Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 73


__ADS_3

Bianca turun dari bus dan memandang terminal dengan tatapan yang sulit diartikan. Beberapa bulan yang lalu dirinya melarikan diri dan meninggalkan kota ini. Namun saat ini ia kembali lagi ke kota ini untuk menyelesaikan semua masalahnya


"Bia... "


Bianca melihat mba Nini yang berlari kearahnya, diikuti oleh om Iwan yang mengikuti langkah mba Nini di belakang sana. Bianca merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan mba Nini. Keduanya berpelukan cukup lama, dan baru melepas pelukannya saat Bia merasa engap


"Bia, kamu kemana saja? Mba sampqi bingung harus mencari kamu kemana lagi" ucap mba Nini menggebu


"Bia hanya menenangkan diri mba, dan sekarang kan yang penting Bia sudah kembali, jadi tidak perlu khawatir lagi" jawab Bianca


"Bia... "


"Om" Bianca menyalami tangan om Iwan, laki laki yang selalu ia andalkan untuk melindunginya jika jauh dari ayahnya "Oh iya kenalkan, ini Neneng. Neneng ini yang selama ini menjadi teman Bia selama Bia jauh dari kalian" ucap Bianca memperkenalkan Neneng kepada om Iwan dan mba Nini


"Hai om, tante, saya temannya teh Bia dari kampung" sapa Neneng kepada dua orang yang Neneng tahu adalah keluarga dari Bianca.

__ADS_1


"Terima kasih karena kamu sudah menjaga Bianca selama ini" ucap om Iwan


"Sama sama om, lagipula saya sudah menganggap teh Bia sebagai saudara saya sendiri"


"Baiklah kalau begitu ayo kita pulang, ayo Neng" ajak mba Nini


"Neneng tidak bisa ikut tante, Neneng akan langsung balik saja ke kampung"


"Kamu yakin Neng?" tanya Bianca, karena tadinya ia berpikir Neneng akan berubah pikiran


"Baiklah kalau begitu hati hati di jalan"


*


"Kita mau kemana sekarang?" tanya om Iwan sembari melirik Bianca yang duduk di belakang melalui spion depan

__ADS_1


"Bia ikut tinggal di rumah om dan mba saja dulu untuk sementara"


Om Iwan segera melajukan kendaraannya menuju kediamannya. Setelah beberapa menit akhirnya ketiganya sampai di rumah om Iwan dan mba Nini. Bianca langsung masuk kedalm rumah bersama mba Nini, sedangkan om Iwan, seperti biasa laki laki itu akan selalu tertinggal di belakang karena membawa tas mba Nini


"Sebaiknya kamu istirahat dulu Bia, nanti kita bicarakan lagi semuanya" saran mba Nini, Bianca hanya mengangguk dan masuk kedalam kamar yang ditunjuk oleh mba Nini sebelumnya


"Akhirnya aku kembali" Bianca menarik nafas lega, ia mengusap perutnya yang sudah sedikit membesar "Kita jalani ini bersama ya nak, hanya ada kamu dan ibu. Ibu janji, ibu akan melakukan yang terbaik untuk kita"


Bianca membaringkan tubuhnya diatas kasur. Ia memandangi langit langit kamar, Bianca terpikir tentang Riko suaminya. bagaimana kehidupan laki laki itu selama ia pergi, apakah dia bahagia karena ketiadaan dirinya, ataukah dia kecewa karena tidak bisa melancarkan rencana balas dendamnya?


Hufff


Bianca menghela nafas kasar. ia meraih sebuah bantal dan menutupi wajahnya, ia tidak ingin memikirkan laki laki itu, karena tujuannya datang kdmbali ke jakarta selain untuk pengobatan adalah untuk melayangkan gugatan cerai seperti apa yang laki laki itu inginkan sebelumnya. Bianca mencoba memejamkan matanya, dan tidak lama setelahnya Bianca benar benar tertidur, mungkin karena efek terlalu lelah diperjalanan membuatnya tidak susah untuk memejamkan mata


...****************...

__ADS_1


Hi guys, jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak. Terina kasih❤


__ADS_2