
Bianca menunggu suaminya yang kini tengah berada di ruang ganti, sejak tadi ia di buat heran dengan tingkah suaminya yang seperti orang asing di matanya. Ia tahu bahwa ia dan suaminya baru mengenal, tapi jika mengingat senyum indah yang terpancar di wajah suaminya saat acara resepsi tadi, rasanya tidak mungkin akan berubah secepat itu.
Krek...
Pintu ruangan terbuka, menampakkan Riko yang kini berpenampilan rapi, memakai celana jeans yang di padukan dengan kemeja yang ia biarkan terbuka kancingnya, hingga menampakkan kaos putih polos yang ia kenakan. Pertanyaan pertanyaan besar kini berkecamuk dalam benak Bianca. Apakah suaminya itu akan pergi di malam yang seharusnya menjadi malam pertama mereka?
"Mmm... kau.. eh maksudku, ma.. s mau kemana?"
Alih alih menjawab pertanyaan Bianca, Riko malah berjalan mendekat hingga mengikis jarak diantara keduanya. Riko melempar tatapan sinis sebelum akhirnya pergi begitu saja meninggalkan Bianca yang masih dilanda kebingungan.
Bianca masih diam di tempatnya tanpa niat beranjak sedikitpun, ia masih dilanda kebingungan tentang perubahan sikap suaminya. Pertanyaan pertanyaan itu terus berkelebat dalam benak Bianca. Tidak ingin terlalu berburuk sangka, akhirnya Bianca memilih membersihkan dirinya di kamar mandi
Sudah satu jam sejak kepergian suaminya, Bianca masih setia menunggu, setidaknya ia tidak ingin menjadi istri durhaka di malam pertamanya menjadi istri hanya karena tidak menunggu kepulangan suaminya. Helaan nafas tak hentinya Bianca hembuskan untuk mengurai rasa bosan, berkali kali ia juga melihat jam yang terpajang di dinding kamarnya. Detik dan menit berlalu begitu cepat, tetapi suaminya belum juga pulang. Apa yang sebenarnya terjadi?
__ADS_1
Bianca bangkit dari kasur yang sejak tadi ia duduki, mengambil jilbab, lalu berjalan menuju dapur. Ia tiba tiba lapar karena sepanjang resepsi berlangsung, dirinya tidak makan sama sekali bahkan hingga saat ini.
Bianca membuka lemari yang ia yakini tempat menyimpan makanan. Namun ia tidak menemukan apapun disana. Ia lalu beralih pada kulkas, mungkin saja ada sesuatu yang bisa ia temukan disana, tapi lagi lagi ia tidak mendapatkan apapun.
"Rumah sebesar ini tidak ada makanan? Lalu apa yang bisa aku makan" gumamnya masih setia melihat lihat isi kulkas
"Maaf nona, nona mencari sesuatu?"
Bianca membalik badannya karena terkejut, ia tidak menyadari kehadiran orang lain selain dirinya sebelumnya, dan mendengar seseorang memanggilnya membuatnya terkejut
"Aah tidak apa apa bi, aku hanya kaget saja tadi" Bianca bangkit dari posisi duduknya
"Anda mencari sesuatu nona?" tanya wanita itu mengulangi pertanyaannya
__ADS_1
"Aku hanya mencari makanan, tapi sepertinya tidak ada"
"Mau saya masakan nona?"
"tidak perlu bi, bibi tidak perlu repot repot, aku bisa memakan mie instant saja nanti" ucap Bianca
"Tidak perlu sungkan nona, panggil saja saya bibi Nani. Lagipula makan mie instant tidak baik nona, lebih baik bibi masakan saja"
"Terima kasih, tapi itu tidak perlu. Bibi tidur saja" Bianca mulai menyalakan kompor dan memanaskan air untuk memasak mie instant
"Dirumah ini tidak tersedia mie instant nona" seru bibi lagi, Bianca segera membalik badannya saat mendengar perkataan bi Nani
"Tidak ada mie instant bi?" tanya Bianca memastikan
__ADS_1
"iya, tapi bibi ada mie instant dikamar, jika nona mau, bibi bisa ambilkan"