Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 30


__ADS_3

"Terima kasih" ucap Bianca sembari menatap Riko yang saat ini fokus pada kemudinya, saat ini keduanya berada di dalam mobil dan menuju kediaman Dirgantara


"Aku menyelamatkan nama baik ku, bukan menyelamatkan kau dari malu di hadapan publik. Jadi tidak perlu berterima kasih, karena apa yang kita lakukan hari ini impas. Kau membantuku dan aku membantumu"


"Maksud kamu?"


Riko melirik Bianca sejenak sebelum akhirnya fokus pada jalanan di depan sana. Ia tidak berniat sedikitpun untuk menjawab pertanyaan Bianca. Karena ia juga merasa tidak berkewajiban untuk mengatakan alasannya memperlakukan Bianca dengan baik di sepanjang acara tadi, dan di sepanjang perjalanan menuju rumah, mobil yang di tumpangi keduanya hanya diisi oleh keheningan


*


"Kalian sudah pulang?" kak Chintya yang sejak tadi menunggu kedatangan keduanya, kini menatap jam di pergelangan tangannya. Sudah satu jam ia menunggu kedatangan keduanya yang ia tahu menghadiri undangan pernikahan kolega bisnis dari perusahaan mereka


"Kenapa kakak belum tidur?" Riko menghampiri kak Chintya


"Kakak menunggu kalian"

__ADS_1


"Menunggu kami? Kenapa?" tanya Riko kembali


"Karena aku tahu kau. Aku hanya takut kau pulang tanpa membawa Bianca kembali"


Deg


"Kak" Riko menatap kak Chintya dengan tajam


"Mmm biar Bia antar kakak ke kamar. Ini sudah larut, Bia takut kakak sakit nanti" Bianca yang melihat sedikit ketegangan yang terjadi diantara kak Chintya dan suaminya, dengan segera menengahi


"Iya, kakak rasa kakak memang butuh istirahat. Tapi kamu baik baik saja kan?" tanya kak Chintya


Bianca mendorong kursi roda kak Chintya dengan cepat. Ia tidak ingin melihat ketegangan kembali berlanjut, antara kak Chintya dan suaminya. Riko yang melihat kak Chintya menjauh, menegakkan tubuhnya yang semula berjongkok. Ia masih tidak habis fikir, bagaimana kakaknya bisa se-sayang itu pada wanita yang berstatus istrinya itu. Bahkan kak Chintya sampai mengabaikan kesehatannya sendiri demi memastikan wanita itu pulang dengan sehat dan selamat.


Huh

__ADS_1


*


"Kakak istirahat, tidak boleh terlalu capek. Ingat kesehatan kakak harus di jaga" Bianca membenarkan letak selimut yang menutupi tubuh kak Chintya


"Berjanjilah untuk tetap berada di samping Riko apapun yang terjadi"


Bianca yang masih sibuk membenarkan selimut kak Chintya menghentikan pergerakannya. Ditatapnya wajah kak Chintya dengan intens, ia sangat ingin tahu tentang hal apa yang membuat kak Chintya selalu meminta dirinya untuk tetap dan selalu berada di dekat Riko, suaminya. Namun seperti yang sudah sudah, kak Chintya hanya diam, dengan tatapan permohonan yang begitu dalam. Merasa sudah faham dengan situasi yang di hadapinya, Bianca memilih acuh, dan mempercepat pergerakannya untuk membenarkan posisi tidur kak Chintya.


"Kakak istirahat, jangan fikirkan yang tidak tidak. Bia keluar dulu"


"Bia... "


Bianca menghentikan langkahnya saat mendengar suara kak Chintya yang kembali berseru. Ia kembali melihat kak Chintya, tapi kak Chintya hanya tersenyum, tidak ada tanda tanda bahwa ia akan mengatakan sesuatu. Bianca membalas senyum kak Chintya dengan senyum anggunnya, seakan mengatakan bahwa semua akan baik baik saja.


...****************...

__ADS_1


Bianca sudah berada di dapur di jam yang sangat terbilang pagi. Semalaman ia tidak bisa memejamkan mata karena selalu terbayang wajah kak Chintya yang selalu membuatnya berfikir buruk. Dan Terlebih jika ia mengingat sudah berapa kali kak Chintya meminta dirinya untuk terus berada di dekat suaminya.


"Berjanjilah untuk tetap berada di samping Riko apapun yang terjadi"


__ADS_2