
"Kak, ayo jelaskan pada kakak ipar" desak Tasyi
"Mmm Bia..."
"Kenapa Kakak bicara canggung sekali. Biarkan aku saja yang menjelaskan. Oh may god kakak ipar sedang hamil? This is exciting news" seru Tasyi "Ahh ya, aku baru ingat, perkenalkan, namaku Tasyi Rosmala, sepupu dari Kak Riko, selama ini aku dan keluargaku menetap di Amerika, dan karena itulah kami tidak bisa hadir saat acara pernikahan kalian berlangsung. Dan aku meminta maaf untuk itu" sesal Tasyi
"Mmm... aku-aku... "
"Kakak pasti memaklumi itu kan?" tanya Tasyi memastikan
"Ahh ya, aku memaklumi itu"
"Terima kasih. Oh ya satu lagi, aku akan menggantikan sekretaris Sonia untuk menjadi sekretaris di perusahaan kak Riko, dan kita pasti akan lebih sering bertemu" ucap Tasyi "Aku juga akan ke rumah kakak nanti, apa mungkin aku ikut kakak ipar sekarang saja? Aku juga ingin bertemu dengan kak Chintya"
"Tasyi... Biar aku yang mengantarmu bertemu kak Chintya nanti" ucap Riko, saat melihat Bianca yang kebingungan
"Tapi aku ingin bersama kak Bianca saja kak, lagipula pertemuan kita sudah selesai kan?" ucap Tasyi masih berusaha membujuk kakaknya
__ADS_1
"Tasyi, kita masih ada satu pertemuan lagi dengan tuan Yohanes, dan pertemuan ini sangat penting. Jadi aku sarankan padamu untuk mengikuti pertemuan ini sampai selesai" ucap sekretaris Sonia
"Benarkah? Baiklah kakak duluan saja pulang, nanti aku akan pulang bersama Kak Riko dan sekretaris Sonia" putus Tasyi
"Baiklah, aku pulang dulu. Sampai bertemu" ucap Bianca, ia segera berjalan menuju mba Nini yang tetap berdiri ditempat semula. Setelah itu, keduanya kembali berjalan keluar untuk pulang
"Tunggu dulu" Tasyi membalikkan badannya, hingga kini ia bisa menatap Sonia dan Riko secara bersamaan "Pertemuan dengan tuan Yohanes? Bukankah jadwal pertemuan itu besok? Apa ada pergantian jadwal, mengapa aku tidak tahu ini sejak awal?" tanya Tasyi merasa ada yang janggal
"Pertemuan dengan tuan Yohanes memang besok, tapi kamu adalah calon sekretarisku, jadi kamu tidak bisa pulang sesuka hatimu, ingat itu sekretaris Tasyi" ucap Riko, setelah itu ia berjalan mendahului Sonia dan Tasyi keluar dari restoran
"Tapi kak..." Tasyi hendak berjalan mengikuti Riko. Namun suara Sonia berhasil menghentikannya
"Tapi... Ihhh mentang mentang aku yang paling muda, para orang tua itu sesuka hati memerintahku"
*
"Sekretaris Sonia, aku ingin bertanya sesuatu padamu" ucap Tasyi, saat ini keduanya berada berada dalam satu mobil yang sama, sedangkan Riko memilih pergi dengan mobil berbeda
__ADS_1
"Apa?" tanya Sonia
"Mengapa kakak dan kakak ipar terlihat sangat canggung saat tadi bertemu di restoran?" tanya Tasyi
"Aku tidak tahu"
"Kamu pasti sedang berbohong, ayolah Kak, aku hanya ingin tahu ada apa diantara kakak dan kak Bianca." ucap Tasyi memelas, ia bahkan memanggil Sonia dengan sebutan kakak, agar ia bisa mendapatkan informasi lebih
"Tanyakan saja pada Riko"
"Kak Riko pasti tidak akan menjawabnya"
"Maka dari itu aku juga tidak akan menjawab pertanyaanmu"
"Kak, kenapa kalian sama saja?" sungut Tasyi "Terlalu lama bekerja bersama Kak Riko, sifat mereka jadi sama" monolog Tasyi
"Kamu mengatakan sesuatu?" tanya Sonia memastikan pendengarannya
__ADS_1
"Tidak"