Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 75


__ADS_3

Tok... Tok...


"Masuk"


Mendengar sahutan dari dokter Stephanie, suster yang berjaga langsung membuka pintu ruangan. Bianca masuk kedalam ruangan dokter Stephanie diikuti oleh mba Nini, sedangkan om Iwan hanya menunggu diluar ruangan. Dokter Stephanie yang melihat kedatangan Bianca, segera menegakkan tubuhnya memberi hormat, ia bukanlah orang yang kuno sehingga tidak mengenal siapa Bianca, siapa yang tidak mengenal Bianca, seorang aktris terkenal pada masanya, yang akhirnya menggemparkan dunia dengan skandal yang pernah terjadi antara dirinya dengan seorang pengusaha muda yang saat ini menjadi suaminya.


"Selamat siang nyonya Bianca" sapa dokter Stephanie


"Selamat siang dokter"


"Silahkan duduk nyonya" ucap dokter Stephanie, Bianca langsung duduk berhadapan dengan dokter Stephanie, sedang mba Nini memilih duduk di sofa yang ada firuangan tersebut "Jadi nyonya Bianca ada keluhan Apa?" tanya dokter Stephanie membuka pembicaraan

__ADS_1


"Saya ingin check up dok" ucap Bianca


"Baik, mari silahkan nyonya" dokter Stephanie mempersilahkan Bianca untuk mengikutinya dan berbaring di brankar untuk dilakukan pemeriksaan. Dokter Stephanie memulai pemeriksaan "Perkembangan janinnya baik, mereka sehat, dan disini karena usia kehamilan nyonya sudah menginjak usia kehamilan 22 minggu, sehingga sekarang wajah mereka sudah nampak terbentuk" ucap dokter Stephanie mengembangkan senyum


"Mereka?" tanya Bianca memastikan


"Benar, mereka sangat sehat" dokter Stephanie menghentikan kegiatannya saat melihat kebingungan diwajah Bianca "Maaf, apa nyonya belum tahu bahwa nyonya saat ini hamil kembar" ucap dokter Stephanie


"Benar nyonya"


Bianca diam setelah mendengar pernyataan dari dokter Stephanie. Benih yang laki laki itu tanamkan padanya malam itu telah memberinya dua malaikat kecil sekaligus, Bianca tidak tahu apakah dirinya harus bahagia atau sebaliknya. Mba Nini yang sejak tadi mendengar perbincangan dokter Stephanie dan Bianca segera berjalan mendekat saat ia tidak melihat adanya respon lebih lanjut dari Bianca.

__ADS_1


"Maaf dokter, apakah kehamilan kembar ini tidak berbahaya untuk kesehatan Bianca?" tanya mba Nini


"Dari hasil pemeriksaan, kehamilan nyonya Bianca sangat sehat. Tapi mengingat nyonya Bianca hamil kembar, jadi kita harus lebih extra hati hati untuk menjaganya, karena kehamilan kembar ini sangat rentan" jawab dokter Stephanie


"Mmm dokter, Bianca mengidap Anemia, apakah penyakit itu tidak berpengaruh untuk janin, atau kesehatan Bianca" tanya mba Nini lebih jelas


"Anemia? Saya hanya dokter spesialis kandungan yang kurang faham dengan penyakit penyakit semacam Anemia, tapi dari pengalaman yang sudah saya alami, Anemia membuat perkembangan janin menjadi lambat, dan kesehatan ibu hamil menjadi menurun. Anemia memang sering terjadi pada ibu hamil yang mengalami hamil kembar" jelas dokter Stephanie "Begini saja, saya akan menghubungi teman saya, dokter Dio, dan nyonya Bianca bisa berkonsultasi dengan beliau tentang penyakit Anemia ini" usul dokter Stephanie


"Baik dok, terima kasih" ucap mba Nini "Oh iya, satu hal lagi, jangan sampai berita kehamilan Bianca diketahui oleh publik, jika sampai berita kehamilan Bianca sampai tercium publik, itu berarti dokter yang menyebarluaskan, dan saya yakin dokter tahu apa yang akan terjadi jika berani macam macam dengan tuan Riko"


Glek

__ADS_1


Dokter Stephanie menelan salivanya saat mendengar nama Riko disebut. Ia jelas tahu apa yang akan terjadi jika ia berani macam macam dengan Riko, bukan hanya kariernya, tapi reputasinya bisa ikut hancur tak tersisa, dan itu sudah menjadi alasan yang cukup untuk dirinya menutup mulut. Sedangkan mba Nini yang melihat dokter Stephanie terdiam dengan wajah pucat, hanya tersenyum simpul, tidak ada usaha yang bisa mba Nini lakukan selain melayangkan ancaman kepada dokter Stephanie dengan mengatasnamakan Riko, dan sekarang terbukti, dokter Stephanie hanya Diam dan mengangguk sebagai jawaban


__ADS_2