Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 32


__ADS_3

Bianca bangun dari tidurnya saat jam menunjukkan pukul 9 pagi. Tiba tiba kejadian malam tadi mengisi kepalanya, bayangan tentang bagaimana suaminya memaksanya untuk melayani lelaki itu dengan penuh paksaan terus berputar di kepalanya. Jujur, bukan karena tidak ingin melayani laki laki yang sudah menjadi suaminya itu sebagaimana istri pada umumnya, hanya saja mengingat sifat suaminya yang selalu bersikap dingin padanya, membuat Bianca merasa sungkan.


Apalagi jika ia mengingat foto yang tadi malam ia lihat, foto suaminya saat berada di club dan mabuk mabukan, yang pada akhirnya membuat Bianca berada pada situasi ini. Bianca melihat sisi tempat tidurnya, tidak ada suaminya disana, Bianca lekas berjalan menuju kamar mandi, ia tidak mau ambil pusing tentang kemana laki laki itu pergi. Karena bagi Bianca, dengan tidak melihat wajah laki laki itu pagi ini, maka akan lebih baik. Setelah ini Bianca akan mencoba bersikap biasa saja di hadapan suaminya sendiri


*


"Pagi kak" Bianca berjalan mendekati kak Chintya yang masih berjemur di halaman belakang


"Pagi, baru bangun?" tanya kak Chintya


"Mmm sedikit capek kak, jadi kesiangan" jawab Bianca kikuk

__ADS_1


"Oh, Riko sudah berangkat ke kantor pagi tadi, dia tidak membangunkanmu?"


"Mmm mungkin dia lupa" jawab Bianca asal


"Lupa? Bagaimana dia bisa lupa untuk membangunkan istrinya sendiri Bianca? Atau jangan jangan hubungan kalian masih belum baik baik saja?" tanya kak Chintya memicing


"Kami.. kami baik kak, maksud Bia dia sudah membangunkan bia tadi, hanya saja karena Bia tidak kunjung bangun akhirnya dia membiarkan saja, dan akhirnya lupa."


Huh


"Kamu sudah sarapan?" tanya kak Chintya mengalihkan pembicaraan yang di jawab gelengan kepala oleh Bianca

__ADS_1


"Kamu sarapan dulu nanti sakit. Setelah itu, antarkan makan siang untuk suamimu ke kantornya"


"Apa?" Bianca secara spontan mengungkapkan keterkejutnnya di hadapan kak Chintya, yang membuat kak Chintya mengerutkan dahi bingung "Aaa maksudku, Maksud Bia, apa itu harus kak?" tanya Bia terbata. Tidak pernah terbayangkan oleh Bianca sebelumnya jika semua ini akan terjadi, ia harus mengantarkan makanan untuk suaminya, setelah tadi malam ia di buat sakit hati oleh semua perlakuan suaminya itu? Apakah ini harus?


"Sangat harus dan begitu penting. Sekarang lebih baik kau siap siap, bik Wati yang akan menyiapkan semuanya"


"Bik Wati? Bukankah?"


"Mulai hari ini bik Wati kembali bekerja di rumah kita, kakak sudah mengatakan ini pada Riko, jadi tidak perlu khawatir. Sekarang kamu ganti baju, biar kakak dan bik Wati menyiapkan semuanya. No bantahan" kak Chintya langsung menjawab telak, saat melihat Bianca akan mengajukan protes


Bianca berjalan lemas menuju kamar. Ia tidak ingin bertemu laki laki itu hari ini, hari ini saja. Jika memang nanti sore ia tetap harus bertemu dengan laki laki itu, karena laki laki itu pulang bekerja, maka biarlah itu terjadi nanti sore. Tapi tidak untuk sekarang, Bianca masih belum siap. Ia takut jika sampai ia bertemu dengan laki laki itu saat ini, maka ia akan meluapkan emosinya pada laki laki itu secara tak terkendali

__ADS_1


Huh


"Bismillahirrahmanirrahim"


__ADS_2