Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 76


__ADS_3

Bianca kembali melangkah menuju ruangan dokter Dio, diikuti oleh mba Nini dan om Iwan tentunya. Saat ini ketiganya sudah berada di depan ruangan dokter Dio, dokter yang di rekomendasikan oleh dokter Stephanie. Sama halnya seperti tadi, mba Nini masuk kedalam ruangan dokter Dio bersama mba Nini, sedangkan om Iwan hanya duduk m3nunggu di depan ruangan


"Selamat siang nyonya" sapa dokter Dio hangat


"Selamat siang dokter Dio" bukan Bianca, tapi mba Nini yang menjawab sapaan dokter Dio "Saya yakin anda sudah diberitahu oleh dokter Stephanie sebelumnya tentang kedatangan kami"


"Baiklah, saya memang sudah diberitahu oleh dokter Stephanie sebelumnya, dan silahkan duduk" dokter Dio mempersilahkan keduanya untuk duduk, ia tidak tahu siapa dua wanita didepannya ini sehingga membuat dokter Stephanie memintanya untuk berbicara secukupnya kepada dua wanita ini, yang ia tahu wanita yang saat ini akan berkonsultasi dengannya adalah seorang artis terkenal "Baik, ada keluhan apa yang dirasakan ibu Bianca?" tanya dokter Dio

__ADS_1


"Nyonya, dia adalah nyonya keluarga Dirgantara, jadi sebelum pemeriksaan ini dilakukan lebih lanjut, saya hanya ingin mengatakan bahwa apa yang akan kita bicarakan didalam ruangan ini hari ini, semua itu tidak boleh terdengar atau sampai ke telinga publik. Aku yakin anda faham apa yang akan terjadi jika berita ini sampai ke telinga publik dokter Dio" ucap mba Nini kembali memberi perlindungan untuk Bianca


"Mba" Bianca menggenggam tangan mba Nini untuk membuat wanita itu diam, ia tidak suka mendengar nama Dirgantara yang disematkan dibelakang namanya, apalagi jika mba Nini terus terusan memakai nama besar Riko untuk membungkam mulut orang orang, seperti dokter Stephanie dan dokter Dio. Bianca menatap dokter Dio yang nampak bingung "Maaf dokter, saya hanya ingin berkonsultasi tentang kehamilan saya, saya mengidap Anemia, dan apakah penyakit ini tidak berbahaya untuk janin yang ada didalam perut saya?" tanya Bianca "Dokter Dio... Dokter... " Bianca menggerakkan tangannya didepan wajah dokter Dio saat melihat tidak adanya respon dari dokter tersebut


"Ahh iya, maaf. Bagaimana nyonya?" tanya dokter Dio gelagapan


"Baik" dokter Dio menegakkan tubuhnya agar sedikit lebih fokus "Penyakit Anemia ini terjadi karena tidak terpenuhinya zat besi, vitamin B12, dan asam folat untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein pada sel darah merah yang berfungsi untuk mengedarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Penyakit ini sedikit berbahaya, apalagi untuk kehamilan kembar karena bisa memperlambat perkembangan janin, kelahiran premature, dan cacat lahir. Tapi kembali lagi ini hanya diagnosa alat dokter. Anemia terjadi karena kurangnya zat besi dalam tubuh, dan saya sarankan agar nyonya mengonsumsi bayam, kacang kedelai, brokoli, jeruk, dan kurma" jelas dokter Dio

__ADS_1


"Mie instan?" tanya Bia spontan yang dihadiahi tatapan tajam oleh mba Nini


"Saya sarankan sebaiknya jangan nyonya" ucap dokter Dio


" Baik dokter, terima kasih atas waktunya. saya harap anda ingat apa yang saya katakan tadi" mba Nini segera mengakhiri pembicaraan sebelum Bianca kembali bertanya tentang hal aneh. Setelah itu keduanya langsung keluar dari ruangan dokter Dio


Sedangkan dokter Dio melihat kepergian mereka dengan berjuta pertanyaan di benaknya. Nyonya Dirgantara? Apa maksudnya? Apa mungkin? Tidak, Riko belum menikah, lalu bagaimana mungkin wanita yang mengaku sebagai nyonya Dirgantara itu adalah istri dari Riko. Lagipula bukankah Riko saat ini menjalin kasih dengan Sonia, mantan kekasihnya, bahkan Sonia saat ini sedang mengandung, dan itu adalah darah daging Riko, lalu bagaimana mungkin?

__ADS_1


"Tapi tunggu, Sonia mengandung? Aku tidak pernah menanyakan ini kepada Sonia, apakah dia benar benar hamil atau tidak, waktu itu aku hanya menyimpulkan sepihak saat melihat bagaimana Sonia yang begitu telaten mengurus Riko. Tapi apakah mungkin selama ini aku hanya salah faham?"


__ADS_2