akan menjadi seperti ini. Menantu yang ia pilihkan untuk mendampingi putrinya ternyata bukanlah laki laki yang baik. Laki laki yang ia pilihkan itu ternyata seorang pemain wanita, dan dengan teganya mengkhianati putrinya dengan perselingkuhan.

__ADS_1


"Cari laki-laki laki itu sesegera mungkin Riko, ayah tidak mau tahu, buat laki laki-laki itu menderita karena sudah berani bermain main dengan keluarga Dirgantara" ucap ayah Albert


"Aku tidak akan pernah membiarkan laki laki-laki itu hidup dengan nyaman ayah"


Setelah mengatakan itu, Riko berjalan meninggalkan ayah Albert. Ia segera menghubungi Sonia melalui sambungan teleponnya. Dipanggilan pertama telepon sudah diangkat oleh Sonia


"Hallo Rik"


"Cari tahu wanita yang menjadi selingkuhan Gabriel. Aku tunggu informasinya"


"Aku sudah mendapatkan informasinya, tapi ini bukan informasi tentang wanita yang menjadi selingkuhan Gabriel. Yang aku tahu, semalam Gabriel mengisi acara off air di salah satu kota bersama Bianca Andini Prabaswara, artis yang sedang naik daun saat ini" ucap Sonia


"Prabaswara?" tanya Riko


"Yaa, relasi kantor kita"

__ADS_1


"Terima kasih informasinya. Handle semua urusan kantor untuk beberapa hari kedepan"


"Siap"


__ADS_2