Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 104


__ADS_3

Riko bagai mendapat angin syurga setelah mendengar perkataan dokter Stephanie. Ia segera mengikuti dokter tersebut untuk kembali masuk kedalam ruangan. Disana, seperti sebelumnya, ia kembali menggenggam tangan Bianca, memberikan kekuatan untuk istrinya tersebut. Sedangkan para dokter dan perawat terlihat begitu sibuk dengan urusan mereka masing masing.


"Aku mohon bertahanlah sayang" Riko mencium punggung tangan Bianca yang ada dalam genggamannya


Dokter Stephanie mengganti cairan infus yang terpasang dengan kantong darah. Ia terus memantau keadaan pasiennya. Pasalnya pasiennya kali ini bukan orang sembarangan, jika ia sampai salah mengambil langkah, itu artinya ia benar benar membuat dirinya berada di pinggir jurang


"Bagaimana dokter?" tanya Riko saat melihat dokter Stephanie tidak sesibuk tadi


"Kita hanya tinggal menunggu darah yang kita berikan di terima oleh nyonya, tuan. Kurang lebih memakan waktu maksimal empat jam. Kalau begitu saya permisi"


Dokter Stephanie dan para perawat keluar dari ruang perawatan Bianca. Meninggalkan Riko yang masih tetap setia berada di samping sang istri. Tidak lama setelah itu ia keluar dari ruangan, dan menemui keluarganya yang masih menunggu di depan ruangan


"Bagaimana keadaan Bianca?" tanya Mami Gisel

__ADS_1


"Tranfusi darahnya berhasil Mam, dan semoga saja tubuh Bianca bisa menerima darahnya dengan baik"


"Alhamdulillah"


Mereka semua mengucapkan syukur dalam hati. Ketegangan yang sempat terjadi beberapa menit yang lalu kini berangsur menghilang, mereka semua bisa sedikit bernafas lega setelah mendengar kabar dari Riko. Mami Gisel berjalan menuju pintu transparan ruangan Bianca, melihat Bianca yang masih tampak lelap dalam dunianya sendiri. Ketakutan besar yang pernah ia bayangkan, akhirnya tidak terjadi, ia sempat mengalami trauma saat mengingat bagaimana Ibunda dari Bianca yang meninggal pasca melahirkan Bianca saat itu, dan itu adalah duka mendalam yang di rasakan seluruh keluarga besar pada saat itu.


"Kalau begitu, aku izin ke ruangan dokter Stephanie sebentar" ucap Riko


"Baiklah"


"Dokter Dio..." sapa Riko saat melihat keberadaan dokter Dio di ruangan Dokter Stephanie


"Tuan Riko" ucap dokter Dio dan dokter Stephanie bersamaan dengan perasaan gugup

__ADS_1


"Maaf mengganggu waktu kalian, aku hanya ingin bertanya padamu dokter Stephanie, siapa orang yang sudah mendonorkan darahnya untuk istriku. Aku ingin ber-terimakasih padanya"


"Mmm... Tuan, aku..."


"Ada apa?"


"Orang tersebut meminta agar identitasnya di rahasiakan"


"Tapi kenapa?" tanya Riko heran


"Maaf, saya tidak tahu tuan. Tapi beliau berpesan agar kami merahasiakannya dari tuan. Maafkan kami"


"Kami? Maksudmu, kalian berdua tahu siapa orang tersebut?" tanya Riko

__ADS_1


"Iya, tadi orang tersebut datang dengan tergesa padaku dan mengatakan bahwa golongan darah yang ia miliki sama dengan golongan darah yang kita butuhkan, dan dia mengatakan akan mendonorkan darahnya, tapi dengan syarat agar aku tidak memberitahu siapapun tentang dirinya. Setelah mengambil darahnya, aku langsung menghubungi dokter Stephanie saat itu juga" jelas dokter Dio mengurai pertanyaan besar dalam benak Riko


__ADS_2