
Bianca mulai mengeluarkan isi kantong belanjaan yang dibawa mba Nini. Ia mengukir senyum di sudut bibirnya, tidak menyangka jika laki laki itu yang sudah mengirimkan ini untuknya. Bianca sempat melihat mba Nini dan Riko berbicara didepan gerbang, dan setelah melihat mobil Riko mulai pergi meninggalkan kediaman mba Nini, Bianca segera turun ke bawah dan membantu mba Nini membawa barang belanjaannya
"Mba belanja kebutuhan setiap satu minggu sekali?" tanya Bianca sembari mengeluarkan susu hamil miliknya dari kantong belanjaan
"Iya, sesuai anjuran dokter, kamu harus makan makanan hijau, dan menjaga kesehatan bayimu. Karena kamu hamil kembar, jadi kita harus menjaganya dengan extra" jawab mba Nini
"Makasih ya mba"
"Iya, bagaimana kalau siang ini kita keluar? Sekalian menyegarkan pikiran. Selama kamu kembali ke Jakarta, kita belum pernah pergi keluar"
"Mmm boleh sih mba, Bia juga bosan selama beberapa hari ini hanya diam di rumah"
"Baiklah, kalau begitu sekarang kamu siap siap saja, nanti mba yang menyelesaikan ini. Setelah itu kita keluar, sekaligus makan siang di luar"
Setelah membereskan semuanya, mba Nini segera mempersiapkan diri. Setelah itu ia keluar dari kamar, dan terlihat Bianca yang sudah menunggunya di sofa ruang tamu. Tanpa tanya mba Nini segera mendekati Bianca
"Mba berdandan lama sekali. Memang mau kencan dengan siapa sampai harus berdandan rapi seperti itu" ucap Bianca
"Siapa tahu nanti disana banyak laki laki tampan, maka dari itu mbak harus selalu tampil cantik" jawab mba Nini "Sudah, ayo kita jalan"
__ADS_1
Mba Nini duduk didepan kemudi, sedangkan Bianca duduk tepat disamping mba Nini. Setelah semuanya siap, mba Nini segera melajukan mobilnya menuju Mall Indah City, sebuah mall ternama yang ada disana. Beberapa menit setelahnya, mereka telah tiba di tempat yang dituju. Keduanya segera masuk kedalam
"Kita mau kemana mba?" tanya Bianca sembari terus mengikuti langkah mba Nini
"Kita akan ke pusat pembelanjaan" ucap mba Nini singkat
"Untuk?" tanya Bianca polos
"Ke pusat pembelanjaan biasanya untuk apa?" tanya mba Nini balik
"Belanja"
"Maksud Bia, belanja apa? Bia tidak merasa ada yang harus dibeli"
"Bianca Andini Prabaswara, dengarkan aku. Lusa adalah hari ulang tahunmu, bagaimana kamu bisa lupa tentang itu?"
"U-ulang tahun?" Bianca nampak berpikir, setelah itu ia menepuk dahinya sendiri karena melupakan sesuatu "Astaga, kenapa Bia bisa lupa ya mba"
"Sudahlah, mba tahu kamu banyak beban pikiran, jadi mba berinisiatif untuk membuat surprise untuk kamu. Tapi karena kamu terlalu banyak bertanya, jadi rencana kejutannya gagal. Sudah, ayo kita belanja" mba Nini menarik tangan Bianca menuju pusat perbelanjaan
__ADS_1
"Selamat siang nyonya, ada yang bisa saya bantu?" tanya saah satu karyawan
"Siang, saya butuh dress untuk acara ulang tahun" ucap mba Nini
"Baik, mari ikut saya, kami ada banyak pilihan dress untuk ulang tahun"
Mba Nini dan Bianca mengikuti karyawan tersebut. Melihat banyak baju yang dipajang di patung manekin. Hingga akhirnya mereka tiba disebuah ruang privat, karyawan tadi meminta para teman lainnya untuk mengeluarkan stok dress terbaik milik mereka.
"Silahkan nyonya"
Bianca maju, memegang saah satu dress yang sejak pertama melihat sudah memikat pandangannya. "Kayaknya Bia pilih yang ini mbak" ucap Bianca pada mba Nini
"Yakin? Masih banyak pilihan lain jika kamu mau" ucap mba Nini
"Bia rasa ini saja cukup"
"Oke, mba saya minta dress yang ini dibungkus"
"Baik nyonya"
__ADS_1