Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 11


__ADS_3

"Ayah tidur di kamar kalau masih mengantuk" ucap Bianca sesaat setelah ia meletakkan secangkir kopi di hadapan sang ayah, saat ini keduanya masih berada di meja makan


"Ayah olahraga saja, lagipula tidur di jam segini untuk orang seumuran ayah tidak baik, takut cepat tua" ucap tuan Andre disertai kekehan kecil


"Ya.. baiklah" Bianca mengangguk anggukan kepalanya mendengar penuturan sang ayah "Ayah, mmm... Bia izin mau keluar sebentar"


"Kemana?"


"Kemanapun,, Bia ingin menenangkan fikiran"


Tuan Andre tampak membuka ponselnya setelah mendengar perkataan sang putri, ia mencari sesuatu yang menjadi alasannya sampai tertidur di ruang kerja malam ini. Setelah cukup lama mencari, akhirnya ia menemukan apa yang ia cari. Tuan Andre menggeser ponselnya ke hadapan Bianca.

__ADS_1


Walaupun sempat bingung karena tiba tiba ayahnya menyodorkan ponsel tanpa berbicara, akhirnya Bianca meraih ponsel itu. Bianca melihat apa yang ada di dalam sana, dan ternyata, itu adalah rekamana cctv yang mengarah ke pagar rumah kediamannya. Terlihat para wartawan yang tampak kelelahan, Bianca perkirakan bahwa para wartawan itu sudah berada di pagar rumahnya dari semalam.


"Ayah... "


"ya... Mereka memburu berita tentang kamu" ucap tuan Andre sembari menyesap kopinya dengan santai


"Lalu apa yang harus Bia lakukan?"


"Disini kamulah bintangnya nak, ini adalah resiko seorang entertainment. Semua orang membutuhkan klarifikasi dari sumber aslinya, dan setelah itu klarifikasi itu akan di kulik lagi sehingga akan semakin banyak permasalahan yang akan tercipta. Fikirkan apa yang harus kamu lakukan, ayah percaya sama kamu"


Bianca kembali ke lantai atas, dimana kamarnya berada. Setelah tiba di depan kamar, ia segera membuka pintu kokoh itu, hal pertama yang ia tuju saat ini adalah balkon, ia ingin memastikan apakah para wartawan itu masih berada di depan pagar rumahnya, atau sudah pergi karena merasa lelah. Namun ternyata para wartawan itu tampaknya masih sangat semangat meminta belas kasih satpam yang berjaga agar membukakan pagarnya.

__ADS_1


Hufff


bianca hanya bisa menghembuskan nafas beratnya, beban ini cukup berat untuknya. Benar apa yang di katakan ayahnya, seandainya dirinya meng-klarifikasi semua yang terjadi, ia yakin setelah apa yang ia klarifikasikan nanti, maka akan muncul masalah baru yang mempertanyakan tentang laki laki yang bersamanya malam itu. Lalu apa yang harus ia jawab? Mengatakan bahwa itu adalah laki laki asing yang ia sendiripun tidak kenal? Itu sungguh omong kosong yang sangat konyol


Menurut mami... Ini adalah jalan terbaik untuk karier kamu dan nama baik kamu


Kata kata mami gisel saat itu kini mengusik fikirannya, mungkin dengan menikah akan menjadi jalan terbaik untuk hidupnya, apalagi di usianya yang memang sudah cukup untuk menikah. tetapi apa yang akan ia katakan kepada publik? Publik sudah cukup di gemparkan dengan menyebarnya berita miring tentang dirinya, lalu setelahnya akan kembali di gemparkan dengan asumsi tentang married by accident. Akhirnya semua isu miring semakin bertebaran, kariernya hancur, dan yang paling penting adalah ia tidak mengenal laki laki yang di jodohkan dengan keterpaksaan dengannya. Yaa perjodohan paksa karena sebuah insiden tak terduga atau mungkin terencana


...----------------...


Gabut banget sumpah, ngga ngerti nulis apa ini, badan lagi ngga vit, batu pilek melanda. Maafkan tulisan ku yang ngaco ini🙏

__ADS_1



With om Iwan and mba Nini


__ADS_2