
Sebuah foto besar menghiasi dinding kamar yang di dominasi warna hitam tersebut. Bianca menatap tak percaya pada foto dirinya yang kini di abadikan oleh Riko dengan bingkai yang sangat besar. Disamping kiri dan kanannya tersebar beberapa foto dirinya yang di kemas dalam bentuk polaroid.
Bianca kembali melangkahkan kakinya menuju sudut ruangan, terdapat kaca transparan yang menghubungkan antara ruangan yang saat ini ia tempati dengan sebuah ruangan yang sangat tidak asing di mata Bianca, sebuah studio. Ya, itu adalah studio yang di dalamnya memuat berbagai macam jenis alat musik, dan dapur rekaman. Bianca melirik suaminya yang masih berdiri di tempat semula. Sungguh, ini benar benar kejutan yang sangat luar biasa
"Bagaimana, kamu suka?" tanya Riko sembari berjalan mendekat
"Tentu saja, terimakasih" Bianca memeluk Riko dengan haru.
"Ayo kita masuk"
Riko mulai membuka pintu yang terbuat dari kaca tersebut. Hingga Bianca bisa melihat isi di dalamnya dengan sangat jelas. Bianca tidak menyangka jika ruangan yang pernah memberikan kesan menyeramkan untuknya, bisa di ubah se-sewah ini.
Bianca berjalan menuju piano yang tersedia. Ia mulai memetik tuts pada papan piano, hingga suara khas piano mulai terdengar. Bianca bersenandung kecil, menyesuaikan suara piano yang terus ia mainkan. Sedangkan Riko hanya menatap bahagia disertai senyuman yang terukir di bibirnya, ia tidak menyangka, hanya dengan ruangan kecil yang ia sulap menjadi studio rekaman ini, ia bisa melihat wajah bahagia istrinya.
Bianca beralih mengambil mikrofon yang tersedia, lalu menghidupkan speaker audio yang ada. Ia membuka laptop yang ada diatas meja, dan mulai mencari lagu yang pas untuk ia nyanyikan. Setelah menemukan apa yang ia cari, Bianca mulai bernyanyi drngan syahdu. Mengulang masa yang sempat ia tinggalkan, dan menciptakan suasana baru untuk dunianya.
__ADS_1
"Sayang..." Riko mulai mendekat setelah melihat Bianca selesai dengan nyanyiannya "Aku madih ada kejutan lain"
"Oh ya, apa itu?" tanya Bianca penasaran
"Setelah bayi kita lahir nanti, aku akan kembali memberikan izin untuk kamu melanjutkan karier kamu"
"Kamu serius?" tanya Bianca, yang di jawab Riko dengan anggukan kepala. Bianca dengan segera memeluk suaminya dengan erat, seolah mewakilkan rasa terimakasih yang tidak terhingga darinya
"Tapi... dengan waktu yang tidak terlalu padat" ucap Riko kembali memberi tahu, dan langsung saja di angguki oleh Bianca. Setelah itu Bianca kembali mencoba berbagai alat musik yang tersedia, tidak lupa, ia juga mengajak Riko untuk bernyanyi bersamanya.
Bianca keluar dari ruangan Riko dengan wajah yang berbinar, ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya atas hadiah yang di berikan Riko. Beberapa kali ia kerap mengucapkan terimakasih, meskipun ia tahu bahwa suaminya sudah sangat bosan mendengar kata itu.
"Kita langsung makan siang ya" ucap Riko
"Baiklah" Bianca membuka pintu kamarnya, tapi Riko dengan segera menutup kembali "Kenapa?" tanya Bianca tak mengerti
__ADS_1
"Biar aku saja yang ke dapur, nanti aku akan bawakan makanan ke kamar, kamu tidak boleh capek. Ingat"
"Tapi ke dapur tidak capek, justru kalau aku terlalu manja dan tidak bergerak, aku tidak akan sehat"
"Tapi aku khawatir sayang"
"Aku tidak apa apa Mas, percaya sama aku. Lagipula kan kalau aku kenapa napa, mas selalu ada di sampingku, dan aku percaya bahwa Mas bisa menjaga anak anak kita nanti"
"Ya kita akan menjaga anak anak kita bersama"
Gimana gimana, penyanyi dangdut satu ini cantik ngga nih?
Bianca Andini Prabaswara / Selfi Yamma Lida. Ngomong ngomong ada Selfitta ngga disini?
__ADS_1
Photo from instagram @lida_selfi07