
Hari ini adalah hari dimana pernikahan akan di langsungkan, dengan perjuangan panjang dari kedua mempelai untuk meyakinkan hati masing masing, lalu di tambah dengan klarifikasi terkait insiden yang sempat menyebar. nyatanya dengan kekuasaan semua bisa terselesaikan.
Ballroom hotel itu telah di sulap menjadi sebuah ruangan pesta besar, pernikahan menggemparkan seorang anak pengusaha ternama, dengan seorang pengusaha muda yang saat ini sedang di atas kejayaan, benar benar menjadi berita trending untuk saat ini
Semua mata tertuju pada ujung sana, dimana seorang pengantin wanita tengah berjalan dengan anggunnya diatas red carpet dengan di dampingi mami Gisel dan mba Nini di sisi kanan dan kirinya. Meskipun hati belum bisa menerima sepenuhnya. Namun senyum tulus nan menawan itu terus tersungging dari bibir manisnya.
__ADS_1
Bianca terus berjalan dengan menatap lurus ke depan sana, menatap seorang laki laki yang kini berdiri tegak menyambut kedatangannya, dialah Riko, seorang pria asing yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Kini Bianca telah berdiri di hadapan Riko, saling menatap dalam diam, dengan senyum yang mampu menghipnotis semua insan.
Riko mengulurkan tangannya, meminta tangan Bianca agar berjalan bersamanya menuju kursi akad. Bianca menyambut uluran tangan itu dengan senyum yang tak pernah lupa ia pancarkan. Keduanya berjalan bersama menuju meja akad, dimana disana telah terdapat tuan Andre, ustadz, dan dua orang saksi. Tidak lupa di belakng sana tersedia sepuluh kursi yang khusus di peruntukkan untuk keluarga inti dari kedua mempelai
Setelah kedua pengantin duduk di kursi akad, ruangan yang semula riuh kini mendadak hening, semua orang seakan tidak ingin kehilangan moment sakral pernikahan dari kedua mempelai, semua orang tampak hanyut dalam kekhidmatan ijab qabul yang begitu tenang. Hingga akhirnya seruan kata sah berkumandang memenuhi seisi ruangan, semua orang mengucapkan syukur setelah kedua insan itu telah sah menjadi suami istri
__ADS_1
"Ananda Riko" Riko yang merasa terpanggil, menatap pada tuan Andre yang duduk dihadapkannya "23 tahun yang lalu adalah hari paling membahagiakan sekaligus paling membekas di hati ayah, karena di hari yang sama, dua kejadian besar terjadi bersamaan. Di hari itu aku mendapat kebahagiaan dengan kelahiran seorang putri, tapi di hari itu juga istriku meninggalkanku untuk selamanya. Penyesalan terbesarku selama menikah adalah, karena aku terlambat menyadari cintaku untuk istriku, aku terlambat menyadari betapa penting peran istriku dalam hidupku. Jadi ayah mohon bahagiakan putri ayah, jadilah laki laki bertanggung jawab yang bisa ayah banggakan, serta jadilah laki laki penyabar untuk sifat manja putri ayah" tuan Andre menyeka air matanya sebelum kembali melanjutkan kalimat berikutnya
"Jika cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya, maka cinta sejati seorang ayah adalah anak perempuannya. Mulai sekarang semua tanggung jawab ayah atas Bianca ayah limpahkan padamu, jaga dia dan bimbing dia, dia adalah anak tunggal dalam keluarga Prabaswara, jadi harap maklumi sifat manjanya. Jadilah laki laki bertanggung jawab yang bisa membimbingnya menjadi lebih baik"
...----------------...
__ADS_1
Agak sedikit mengandung bawang ngga sih? sebenernya ngga begitu menyentuh, tapi author yang nulis sampai mewek mewekš¶